Secret Affair

Secret Affair
Jangan berani menyentuh berlianku



Bab 113


.


.


.


Tamparan dari tangan amara mendarat sempurna dipipi Victor. Mata Amara memerah dengan nafas yang memburu.


Victor memegangi pipinya yang terasa kebas akibat tamparan keras dari Amara. Ia tersenyum layaknya psikopat dan membuang nafasnya.


"Kenapa ?? Kau merasa ??" Kembali Victor melayangkan ejekkan.


Amara masih diam dengan terus menatap tajam Victor.


"Hanya demi sebuah uang kah kau rela memberikan tubuhmu pada Haikal ??!"


Plaakkk !!!


Lagi, Amara melayangkan tamparan keras pada pipi Victor.


"Kau ingin bicara karna mau menghinaku ???!! Apa belum cukup air mata yang 2 tahun lalu aku tumpahkan karna kau ?!!! Sadarlah Victor, Ini hidupku !!! Kau bukan siapa-siapaku lagi !!!"Balas Amara dengan suara tegasnya.


"Aku tinggal disini. Iya, itu benar. Aku bekerja dengan Haikal. Iya, Itu benar. Aku dan Haikal memang baru akan menikah. Iya, Itu benar !!! Lalu apa masalahnya denganmu !!!! Haikal bukan pria bajingan sepertimu, kau harus tau itu !!!! Dia menjagaku layaknya berlian dan tidak seperti kau !!!! Baik tidaknya aku yang menjalani, Kau bukan keluargaku, kau bukan orangtuaku, kau bukan kakakku, kau orang lain lalu untuk apa kau ikut campur dengan terus mengolok-olok kehidupanku Victor ?!!!!!" Air mata Amara terjatuh dengan Sendirinya seiring dengan luapan rasa sesak akibat hinaan dari Victor.


Penjaga yang melihat Nona mudanya menangis buru-buru mendekat, takut jika pria asing itu melukai atau melakukan hal aneh.


"Nona.. Anda tidak apa-apa ??" Tanya sang. Penjaga.


Amara buru-buru mengusap air matanya. Ia tidak mau terlihat lemah dihadapan Victor.


"Oh ya. Bukannya kau sudah bersama Mirandamu kan ?? Lalu kenapa kau masih mencampuri urusanku ??!!"


"Karna kau Ibu dari anakku Am, Aku tidak mau kau salah memilih."Timpap Victor penuh frustasi. Ia tak kuasa melihat Amara menangis.


Namun baru saja Victor menyentuh lengan Amara. Pundaknya sudah ditarik hingga ia mundur kebelakang.


Victor cukup terkejut saat melihat Haikal menatap tajam dirinya. Amara tak kalah terkejut, matanya membola saat melihat Haikal seperti sedang menahan Amarah. "Jangan berani menyentuh berlianku Victor."Ucap Haikal pelan namun penuh penekanan.


"Lepaskan aku !!!" Victor hendak mendorong Haikal namun tanpa diduga dengan gerak cepat Haikal menghadiahi wajah Victor dengan pukulan kuat.


Bukkk !!!


Amara menutup mulutnya tak percaya.


Victor pun tersungkur begitu saja.


"Cih.. Kau mau main kasar ya ??" Victor buru-buru berdiri dan hendak menyerang Haikal.


Namun sebuah tendangan kuat diberikan Haikal tanpa terduga diperut Victor.


"Aakkhh !!!" Victor memegangi perutnya.


Haikal hendak menyerang lagi namun ditahan oleh Amara. "Stop Haikal.. Jangan kotori tanganmu.."


Nafas Haikal memburu seiring dengan ia mengontrol emosinya.


"Selama ini aku sudah menahan diri untuk tidak menghajarmu bajingan busuk. Bahkan saat kau melakukan hal gila itu rasanya aku ingin membunuhmu saat itu juga, tapi aku selalu memiliki hati dan teringat jika kau ini temanku, Aku berusaha menerima kesalahan demi kesalahanmu, bahkan fitnahanmu pun sudah aku terima. Tapi tidak untuk saat ini. Kau tidak berhak dan tidak akan aku biarkan menghina wanitaku !!! Amara adalah wanitaku, Sejak dulu sampai sekarang,kau sudah memiliki kesempatan dalam kebohonganmu dulu hidup bersama Amara. Tapi malah kau sia-siakan. Sekarang, Aku tidak akan ragu menghilangkan nyawamu jika kau berani mengganggu kehidupan kami." terang Haikal Dengan tegas.


Amara segera menarik Haikal agar masuk kedalam saja. Meninggalkan Victor yang kesakitan memegangi perutnya.


"Amara.. Amara.." rintih Victor dengan air mata yang menetes.


.


.


.