Secret Affair

Secret Affair
Hanya mau minta maaf



bab 64


.


.


.


Sepanjang perjalanan pulang, Amara hanya bersandar dijendela mobil dengan menatap keluar tanpa berkata apapun. Sindy, Ani dan Nindu juga tak berani bicara, mereka seolah memberi ketenangan pada sahabatnya itu.


Tujuan mereka adalah sekolah Gea. tepat saat Ani memarkirkan mobil didepan gerbang, Nampak Anak-anak sekolah sudah keluar.


Nindi yang hendak keluar dicegah oleh Amara. " Biar aku saja Nin."Amara segera keluar guna menyambut sang putri.


"Mami !!!" Panggil Gea dengan wajah sumringah.


Amara memeluk tubub Gea dengan erat. " Mami tepat waktu ya ??"


" Iya.. mami dengan siapa ??" tanya Gea saat melihat mobil yang asing bagi Gea.


" Tante, sindy, tante Ani dan tante Nindi. itu mobil tante Ani sayang."Tunjuk Amara.


Kaca mobil terbuka dan memperlihatkan 3 wanita cantik yang melambaikan tangan kearah Gea.


Jujur, dihati Gea merasa sedih. ia begitu menginginkan kehadiran sang papi tercintanya. diantar dan dijemput dengan kedua orangtua seperti sebelumnya. namun Gea sudah tau dan mendengar jika kedua orangtuanya akan berpisah akibat skandal sang papi.


" Gea sayang ?? kenapa melamun ??" Tegur Amara saat melihat Gea hanya menatap kosong kearah mobil.


"Buk Amara.." Sapa seorang guru yang juga baru keluar dari sekolah.


Amara menoleh dan menunduk hormat. " miss.. apa kabar ??"


"baik buk. em.. bisa kita bicara sebentar ??" tawar guru sekolah Gea.


Amara menggangguk.


"Gea. gea kemobil dulu ya ?? Miss nya mau ngomong sama Mami.?" Ucap Amara pada Gea.


patuh, Gea berjalan cepat menuju mobil. dan terlihat Nindi segera turun menyambut Gea untuk dibawa masuk.


" ada masalah apa Miss ?? apa Nilai Gea turun ??" Tanya Amara


" Bukan Buk Amara. saya hanya mau minta maaf, jika Gea merasa tertekan saat disekolah."ucap miss sang guru.


"Ma..maaf, ?? tertekan ?? maksudnya apa ya miss ??" Amara masih belum.faham.


" Sebelumnya mohon maaf sekali ya buk Amara. saya juga tidak tau, anak-anak lain mendengar dari mana atas kasus yang menimpa keluarga anda. Hingga mereka mengejek Gea beberapa kali. saya baru mendengar tadi pagi buk, tapi saat saya tanya siswa lain ternyata sejak kemarin Gea sudah dibully teman-temannya. maaf buk Amara, alasannya karna papinya yang..-" Miss guru menghentikan ucapannya. ia cukup tidak enak melanjutkan perkataannya.


"Saya malah tidak tau Miss.. Gea tidak pernah bicara semua itu.."


" Benarkah ?? Gea benar-benar anak yang hebat ya Buk.. ibu Amara yang sabar ya ?? mungkin Tuhan memang masih menguji kesabaran hati Ibu" Tutur miss guru.


" Iya. terima kasih."Balas Amara singkat. dadanya sudah terasa penuh karna menahan air mata sejak tadi.


" Kalau begitu saya permisi dulu buk Amara. mohon maaf sekali lagi, saya akan berusaha mencegah bullying kata seperti itu."pamit miss Guru.


Amara hanya menggangguk dan tersenyum saja.


susah payah Amara menekan kesedihannya. bukan hanya dirinya, namun sang putri juga telah menjadi korban.


Amara masuk kedalam mobil dengan terus menerbitkan senyum saat menatap Gea.


Hingga Amara memilih menarik Gea dalam dekapannya. menghujani pucuk kepala Gea dengan kecupan kasih sayang.


"maafkan Mami sayang.. maafkan mami..Mami sangat menyayangimu.." Ucap amara lirih.


Gea tak menjawab apapun. ia hanya membalas pelukan sang Mami yang bagi Gea adalah sesuatu yang menenangkan.


Sindy dan Ani yang duduk didepan tak sadar menitikkan air mata melihat keterpurukan sahabat mereka. buru- buru Sindy dan Ani mengusap air mata yang terjatuh denga lancangnya itu lalu berusaha biasa saja agar pertahanan Amara tak runtuh, apalagi ada Gea dihadapan mereka.


.


.


.


.


Notif : ..


***Korban utama dalam perpisahan sebuah rumah tangga adalah anak. namun bertahan dengan seorang suami yang sudah menghianati dan menyakiti kita akan berimbas juga pada anak.


intinya, Yang sebenarnya tersakiti bukan kita. melainkan anak-anak kita.


jadi, Jaga rumah tangga kita dengan sebaik-baiknya. karna sebaik apapun rumput yang hijau dihamparan jauh pasti akan terlihat kejelekannya saat sudah dekat***.


.


.


.