
bab 56
.
.
.
Sepanjang perjalanan baik jakson maupun Amara hanya terdiam. Rasa bahagia atas kelancaran peluncuran produk mereka seolah hilang begitu saja dengan penghianatan dan rasa sakit yang begitu dalam dari pasangan masing-masing.
Jakson bahkan hanya bersandar dan memejamkan mata. berusaha melupakan apa yang dilihat semalam. sementara Amara menatap keluar jendela mobil.
.
Setelah perjalanan lebih dari satu jam. akhirnya mereka tiba diBandara.
Dengan dibantu Sopir taksi Amara dan Jakson menurunkan koper mereka.
Raut kesedihan masih tetap terlihat meski mereka berusaha terus menyembunyikannya.
.
.
Didalam pesawat pun Jakson dan Amara sama sekali tak terlibat percakapan. Bahkan duduk mereka terpisah karna memang tiket yang dipesan untuk pasangan masing-masing.
Bersandar dengan terus menatap keluar jendela pesawat, Amara seakan terus berusaha menguatkan diri. Sekelebat bayangan dimana ia melihat penghianatan Victor seketika membuat air mata Amara lolos dengan lancangnya. "Kuatlah hati..Kau wanita kuat Amara.."Batin Amara.
Terus dan terus Amara menekan rasa sesak didalam hatinya.
.
.
Victor terlihat kembali kehotel dimana Miranda berada dengan baju yang lusuh akibat ia tadi harus melawan pria-pria yang mencekalnya.
Seraya menggerutu Victor terus menapaki Lorong.
hingga tiba didepan kamarnya. tanpa menunggu apapun, Victor masuk kedalam.
Baru saja masuk, Victor dikejutkan dengan aksi Miranda yang berusaha bunuh diri.
" Miranda !!!" Victor berlari menangkap tubuh Miranda yang baru saja menendang kursi yang Miranda gunakan sebagai pijakan kaki seraya menempatkan tali yang sudah ia buat dilehernya.
" Aakkhhh !!!" pekik Miranda
Bruukkk !!!
Miranda terjatuh tepat diatas Victor.
uhukk !!
Miranda terbatuk saat lehernya tadi terjerat sedikit oleh tali yang ia buat.
"Apa-apaan kau ini ??!!!" Tegur Victor seraya mendudukkan Miranda.
Miranda mengatur nafasnya beberapa kali. "Aku bingung harus bagaimana Vic.. Jabatanku.. jabatanku pasti juga terancam, Jakson pasti akan menceraikanku !!"
"Dasar gila !!!? aku berjuang membela dan melindungimu lalu kau malah mau mati karna tidak diperdulikan oleh Jakson dan jabatan sialan itu ?!!!"Victor tersulut emosi.
"iya aku memang gila !!!! aku gila Harta !!! iya !! makanya dulu aku memilih menikah dengan jakson dan bukan denganmu !!!" Teriak Miranda yang terisak.
" Bulsit !!! sialan !!!" Victor memukul meja kaca disisinya hingga pecah.
pyaarrr !!!
" Aaahhh !!!" Miranda menutupi kedua telinganya dengan kedua tangan seraya memejamkan mata.
Victor bangkit dari duduknya, ia tak memperdulikan jemarinya yang berdarah.
Ia pun berusaha menenangkan diri dengan mengatur nafas berulang-ulang.
Dan kemudian mendekati Miranda lagi. memegangi kedua lengan Miranda.
"Please Miranda..Kita akan kehilangan pasangan kita, dan kita harus menghadapinya bersama..Ini resiko yang sudah aku bicarakan padamu satu tahun yang lalu..sadarlah.. " Victor berkata dengan suara pelannya.
Miranda membuka matanya yang nampak memerah dengan menatap Victor. "Kau harus berjanji jangan meninggalkan aku.." balasnya.
Victor menggangguk pelan.
Miranda pun segera menghambur memeluk pria yang memang mantan kekasihnya dulu. Rasa cinta yang memang ada dihati keduanya seolah tak akan padam sampai kapanpun hingga mereka terlupa dan telah menyakiti pasangan masing-masing.
"Aku takut kau pergi seperti jakson Vic.. Aku tidak sanggup jika sendiri.." Tangis Miranda.
Victor mengusap rambut pendek Miranda dan tak lupa memberikan kecupan dikening Miranda.
"Dengarkan aku..Sejak awal kita sudah sepakat akan hal ini. Aku masih mencintaimu sama seperti 7 tahun yang lalu, Meski nanti kita kehilangan semuanya, Aku akan tetap ada disisimu.. kau dengar ??" Victor memegangi kedua pipi Miranda.
Miranda bisa melihat keseriusan dimata Victor. lalu perlahan ia menggangguk.
Hingga Victor memilih menenangkan Miranda dengan meraup bibir wanita itu.
.
.
🧚♀🧚♀🧚♀🧚♀
Ada yang nggak suka Haikal dari masa lalunya Amara hadir nih ???
Apa otor ilangin aja ya Bang Haikalnya 🙈🙈