Secret Affair

Secret Affair
Dihina sampai seperti itu



bab 68


.


.


.


.


2 tahun kemudian


.


.


Victor dan Miranda keluar dari lapas bersamaan dengan pakaian sederhana mereka.


"Akhirnya..aku bebas juga.."Miranda meregangkan kedua tangan dan kemudian memeluk Victor dengan erat.


"Kau senang ??" Balas Victor.


" Iya. aku senang sekali."Miranda begitu bersemangat


Victor pun turut tersenyum dan kembali memeluk Miranda.


" Kita mulai dari awal. Kehidupan kita berdua." ucap Victor lirih.


Miranda nampak menggangguk mengiyakan.


.


Taksi yang membawa Victor dan Miranda berhenti disebuah rumah kontrakan sederhana yang diberitau sopir taksi itu.


Mereka berdua pun terlihat segera turun bersamaan.


" Vic.. kau yakin kita akan tinggal disini ??" Miranda seolah tak percaya.


" Uangku habis Mir, Kita tidak punya tabungan sama sekali, Hanya ini kontrakan yang murah."Balas Victor.


lingkungan yang sempit dan sedikit tak rapi membuat Miranda bergidik. "Mana aku bisa tinggal ditempat seperti ini Vic ?!!! diLapas saja aku rela membayar uang sewa agar aku tidur dikamar yang layak kenapa malah saat sudah keluar aku menderita seperti ini ?!!"


"Justru karna itu !! kau sadar tidak 2 tahun aku harus membayar uang sewa kamarmu, Tentu saja uangku habis.."Victor terlihat tak suka.


miranda menatap tajam Victor. "Itu memang kewajibanmu Vic..Kau bilang akan ada buatku kan ??!! kenapa sekarang kau bahas ??!!"


" aku tidak membahas. cuma aku mau menyadarkanmu saja, Uang kita sudah habis. kita harus segera mencari pekerjaan lagi supaya memiliki tabungan. untuk sementara kita tinggal disini saja dulu.."tutur Victor.


"Kalian bukannya pasangan pelakor dan pembinor ya ??" Tegur salah satu Ibu-ibu.


Mereka segera memperhatikan wajah Victor dan Miranda


" iya buk.. mereka itu yang viral 2 tahun lalu.." tambah Ibu-ibu yang lain.


"Ngapain disini ?!!! jangan mimpi tinggal disini ya ??!! bisa-bisa suami-suami kami tergoda denganmu !!" Ucap Ibu ibu itu


Miranda membulatkan matanya. "Hey !! kalian itu siapa melarang kami !!! Lagian siapa juga yang doyan dengan suami kalian ?!! Tua kere begitu !!!"


" Kita hanya jaga-jaga saja ya !!!"


Terlihat ibu pemilik kontrakan menghampiri semuanya.


"Ini ada apa ??"


"Buk.. saya mau ngontrak disini. apa ada yang kosong.??" tanya Victor.


"Buk Halim, awas saja jika Ibu membiarkan dua parasit ini tinggal disini. Kami semua akan keluar dari kontrakan Ibuk !! mereka itu pelakor dan pembinor yang viral 2 tahun lalu itu buk !! Nama baik Ibu bisa tercemar loh ?!?" Celoteh Ibu-ibu itu berapi-api.


Miranda begitu tak terima ingin sekali ia meremas mulut ibu-ibu dihadapannya. berbeda dengan Victor yang tak terlalu peduli.


" bagaimana buk ??apa bisa ??"Tanya Victor lagi.


Ibu kontrakan nampak bingung.


"kalau Ibu biarin mereka disini. Ibu juga harus siap-siap menjaga pak Halim, nih si pelakor pasti bakal menggoda pak Halim, secara pak halim kan juragan kontrakan uangnya banyak." Kembali lontaran tuduhan diberikan Ibu-ibu itu.


Tangan Miranda begitu terkepal kuat. namun Victor berusaha menahannya.


" Em...Maaf ya..-"


" sudahlah Vic, ayo kita pergi dari sini !!! Aku bisa gila jika tinggal bersebelahan dengan Burung betet seperti mereka !!!" Miranda menarik lengan Victor.


"Bagus itu !! pergi sana !!!" balas Ibu-ibu itu bersamaan.


miranda menarik lengan Victor dengan kesalnya. ia tak menyangka dirinya bisa dihina sampai seperti itu.


.


.


.