Secret Affair

Secret Affair
Tentu saja aku tau semuanya.



bab 42


.


.


.


Sementara Victor dan Miranda yang tengah bermesraan diranjang saling bertukar slavina guna mengakhiri pergulatan panas yang berapa kali Victor lakukan.


"Owwhh..Baby.. kau benar-benar menguras tenagaku.." Lenguh Miranda.


Victorpun berseringai dengan rasa menang. "Kau yang minta baby.."


Mirandapun tertawa kecil seketika. ia menghambur dalam dada polos Victor, bermanja dengan begitu posesifnya.


"Aku benar-benar marah padamu.."Ucap Miranda.


"Marah ?? apa karna itu kau memintaku mengulang lagi dan lagi tadi ??" Victor menunduk menatap Miranda yang menengadah kearahnya.


"iya..Aku melihat kau memberi kejutan untuk Amara..tapi kau lupa jika kemarin malam itu juga hari jadi kita.."Gerutu Miranda.


Victor tersenyum dan melandaskan ciuman dibibir Miranda. "Siapa bilang aku lupa ??"


" Buktinya yang kau beri kejutan hanya Amara !! lalu aku bagaimana ??!!"


" Shuttt.. jika aku memberimu kejutan diluar, akan banyak yang melihat, hubungan kita akan diketahui orang-orang.."


" Lalu ??"


Victor tersenyum misterius. ia meraih tas kecil miliknya yang sengaja ia bawa. lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya itu.


" pejamkan matamu.."pinta Victor.


"Harus ??" Miranda bergelayut manja.


"Yeah.."


Patuh, Miranda segera memejamkan matanya.


dan Victor langsung mengeluarkan kotak perhiasan dari dalam.tasnya.


membukanya tepat dihadapan Miranda.


"Open your Eyes.."perintah Victor. dengan perlahan Miranda membuka matanya.


" This to me ??" Miranda masih tak percaya. Sementara Victor langsung menggangguk.


" Thank you baby.."Miranda menghambur memeluk tubuh Victor dengan erat.


" are you like it ??"Tanya Victor


"Yeah.. I like it..Ini perhiasan impianku.."Miranda kegirangan.


"Jangan marah, aku membeli dua set. karna yang satu harus aku berikan pada Amara juga." Ucap Victor.


" Baiklah.." Miranda memanyunkan bibirnya.


" Jangan menggodaku. kau akan kelelahan lagi nanti." Victor memegangi bibir Miranda


" siapa takut.."Miranda mendorong dada Victor Hingga Victor tergeletak lagi dan dengan gaya sensualnya, Miranda menggagahi Victor.


" You are creazy baby.."Ucap Victor.


Amara memesan coffe untuk dua orang penting yang sejak pagi bersamanya. mereka tengah menunggu kedatangan model yang sudah membuat janji dengan Haikal.


Haikal dan Jakson tanpa sadar melihat Amara yang begitu ramah pada pelayan Cafe. bahkan sesekali candaan terlihat dan terdengar.


"Tapi Miranda sering membuatku aneh..otakku bahkan terus mengingat tanda sialan itu.."Lagi, Jakson bergulat dengan fikirannya*.


"Tuan Jakson. berapa lama Nona Amara bekerja dengan anda ??" pertanyaan Haikal membuat Jaksom sedikit tersentak.


" Amara ?? em..Sekitar 2tahun yang lalu."Balas Jakson.


"Anda sangat hebat bisa mempekerjakan wanita sejenius dia. saya yakin, semua karyawan Anda pasti pilihan."Ucap Haikal.


Jakson hanya menggangguk dengan mengulas senyum saja.


"Oh iya. tumben istri anda tidak ikut ??" Haikal kembali bertanya.


"Istri saya sedang tidak enak badan. jadi dia masih diapartemen."Balas Jakson lagi.


"Anda yakin dia tidak enak badan ??"Haikal menatap Jakson dengan serius.


jakson yang tidak faham hanya mengerutkan kedua alisnya.


" Maksud anda ??"


Baru saja Haikal hendak bicara,Amara sudah datang dengan nampan berisi cofee untuk mereka.


" silahkan tuan. maaf menunggu lama."


" Tidak apa Am."Balas Jakson.


"Kau tidak pesan juga Am ??" tambah Jakson saat menyadari dinampan hanya ada dua cangkir kopi saja.


" Nona Amara alergi dengan serbuk kopi."timpal Haikal tanpa sadar.


" Benarkah ??" Jakson malah tidak tau dan dia sedikit terkejut lalu menatap Amara.


"Oh.. em..-"


" Saya hanya menebak. tapi betul kan Nona ??" Ralat Haikal mencoba membantu Amara menjelaskan.


"Ah..iya..kebetulan sekali.."Amara tersenyum lega.


"Oww.. saya fikir anda hebat sekali bisa tau tentang Amara. saya saja yang atasannya malah tidak tau."Ucap Jakson.


Haikal hanya membalas dengan senyuman begitupun dengan Amara.


"Tentu saja aku tau..bahkan semuanya aku tau Tuan Jakson.." Batin Haikal seraya melirik Amara yang tertunduk malu.


.


.


Masih aman dipart santai-santai ya πŸ€—πŸ€—


ntar sekali.booomm !!!


siapin.mental aja semuanya 😁😁😁


Otor remahan minta dukungannya ya men temenπŸ™πŸ™πŸ™


buat yang setia dikaryaku, ramaikan Kolom Like, komentar dan Vote ya..


Soalnya, karyaku ini masuk lomba🀲🀲


.


.


.