Secret Affair

Secret Affair
kapan kau akan menikah



bab 78


.


.


.


Gea nampak lahap menikmati makanannya. Begitupun dengan Haikal, yang turut antusias saat Gea menyuapi dirinya.


Jujur dihati Amara merasa amat tidak enak, mengingat status mereka yang hanya seorang atasan dan bawahan.


"Haikal.. kapan kau akan menikah ??" Tanya Amara membuka suara.


" Aku menunggumu Am."jawab Haikal dengan cepat


" Haikal jangan bercanda.. kasihan calon istrimu.."Timpal Amara.


Haikal menyudahi makannya dan menatap lekat Amara. "Kenapa lagi ??"


Amara mengatur nafasnya. "Aku merasa tidak enak dengan calon istrimu, sejak kau mendonorkan darahmu untuk Gea dan semenjak Gea menganggap kau ini daddynya."


"Itu lagi.. itu lagi.. Rebecca kan sudah setuju Am..bahkan dia begitu bahagia mendengar kalau aku mengangkat Gea sebagai anak angkatku kan ??" Tutur Haikal.


Amara menggangguk pelan. "Iya..tapi aku yang tidak enak.."


"Berhenti memikirkan hal-hal seperti itu. Apa perlu aku panggil rebecca kesini ??" Canda Haikal.


"jangan aneh-aneh.. Bukannya Calon istrimu sedang pemotretan."timpal Amara.


Haikal mengembangkan senyum tipis seraya menatap Amara penuh arti.


.


.


.


Victor tiba dirumah bibi May bersamaan dengan Miranda yang datang dengan mobil mewah. alis Victor pun bertaut menjadi satu saat melihat miranda turun dari mobil itu.


Wajah sumringah Miranda pun juga membuat hati Victor bertanya-tanya hingga dengan segera Victor menegur Miranda. "Kau bawa mobil siapa Mir ??"


Miranda menghentikan langkahnya seraya memegangi kedua tangan Victor. "Tentu saja mobilku. aku diterima kerja menjadi seorang sekretaris diHotel ternama disini.." Miranda terlihat girang.


"Secepat itu ??" Victor seolah tak percaya.


Miranda menggangguk dengan cepat. "Kita tidak akan kesusahan lagi Vic.." Miranda memeluk Victor dengan erat.


Meski masih sedikit bingung, Victor turut bahagia. ia hanya bisa membalas pelukan Miranda. "Selamat sayang..semoga kau betah dalam pekerjaanmu itu."


Victor menggangguk seraya mengembangkan senyum.


"Bagaimana ?? kau dapat pekerjaan ???" pertanyaan Miranda sontak membuat senyum Victor luntur.


Victor mendesah lirih. "Aku diterima disebuah kantor. tapi hanya sebagai staf biasa."


" benarkah ?? selamat sayang."Kembali miranda memeluk Victor dengan erat .


"Staf biasa pun tidak masalah. asal kau sudah bekerja."tambah Miranda.


"lebih baik aku diam saja dan tidak memberitau Miranda tentang pertemuanku dengan Amara." batin Victor.


"Diperusahaan mana ??" Tanya Miranda.


" Investor terbesar Jakson dulu. kau masih ingat sewaktu peluncuran produk Jakson yang diBali ?? Dia menerimaku bekerja dikantornya." terang Victor.


" tapi kau bilang dulu dia denganmu tidak berhubungan baik. bagaimana bisa ??" Miranda begitu ingin tau.


"Dia bilang akan profesional."balas Victor lirih.


"Jika kau tidak nyaman ya cari kerja yang lain saja." miranda menatap Victor dengan lekat.


"Tidak. aku akan menjalaninya. melalui dia aku akan meraih kesuksesan." ucap Victor dengan semangat.


" Kau yang terbaik Victor."Puji Miranda yang menatap penuh harap pada Victor, hingga setelah sekian lama mereka akhirnya berciuman kembali. meski masih berada didepan pagar rumah bibi May namun seolah tak membuat ciuman mereka terhenti. hingga decitan pertukaran slavina terdengar.


.


.


Amara fokus kembali pada layar laptop dihadapannya, Sesekali ia melirik Gea yang asik menggambar sendiri disofa panjang.


Sebuah semangat tersendiri bagi Amara apalagi saat melihat senyum bahagia yang terkembang diwajah Amara. "Gea.. sudah bosen main belum ??" tegur Amara.


" Belum mom, Aku akan menunggu sampai mommy selesai kerja." balas Gea.


" Mommy sampai sore loh. nanti Gea capek. Mommy minta bik Jiah jemput ya ??" Tawar Amara.


" No mom ?! Gea tidak masalah disini. Menemani Mommy.." Tak lupa Gea menerbitkan senyum lebar hingga deretan giginya terlihat.


Akhirnya Amara Hanya bisa membalas senyum Gea seraya menggangguk.


.


.


.