
bab 46
.
.
.
Semua menatap kelayar besar dimana Gambar produk dipublkkasikan. setelahnya, MC mengarahkan Haikal jakson dan Amara memotong pita sebagai peresmian terakhirnya.
Tepukan riuh dari kalangan tamu begitu menambah suasana bahagia Amara. Amara sama sekali tidak menyangka jika semua akan berjalan semulus ini.
Tanpa disadari Amara, Haikal tersenyum bahagia pula melihat Amara begitu bahagia.
Sementara Victor yang sejak tadi terus memperhatikan gerak gerik Haikal begitu tak tenang duduk. Miranda pun dibuat keheranan dengan Victor yang nampak sangat kesal.
Setelah menyalami beberapa pengusaha yang hadir serta menerima ucapan selamat bahkan hadiah dari semua tamu undangan, Amara akhirnya bisa kembali kekursinya begitupun dengan Jakson.
Miranda pun langsung memeluk suaminya yang berjalan mendekat kearahnya untuk duduk kembali dengan erat sebagai sambutan dan ucapan selamat. "Selamat Honney.. akhirnya impianmu.terwujud juga.."
" Terima kasih.." Balas Jakson dengan melepas pelukan Miranda.
Keduanya saling tatap, namun Jakson seakan memiliki pemikiran lain dalam.tatapannya.
Victor pun demikian ia.langsung memeluk Amara penuh posesif, sebab ia tau Haikal sejak tadi masih terus memandangi istrinya. "Lihatlah bandit, Amara itu istriku !!" batin
"Selamat Sayang.. Akhirnya kau akan mendapat apa yang kau impikan selama ini.."Ucap Victor seraya memeluk Amara dengan erat.
"terima kasih...ini semua juga karna doa darimu." Balas Amara.
Victor pun memberikan hadiah kecupan dikening Amara. bersamaan dengan Miranda yang melihat kearah mereka berdua. Senyum Miranda pun luntur seketika. ia lalu memilih duduk lagi guna mengikuti acara penutupan.
Dalam duduknya, Miranda meraih ponselnya dan segera mengirim pesan singkat pada Victor. tanpa disangka Jakson sejak tadi memperhatikan istrinya yang sibuk berkirim pesan. sudut bibir Jakson terangkat sedikit lalu kemudian ia beralih menatap kearah lain.
.
.
Amara hendak kembali keapartemennya seorang diri karna Victor berkata ada panggilan mendadak untuk acara liputan bersama Timnya.
meski cukup lelah, namun semua terbayar dengan segala apa yang akan didapat Amara nantinya.
" Amara tunggu !!?"
Amara menoleh kebelakang dimana namanya dipanggil.
" Tuan. ada apa ??" Tanya Amara.
Jakson berjalan cepat mendekati Amara. tatapannya cukup serius dengan tanpa ekspresi. Amara pun begitu penasaran dibuatnya.
" Dimana Victor ??" tanya jakson saat sudah dihadapan Amara.
" Dia bekerja tuan. ada apa ??" Amara semakin dibuat penasaran.
" Bisa kita bicara sebentar ??" Tawar Jakson.
Amara menatap jakson seolah menuntut jawaban, namun Jakson hanya menggangguk dengan pasti.
.
.
Duduk berhadapan Dengan Hening dan bukan urusan pekerjaan membuat Amara sedikit kebingungan dan juga was-was. Sementara Jakson pun bingung bagaimana menjelaskan pada Amara tentang apa yang telah ia selidiki.
" Em.. tuan. sebenarnya ada masalah apa ?? Apa saya membuat kesalahan ??" Amara memecahkan keheningan.
Jakson mengatur nafasnya. mengumpulkan kekuatan mengatakan hal yang begitu tak baik itu.
" Am.. ini bukan masalah pekerjaan."Ucap Jakson dengan singkat.
" Lalu ??"
Jakson kembali mengatur nafasnya. "Tapi sebelumnya aku minta kau jangan marah ataupun tersinggung ya ??"
Amara pun segera menggangguk, agar bisa mendengar apa sebenarnya yang hendak dikatakan Bosnya itu.
" Aku mau bicara tentang Istriku dan suamimu." Ucap Jakson
Deggg !!
Sontak jantung Amara berdetak dengan cepat.
"A..ada apa dengan mereka ??" Tanya Amara dengan suara nyaris bergetar.
" Ini memang menyakitkan, dan aku belum terlalu yakin ini benar atau tidak karna masih aku telusuri, tapi...-" Jakson menghentikan penuturannya.
Jantung Amara semakin berdenyut dengan begitu cepatnya.
Jakson memejamkan kedua matanya. " Mereka sepertinya ada hubungan diluar pekerjaan."
Nafas Amara seolah terhenti seketika mendengar ucapan Jakson.
"Benarkah ??"
.
.
.
yuk..yuk.. siapin mental, Iman dan Imunnya,🙈🙈🙈
berhasil nggak ya bongkar skandal Buaya sama uler itu 😁😁😁
bantuin napa sih
???
.
.
.