Secret Affair

Secret Affair
kau sudah tau



bab 81


.


.


" Kau sudah tau apa yang mau aku tanyakan ?!!!" Amara begitu terkejutnya.


Haikal menggangguk pelan. "Tentu saja. Maaf sebelumnya. aku tau kau pasti tidak akan nyaman dekat dengan Victor, tapi kau tenang saja. dia tidak akan sampai menjangkaumu." tutur Haikal.


Amara tak tau akan membalas kata Haikal bagaimana.


"Kau takut mencintainya lagi ??" Tanya Haikal.


Sontak Amara mendongakkan wajahnya menatap lekat Haikal.


"Kau fikir aku wanita macam apa ?!!! Melihat wajahnya saja aku masih terus teringat kegilaan mereka !!" Amara langsung membuang tatapannya kesisi lain.


Haikal hanya terkekeh. "Iya. itu bagus. dan aku rasa kau hanya perlu membuktikan bahwa kau bisa hidup bahagia tanpa dia."


"Kau benar.. Tapi ini begitu tiba-tiba bagiku !!!?"


"Kau akan terbiasa Am. tenang saja.."


Amara akhirnya hanya bisa pasrah. ia membuang nafasnya dengan kasar dan berusaha memahami atasannya itu.


.


.


Beberapa karyawan yang berpapasan dengan Rebecca memberi salam, hal itu membuat perhatian Victor teralihkan. apalagi saat Rebecca melewati tempat kerjanya.


"Yus, apa itu wanitanya Hai- em..maksudku Tuan Haikal ?? aku lihat tadi mereka datang bersama ??" Bisik Victor begitu ingin tau.


"Kalau soal itu aku tidak tau. Mereka memang sering bertemu, tapi tidak ada kelihatan kemesraan, tapi Nona Rebecca memang artis kontrak produk dikantor ini." terang yusuf.


"Lalu dengan Amara ?? Haikal dan Amara apa sudah menikah ??" Victor terus menggali informasi.


"suttt !! pelankan suaramu. jika bodygoard tuan Haikal mendengar kau menyebut namanya saja kau bisa kena masalah."tunjuk Yusuf pada beberapa pria yang memang berjaga dipintu masuk menuju lift khusus untuk Para petinggi kantor.


"Cih.. menjijikkan !! ternyata dia membayar bodygoard juga !!" batin Victor.


" baiklah.. maaf. jawab saja kenapa ??" protes Victor.


"untuk itu juga aku tidak tau !! kehidupan pribadi tuan Haikal dan Nona Amara kan memang sengaja ditutup rapat aksesnya. tapi mereka berdua punya putri cantik, namanya Nona Gea. mereka juga sering makan dan pulang bersama."Terang Yusuf.


"Anak itu bukan anak mereka !!!" Balas Victor dengan suara kesalnya.


" Benarkah ?? mungkin saja iya. soalnya aku dengar Nona Amara itu janda. korban perselingkuhan suaminya."Yusuf semakin senang bergosip.


"Kan aku bilang katanya."Yusuf membela diri.


" diamlah !! dan lanjut kerja saja ?!!!" Sentak Victor yang tak mau melanjutkan obrolannya lagi.


.


.


.


Dikantor Jakson, tepatnya dikota jakarta. 3 teman Amara tengah makan siang bersama dikantin kantor. sengaja mereka memilih kantin, karna siangnya Nindi harus menemani Jakson menemui Klien.


" Jadi kan akhir pekan kita keJogja ??" Tanya Ani seraya memakan makannya.


" Tentu saja. aku sudah pesan tiketnya loh " balas Sindy.


"Kau ikut kan Nin ??" Ani beralih pada Nindi.


" maunya begitu.. aku juga begitu merindukan Amara dan Gea.." tutur Nindi.


"Lalu ?? apa ada alasan lagi ??" Ani menimpali.


"tuan Jakson juga hendak mengajakku menemui klien keluar kota akhir pekan ini. dia bilang akan menambah bonus untukku jika aku mau.. aku jadi bimbang mau bagaimana" Nindi menyudahi makannya.


"Uuulu.. kasihannya.. yang sekarang gantiin Amara..sabar ya sayangku.." Canda Ani mengusap pipi Nindi.


"Diamlah !! awas saja jika kalian tidak menghubungiku jika sampai disana !!" Timpal Nindi.


" kau yakin memilih ikut tuan jakson saja ??" Sindy memastikan


Nindi menggangguk. "aku yakin Amara pasti setuju dengan keputusanku, mencari pekerjaan itu sangat sulit..aku bisa bekerja disini itu sudah sangat bersyukur kan.."


Ani dan Sindy saling menggangguk mengiyakan. "Tidak masalah. aku ada rencana akhir tahun kesana lagi kok.."Ucap Ani.


"Jangan membuatku panas Ani !! Suamiku sepertinya tidak dapat cuti akhir tahun.."Balas Sindy.


" kasihannya.. aku mah bebas.." Canda Ani.


" sialan !!!" umpat Sindy.


Nindi hanya terkekeh mendengar perdebatan Kedua temannya.


.


.