
bab 82
.
.
.
Waktu makan siang sudah tiba. para karyawan pun mulai keluar kantor guna mengisi perut mereka.
Tak lain juga dengan Victor. waktu makan siang sengaja digunakan Victor untuk mencoba menemui Amara. sesuatu hal yang begitu menganehkan bagi seseorang yang sadar jika dilihat dari masa lalu mereka.
Mata Victor terus meneliti lift yang dijaga dua pria kekar berjas dan kacamata itu. "Bagaimana aku menyungkirkan dua pria botak itu ??" batin Victor.
"Vic.. bisa tolong aku ??" sebuah teguran didapat oleh Victor.
Victor menoleh. "Tidak bisa !! aku masih sibuk ?!" Balas Victor dengan cepat.
"Tapi kau sudah tidak dimejamu kan ???" Yusuf keheranan.
"memangnya kalau sibuk harus dimeja ya ?? sudah sana pergilah !!" Usir Victor yang merasa terganggu.
" Ya sudah..aku keruangan nona Amara sendiri saja." Yusuf hendak melenggang namun Victor yang mendengar nama Amara disebut langsung mencegah langkah Yusuf.
"e..e..e.. !! tunggu !!"
"Apa sih Vic ??"
" tadi kau bilang mau keruangan Nona Amara ?? kau yakin ??"
"Iya tentu saja. !! soalnya ini tentang laporan keuangan. ya pasti keNona Amara dong !?"
Victor merampas dengan cepat berkas ditangan Yusuf.
"Sini. biar aku saja.".
" Tadi kau bilang sedang sibuk ?? kenapa sekarang mau ??" Yusuf keheranan.
"Kau ingin tau sekali ya !!! sudah sana !! aku keruangan Nona Amara dulu.."Victor melenggang dengan senyum kepuasan. Ia merasa Tuhan begitu memihak dirinya hingga ia mudah sekali masuk kedalam lift khusus itu dari pemeriksaan Bodygoard Haikal yang bertugas disana.
Dengan senyum sumringah Victor keluar dari lift dan semangat yang membara.
namun senyumnya luntur seketika, saat melihat Amara yang berada didekapan Haikal dan keduanya terlihat saling tatap. bahkan Amara dan Haikal seolah tak sadar jika Ada Victor disana.
Sontak Berkas yang ada ditangan Victor terjatuh akibat ia yang terlalu terkejut.
Hingga Haikal menoleh kearah Dimana Victor berdiri.
Amara turut mengikuti mata Haikal. hingga Amara seketika menarik jas Haikal agar Haikal menundukkan wajahnya hingga kedua bibir mereka saling bertemu.
cupp...
Haikal membulatkan matanya seraya menatap Amara yang terlihat memejamkan mata.
"Sial !!!" umpat Victor yang segera memutar tubuhnya lalu kembali masuk kedalam Lift.
Diposisi Amara dan Haikal. Amara langsung melepaskan diri hingga ia hampir terjatuh dan dengan cepat Haikal menahan pinggang amara lagi.
Degub jantung keduanya berdetak bersamaan seiring bertemunya kedua manik mata yang dulu pernah saling memiliki rasa.
" sorry. sorry.." Amara segera melepaskan diri. dan berusaha tak menatap Haikal. entah mengapa jantung terus seperti itu jika bersentuhan dengan Haikal, padahal mereka bekerja sudah 2 tahun.
Haikal nampak biasa. bahkan senyum tipisnya terlihat saat menyadari rona merah dipipi Amara. "Tidak masalah."
"Jangan salah faham Kal, Tadi itu karna..-"
" Aku tau. dan aku akan membantumu terus. kau tenang saja."timpal Haikal dengan santai.
Amara mengatur nafasnya seraya tertunduk. ia begitu tak enak dengan Haikal. apalagi mengingat Haikal sudah memiliki kekasih.
"Gea akan marah jika kita terlambat menjemputnya. Rebecca sudah memesan kursi keluarga diRestoran. ayo.." Haikal melangkah lebih dulu agar Amara sedikit leluasa.
dan benar saja, Amara mengusap dadanya beberapa kali seraya membuang nafasnya penuh kelegaan. lalu dengan segera Amara menyusul Haikal yang menunggu didalam lift.
Haikal dan Amara tiba di ruangan para karyawan, Hal itu membuat Amara keheranan. "untuk apa kita kemari ??"
" sebentar ya sayang.." Haikal menggoda Amara, yang dengan seketika membuat rona merah diwajah Amara terlihat.
Haikal melihat Victor yang membanting berkas dimejanya. "Vic. kau tadi kenapa keruangan kami ?? ada yang mau kau laporkan ??" tegur Haikal seraya menghampiri Victor.
Amara turut tersenyum saat sadar ternyata itu alasan Haikal memanggilnya sayang.
" Aku mau mengantar laporan."Balas Victor tanpa menatap Haikal.
"Ya sudah. karna kami mau makan siang, kau berikan saja pada Mereka." tunjuk Haikal pada dua bodygoardnya.
Lalu dengan segera masuk kembali kedalam lift.
Amara menyambut dengan mengalungkan tangan dilengan Haikal.
Sebuah pemandangan yang begitun membuat Victor terbakar cemburu.
" Sialan !!! Amara...kenapa kau terlalu cantik ?!!! bodohnya aku, kenapa dulu mengabaikanmu..." Victor menjambak rambutnya penuh frustasi.
.
.
.
Amara yang memperhatikan Haikal
otor baik kasih Vitamin nih 🤗🤗🤗
.
..