
Bab 131
.
.
.
Jakson tetap pada posisinya yang sedikit jauh dari Miranda. Sementara Nindi membantu Miranda berbaring setelah memberi Miranda minum agar wanita itu tidak ketakutan lagi.
"Siapa wanita tadi ?? Kenapa dia mau membunuhmu ?? Kau merayu suaminya ??" beberapa pertanyaan monohok langsung terlontar dari mulut Jakson.
Nindi yang cukup tidak enak langsung menatap tajam tunangannya itu. "kau bicara apa ??" Nindi begitu pelan bicaranya.
Sementara Miranda hanya menundukkan wajahnya. Ia merasa cukup malu pada mantan suaminya itu.
"apa belum cukup semua yang kau alami ini membuatmu sadar ?? Kenapa kau suka sekali menghancurkan rumah tangga orang lain.."Lagi. Jakson melontarkan perkataan yang bagi Nindi pasti menyakitkan untuk Miranda.
"Honey !!! Stop !!!" sentak Nindi dengan sedikit meninggikan suaranya.
Miranda langsung mengangkat wajahnya dan menatap Nindi yang dulu adalah mantan karyawannya.
"Biarkan saja Nin..semua yang dikatakan Jakson memang benar."ucap Miranda.
"Maaf ya Nona Miranda. Jakson memang seperti itu, saya rasa anda pasti sudah mengenal wataknya."Balas Nindi.
"Jangan memanggilku begitu. Aku bukan lagi atasanmu,kita sama. Dan untuk Jakson, hanya kau yang tau sifat asli dia, meski aku mantan istrinya, namun aku sudah gagal mengenali watak dan sifatnya.."Tutur Miranda.
Nindi hanya tersenyum menggangguk. "Jadi sebenarnya kenapa wanita tadi mengamuk ?? Jika memang membahayakan kita laporkan saja pada polisi."
"Jangan. Karna semua memang kesalahanku."Balas Miranda lirih seraya menunduk.
"Nona.. Jangan bersedih. jadikan semua ini pelajaran supaya Nona menjadi pribadi yang lebih baik lagi."Hibur Nindi.
Miranda menatap Nindi dengan mata yang sudah berair. Betapa ia sangat malu pada wanita dihadapannya, Tanpa permisi Miranda memeluk Nindi dengan terisak.
"Bagaimana bisa kalian memiliki hati malaikat seperti ini.."Ucap Miranda dalam tangisannya.
"Nona bicara apa.. Tolong jangan menangis, Victor bisa memarahiku jika melihat anda menangis.."Balas Nindi.
"Aku sangat malu.. Aku malu sekali..."Pecah, Tangisan Miranda pecah dalam dekapan Nindi
Nindi menatap Jakson yang malah dijawab dengan gaya seolah mendorong, Nindi tak habis fikir dengan tunangannya itu yang tidak memiliki rasa empati sama sekali.
.
.
Amara mengutak atik ponselnya, namun sejak tadi tak ada pesan atau apapun dari teman-temannya.
"Kau yakin Gea bersama Ani ??" Tanya Amara seraya menikmati sarapannya.
"Iya. Anak buahku juga mengawal mereka. Kenapa ??" Tanya Haikal.balik.
"Kenapa Aneh sekali, biasanya Gea selalu mencariku jika tidak bertemu semalaman begini."Timpal Amara.
"Putri kita tau kedua orangtuanya sedang membuatkan adik untuknya sayang.." goda Haikal.
Amara hanya mendegus.
"Nindi dan sindy juga tidak bisa dihubungi. Mereka kemana sih ??" Gerutu amara.
"Sebenarnya kau mau apa sayang ??"Haikal menimpali.
"aku ingin keluar. Bisa mati jika aku terus dikamar bersamamu. Bahkan mandi saja kau terus berbuat mesum padaku ??!!!" Omel Amara. Sontak Haikal terkekeh mendengar kejujuran istrinya.
"namanya pengantin baru. Itu sangat wajar terjadi kan. Memang dulu waktu pengantin baru dengan Victor kau tidak seperti itu ??" Pertanyaan Haikal barusan langsung mendapat tatapan tajam dari Amara.
"Bagaimana bisa begini.. Bahkan aku terus mual karna hamil anakmu !!" Gerutu Amara.
Kembali Haikal terkekeh dengan begitu senangnya. "bersiaplah. Kita keluar bersama."
"Benar kah ??" Amara begitu antusias.
"Tentu saja. Tapi beri aku satu kecupan."Haikal memiringkan wajah menghadapkan mendekat pada Amara.
" thank you Hubby.. Emuuuach.."Amara segera menuruti dengan penuh sangat.
Melihat senyum bahagia Amara Haikal turut bahagia pula. Ia hanya melebarkan senyum saat Amara begitu senang dan buru-buru bersiap.
.
.
.