
bab 83
.
.
.
Disepanjang perjalanan, Haikal dan Gea terlibat candaan yang begitu menyenangkan bagi keduanya.
Amara yang memperhatikan begitu turut bahagia. namun saat teringat status Haikal yang memiliki kekasih, senyum Amara terus meredup.
apalagi posisi saat ini malah Amara yang datang bersama Haikal, sementara Rebecca yang menunggu direstoran.
Lamunan Amara terganggu saat mobil diberhentikan oleh Haikal.
"Kenapa berhenti ??" Tanya Amara yang terkejut.
"Mommy melamun ya ?? kita sudah sampai."Balas Gea.
"Mommy sedang memikirkan pekerjaan sayang."Tambah Haikal.
" Ayo turun.."Ajak Gea.
" Iya..iya.." Amara segera turun begitupun dengan Haikal, kemudian mereka menurunkan Gea.
Bahkan seolah sudah nyaman dengan Haikal, Gea langsung menggandeng jemari Haikal selayaknya anak dengan bapaknya.
Lambaian tangan Rebecca mengarahkan Amara, Haikal dan Gea untuk mendekat.
"Aunty !!!" Gea berlari memeluk Rebecca yang siap membuka kedua tangannya.
"Oww my good.. my princes, aunty sangat merindukanmu.."Ucap Rebecca saat sudah memeluk Gea.
"Gea juga."Balas Gea penuh semangat.
"Come on girl, Aunty sudah pesan makanan kesukaanmu."Rebecca mengajak Gea untuk duduk. Amara dan Haikal pun turut duduk dihadapan Rebecca dan Gea.
"Kau pesan banyak sekali Re.." Ucap Haikal.
"Tentu saja. aku yakin kalian berdua pasti lapar kan ??" Balas Rebecca penuh semangat.
" Kau baik sekali Re.." Tambah Amara.
"Biasa saja Am.. kau ini.. ayo makan.. harus habis ya ??" canda
"Jangan bercanda, aku bisa gendut nanti." balas Amara.
Semua tertawa bahagia bersama. lalu mulai acara makan bersama.
.
.
.
Victor membanting ponselnya diatas meja dimana ia tengah makan siang.
"Kau kemana Mir.. kau janji makan siang akan bersama denganku !!?" Gerutu Victor dengan amat kesal.
.
.
.
"Aahhhh !!!!" De sa hMiranda saat tengah bergumul dengan Hadi.
mereka berdua menyempatkan bercinta setelah bertemu dengan Klien. sesuatu yang menjijikkan bagi siapa saja yang menyadari hubungan terlarang antara bos dan sekretarisnya itu.
Hadi mempercepat ritme hentakannya agar Miranda dan dirinya segera melakukan pelepasan. peluh membasahi tubuh kedua manusia yang berbeda usia itu.
" Keluarkan de sa hanmu Mir.. aku membutuhkannya.. aaahhh !!!" pinta Hadi yang terus menghujam inti Miranda dengan cukup kasar. bahkan permainan mereka layaknya binatang yang sedang berkembang biak.
"Kau gunakan apa baby..aahh..aah..kenapa belum juga selesai.."Miranda terengah-engah saat ia merasa durasi mereka bermain sudah cukup lama, tapi Hadi belum juga mencapai *******.
"kau suka ?? dia akan terus begini Mir.. kau akan kelelahan.." Hadi begitu puas saat melihat Miranda mencapai puncak terlebih dahulu.
Hingga dengan cepat, Hadi memompa dirinya pada Miranda sampai kemudian larva kehidupan tersemai disana.
Keduanya terkulai lemas setelah berciuman sebagai hidangan penutup.
"You are creazy Hadi.." Ucap miranda yang begitu kehilangan tenaga.
.
.
.
Dikantor kembali Victor harus menelan pil pahit karna harapannya mengantar Amara sirna saat Amara sudah keluar bersama Haikal.
"Sepertinya aku harus mengikuti mereka. aku masih tidak percaya jika mereka sudah menikah."gumam Victor.
"Hey Vic !! kau melamun terus !! mau lembur ya ?? ayo cepat kerjakan pekerjaanmu !!" tegur Yusuf.
" issh !!! diamlah !! mengganggu saja !!" balas Victor.
"Kau ini terobsesi sekali ya sama Nona Amara,"Ucap Yusuf yang sadar siapa yang dilihat Victor sejak tadi.
Tatapan tajam dilayangkan Victor pada Yusuf.
"Baiklah.. terserah kau saja.." Yusuf memilih melanjutkan pekerjaannya.
Victor kalang kabut saat Amara dan Haikal tak terlihat. "Yus, Kau kerjakan milikku ya ?? Nanti aku berikan gajiku sehari ini padamu." Victor meletakkan berkas pekerjaannya dimeja Yusuf tepatnya disisi mejanya, lalu tanpa mendengar jawaban Yusuf, Victor berlalu pergi.
"Hey Vic !!! tunggu !!!" Yusuf berteriak memanggil Victor. namun sayang Victor sudah cukup jauh.
"Huh.. Lembur lagi..lambur lagi.." gerutu Yusuf seraya menepuk jidatnya.
.
.
.
.