Secret Affair

Secret Affair
Skandal menjijikkan



bab 39


.


.


.


Malam semakin larut, setelah pergumulan panas antara Victor dan Amara, Mereka menyudahi dengan saling berciuman.


Amara masih terkulai diranjang karna dihantam na f su dari Victor beberapa kali. sementara Victor memilih membersihkan diri terlebih dulu.


Tak lama Victor sudah keluar dengan setelan santai kesukaannya.


Layar ponsel Victor menyala pertanda pesan masuk.


" Vic.. ponselmu bunyi.." tegur Amara.


"Siapa malam begini."Balas Victor dengan santai. padahal ia sangat was-was takut jika sampai benar Miranda dan Amara menyadarinya.


Victor meraih ponselnya dan segera membuka pesan yang baru masuk.


Pria jahat !! kau melupakan aku ?!! sudah hampir satu jam aku menunggumu !! kau mau mencampakan aku ??!! Segeralah datang Vic.. aku begitu merindukanmu..


Victor. berdehem pelan hingga membuat Amara menatapnya. "Ada apa ??"


" Em.. anak-anak sudah sampai, mereka memintaku menjemput mereka kebandara. Ya ampun,aku ingin sekali memarahi mereka, jam penerbangan keberapa yang mereka ambil kenapa sampai tiba diBali semalam ini.." Victor berpura-pura mengomel.


" Ya sudah. segera jemput mereka. mungkin saja mereka belum pernah kesini." balas Amara.


" Kau yakin ?? kau akan sendiri disini ??" Ucap Victor seraya menghampiri Amara dan duduk disisi Amara yang terbaring.


" Yeah Vic, aku juga sangat lelah. aku mau langsung tidur."Balas Amara dengan ulasan senyum.


Victor melandaskan ciuman dikening Amara. "Thank you Baby..aku tidak akan lama."


Amara menggangguk setuju.


" Tidurlah, Jangan lupa mimpikan aku.." Victor memegangi kedua pipi Amara sebagai sentuhan terakhir.


Amara hanya tergelak karna merasa geli dengan godaan suaminya.


Victor segera meraih jaket kulit miliknya dan tak.lupa ponselnya juga.


" Iya sayang. ada apa lagi ??" tanya Victor seraya memegangi handle pintu.


" Apa Nindi juga ikut ??" Tanya Amara dengan penuh semangat.


Victor menerbitkan senyum dan menggeleng pelan. " Tidak sayang. pekerjaan kali ini cukup berat. hanya beberapa rekan pria saja yang datang."


" Oh.. sayang sekali.. ya sudah hati-hati ya.." Balas Amara.


" Baiklah..bye.." Victor segera keluar dan melenggang santai meninggalkan apartemen tanpa berdosa.


Tujuan Victor tak lain tak bukan, adalah hotel lagi. entah sadar atau tidak, kelakuannya selama ini benar-benar diluar nalar orang waras. berpacaran diam-diam, bukan. yang benar adalah perselingkuhan yang telah ia jalani berbulan-bulan, jika dikatakan khilaf, tapi kenapa bisa berkilah jika dihadapan Amara ??


Sesuai perjanjian dengan Miranda, Victor masuk kesebuah hotel yang berada tepat didepan apartemen.


sebuah pelukan hampir membuat Victor terjingkat. namun saat aroma miranda tercium Victor langsung membalikkan tubuhnya.


melandaskan Ciuman dibibir Miranda.


" Kau jahat Vic.. kau melupakan aku.." ucap Miranda penuh manja.


"Sorry baby.. aku juga harus hati-hati. kau lupa sewaktu dipesawat kita hampir ketahuan.."Balas Victor.


" kau banyak sekali alasan Vic.." Miranda memeluk Victor dengan penuh erat dan penuh tuntutan. "Aku juga merindukanmu Vic.." Tambah Miranda.


" Ok..tapi apa kita akan tetap disini ?? bukan dikamar saja ??" goda Victor dengan mengedipkan salah satu matanya.


Miranda tersenyum lebar dan mengalungkan kedua tangannya dileher Victor. "Semalam. kita harus melakukannya semalaman.. sebagai hukumanmu.."


" Kau yakin ?? jangan marah jika kau sampai tidak bisa berjalan ya ??" Victor menyatukan hidungnya pada Miranda.


Miranda pun langsung terkekeh dengan balasan Victor.


Tanpa sengaja, Haikal yang memang juga berada dihotel itu melihat pemandangan yang begitu mengejutkan dihadapannya. awalnya Haikal hendak keluar mencari angin malam, namun ia urungkan saat melihat Victor yang masuk kehotel itu. Saat akan menegur Victor, Haikal kembali mengurungkan Niatnya karna ia melihat sebuah skandal yang begitu menjijikkan bagi Haikal.


" Victor.. kau sama sekali tidak berubah.." Gumam Haikal yang langsung memutar arah dan kembali menuju kamarnya lagi.


.


.


.