Secret Affair

Secret Affair
Akhirnya



Bab 96


.


.


.


Karna candaan Haikal, Amara berlarian ditepi pantai dengan Haikal. Keduanya melepas rasa bahagia dengan bermain serta berlarian ditepi pantai itu.


Dan jangan lupakan Gea yang turut bahagia, Ia juga tak canggung naik kepundak Haikal lalu meminta sang Daddy berlari mengejar mommynya.


Suatu pemandangan yang begitu membahagiakan.


Ani dan Sindy yang bersandar ditempat duduk dengan kaca mata dikedua matanya bisa melihat adegan harmonis itu.


"sayangnya Nindi tidak ada.. Aku yakin dia juga akan bahagia melihat Amara bahagia begini.." Ucap Ani.


"Tapi sejak pagi aku tidak bisa menghubungi dia ?? Sesibuk itukah ikut tuan Jakson ??" Balas Sindy.


"Benarkah ?? Baiklah, aku akan coba hubungi.."Timpal ani yang meraih ponsel diatas meja keranjang mereka lalu segera menempelkan benda pipih itu ditelinganya.


"Iya.. Nomernya tidak aktif.."ucap Ani.


"Masih tidak aktif ?? Aku jadi penasaran, Sehebat apa klien tuan Jakson itu, sampai membuat Nindi mematikan ponselnya.."Sindy menimpali.


"Jangan suka penasaran. Toh itu bukan pekerjaan kita kan ??" Timpal Ani lagi.


"oh.. Baiklah.. Aku akan menikmati liburan gratisku..ini.."Ucap Sindy.


"Sayang !! Gantian dong kau yang jaga Fia.." panggil Danu suami sindy.


"Astaga sigendut, kau ini bagaimana.. Menjaga anak sebentar saja sudah ngajak gantian."omel Sindy


"Aku mau istirahat juga !!" balas Danu.


" Huh. !! Percuma aku mengajakmu !!" gerutu Sindy seraya membuka kacamatanya dan duduk.


"Begitulah jika sudah punya anak sindy temanku.." ejek Ani.


"Awas saja kau ya !!! kalau sampai kau sudah punya anak !!" Balas Sindy dengan jutek.


Ani tertawa terbahak-bahak. "Bagaimana aku punya anak, suami saja aku tidak punya.."


"Sialan !!!" Umpat Sindy yang segera mendekati putrinya berlari ditepi pantai bersama ombak.


Gea yang senang berada dipundak Haikal dan dibawa berputar-putar tertawa bahagia hingga membuat Amara juga turut bahagia.


"Akhirnya.. Semua yang terpendam sudah terungkap.. Kini kau bisa bersama ayah kandungmu nak.."Gumam Amara sembari melipat kedua tangannya.


"Gea sayang.. Mommy ketoilet sebentar ya ??!!!" Ucap Amara dengan meninggikan suaranya.


"ok baby.."


"Kau tidak pamit denganku ??" Tanya Haikal.


"Kan sudah tadi."jawab Amara.


"Yang kau panggil putri kita saja. Bukan aku.."Protes Haikal.


Amara hanya memutar bola matanya dengan malas seraya melenggang menuju Toilet.


cukup jauh dari pantai, Namun Amara sudah bisa menemukannya.


Tanpa sengaja Amara bisa melihat seseorang yang melangkah kearah lain. "Seperti tuan Jakson ??" gumam Amara saat menghentikan langkahnya.


Namun saat Amara mencari disekitar orang-orang ternyata tidak ada. "Mungkin aku salah lihat.."Ucap Amara sendiri lagi. Lalu dengan segera Amara masuk ketoilet wanita.


Baru saja Amara masuk kedalam toilet, didalam sudah dikejutkan dengan kerumunan wanita.


"Ada apa ini ??" tanya Amara kebingungan.


"Ada wanita pingsan. Tidak tau siapa."Jawab salah satu wanita disana.


Amara mendekati kerumunan wanita itu, Lalu dengan sedikit berdesal ia melihat siapa wanita yang katanya tengah pingsan.


"Nindi !!!" Amara terkejut bukan main.


"Sorry.. Sorry.. Dia teman saya.." Amara terus mendesak beberapa wanita agar bisa mendekati Tubuh Nindi yang tergeletak dilantai


"Nindi.. Nid.. Nindi.. Kau kenapa ??" Amara meraih kepala Nindi dan menepuk pelan kedua pipi sahabatnya itu.


Tak lama petugas kesehatan yang sudah dipanggil terlihat datang dan segera membawa Nindi untuk ditangani.


"Ada pihak keluarga ??" tanya sang petugas.


"Saya temannya Pak. Dia kemari hanya liburan bersama saya."Balas Amara dengan cepat.


"Baik. Mari silahkan ikut Nona."Sang petugas mempersilahkan.


Sembari melangkah tergesa, Amara menghubungi kedua temannya yang lain. dan tak lupa ia mengabari Haikal juga.


"Nindi.. Kau kenapa ?? Lalu kemana tuan Jakson.." Gumam Amara penuh rasa kawatir.


.


.


.