
Bab 133
.
.
.
Benar saja. Saat waktu makan siang, Victor kembali kerumah sakit. Tak lupa ia membawa kantong makanan untuk dirinya dan juga Miranda.
Tanpa basa basi Victor masuk kedalam kamar Miranda. Nampak Miranda baru saja diperiksa oleh dokter.
Semua mata melihat kearah Victor yang berada diambang pintu. "Apa saya mengganggu ??" Tanya Victor.
"Tidak tuan. Kami hanya memeriksa kemajuan kondisi nona saja.."Balas sang dokter yang sudah selesai memeriksa.
Victor menggangguk mengerti. "jadi bagaimana kondisinya Dok ??"
"Luka dikaki sudah mulai mengering. Sekitar 2 hari lagi perbannya sudah bisa dibuka."Tutur sang dokter.
"Baik lah dok. Terima kasih.."Balas Victor. Dokter itu langsung berlalu dengan diikuti Perawat
Miranda tak melepas tatapannya pada Victor. Hingga saat Victor membalas tatapannya, Miranda mengedipkan matanya beberapa kali.
"Kau benar kembali saat makan siang.."Ucap Miranda.
"Tentu saja. Kau kan juga harus makan. Aku tidak yakin jika kau sudah makan."Balas Victor.
yang segera menyiapkan makanannya.
"Kau jadi repot karna aku.."Timpal Miranda.
"diamlah. dan makan dulu. Bicaranya nanti lagi."Victor menyodorkan sendok berisi makanan.
"Aku makan sendiri saja. Kau kan juga harus makan."Miranda meraih sendok yang dipegang Victor.
"Baiklah. Tapi harus benar kau makan ya ??"Victor menyerahkan kotak makan beserta sendok pada Miranda.
"dari rumah sakit aku sudah dapat makanan. Seharusnya kau tidak beli untukku juga."Ucap Miranda.
"Kau mana mau makanan seperti itu. Sudahlah. Makan saja dulu. Ayo.."Victor duduk disisi Miranda dan juga membuka kotak makannya. Keduanya menikmati makan siang dalam keheningan. Meski sesekali miranda masih menatap Victor namun Tak ada percakapan antara keduanya.
.
.
"Bagaimana perasaanmu sekarang ?? Masih adakah yang sakit ?? Kau harus bicara, Jangan diam saja."Ucap Victor sesaat setelah menyelesaikan makannya.
"Aku sudah lebih baik. Dan lagi, aku sudah mendapat maaf dari Jakson. Dia tadi kemari bersama Nindi."Balas Miranda.
"Baguslah. Semakin baik kau akan bisa segera pulang." Timpal Victor.
"Maafkan aku, aku harus kembali bekerja. Sore aku sudah kembali kok. Kau tidak apa-apa kan ???"Victor menatap Miranda.
Miranda menerbitkan senyum simpulnya seraya menggeleng. "Bekerjalah Vic, Aku tidak apa-apa."
"Istirahat saja. Jangan banyak memikirkan sesuatu yang aneh."Victor hendak keluar.
"Vic.. Bisakah kau memelukku dulu ??" Pinta Miranda dengan tatapan memohonnya.
"Astaga.. Kau masih seperti itu.."Balas Victor.
"Baiklah.."Victor membalikkan tubuhnya dan mendekati Miranda. Tanpa ba bi bu Victor memeluk Miranda, Miranda pun membalas dengan tenang dan menikmati kenyamanan yang selama ini tidak pernah ia rasakan.
"Kenapa nyaman sekali saat kau peluk kali ini.."Ucap Miranda.
"Jangan bercanda. Aku tau kau mencegahku agar tidak bekerja kan ??" Victor segera membuka pelukannya.
"Terima kasih.. Lain kali aku tidak akan memintanya.."Balas Miranda dengan senyum tipisnya.
Victor melabuhkan ciuman dipucuk kepala Miranda. "Hentikan berkata terima kasih. Aku berangkat dulu.."Victor langsung melangkah keluar sesaat setelah mendapat jawaban anggukan dari Miranda.
.
.
Dalam perjalanan kekantor Victor memilih menaiki taksi karna cuaca cukup terik siang itu.
Baru setengah perjalanan, Victor dikejutkan dengan dering ponselnya yang tiba-tiba berbunyi.
Buru-buru Victor menerima panggilan masuk itu.
"Halo siapa ini ??" Tanya Victor dengan singkat.
"Vic ini aku Nindi."Jawab Nindi.
"Oh.. Ada apa ??"
"Vic, kata Haikal kau kembali kerumah sakit ya ?? Sekarang kau masih dirumah sakit kan ??"Ucap Nindi.
"Aku sudah ditaksi mau kembali bekerja. Memang ada apa Nin ??" Victor semakin tak mengerti.
"Aku hanya kawatir wanita gila yang tadi mau membunuh Miranda kembali lagi. memang Miranda tidak cerita padamu ??" balas Nindi.
sontak Victor pun dibuat terkejut. "Apa kau bilang ?? Mau membunuh ??!"
"Iya. Untung tadi saat aku datang bersama Jakson memergoki dia. Jika tidak, aku tidak tau Miranda masih hidup atau tidak.."Celoteh Nindi.
Victor seketika mematikan panggilan karna kalut. Ia langsung menghentikan taksi yang ia tumpangi.
"Pak. Balik arah pak. Kita kembali kerumah sakit. Cepat ya pak !!" Pinta Victor dengan wajah yang diselimuti kekawatiran.
Sopir patuh dan segera memutar arah lajunya.
"Tuhan aku mohon lindungi dia.." Batin Victor dalam kecemasannya.
.
.
.
mohon maaf kakak readerku..Otor lagi nggak enak bdan. Jadi upnya cuma satu hari ini 🙏🙏🙏
Doain ya semoga besok udah sehat lagi biar bisa up lebih banyak..🙏🙏🙏
.
.
.