
bab 72
.
.
.
Dengan langkah gontai diimbangi rasa lelah yang berlebih, Victor pulang kelosmen dimana Semalam ia tinggal.
Beberapa sapaan dari wanita seksi penghuni losmen yang lain tak diindahkan Victor. Meski hanya menggunakan kemeja dan celana biasa Victor memang tetap terlihat tampan. hingga Wanita disana begitu semangat saat menggoda Victor.
Miranda yang bisa mendengar suara-suara rayuan dari wanita diluar segera mengintip dari jendela kecil.
Rasa tak suka begitu terlihat dari wajah Miranda. "Dasar gatel !! awas saja kalian !!" Umpat Miranda yang segera keluar berkacak pinggang menatap tak suka wanita seksi disana.
"Hey !! sadar tidak siapa yang kalian goda ?!!!" Tegur miranda dengan tegas.
"Memang siapamu ?? menikah saja belum kok mau protes." balas wanita seksi disana. hingga tawa begitu terdengar.
Tangan Miranda terkepal kuat ia hendak menghampiri para wanita itu namun Victor segera menarik lengannya. "sudahlah Mir. biarkan saja. aku lelah. ayo masuk." ajak Victor. meski merasa tak terima. Miranda hanya bisa menurut dan segera masuk.
Tiba didalam wajah Miranda masih terlihat Masam dan langsung duduk. "kau dari mana saja ??!! hanya meninggalkan sarapan, kau fikir aku tidak lapar saat siang ??!!"
Victor terlihat menggulung lengan kemejanya dan duduk dilantai mensejajarkan dengan Miranda. "Aku cari kerja Mir. Kau tau sangat sulit sekali.." ucap Victor lirih.
"Sulit ?? kau berpengalaman kan Vic ??!!" Miranda seakan tak percaya.
"Sadarlah Mir. aku mantan narapidana ??!! semua menolak, bahkan kasus kita 2 tahun lalu masih saja diingat mereka."ttutur Victor.
" hah..Owww.. astaga.. kita bisa kelaparan jika kau tidak bekerja !!!"
Victor pun bingung dibuatnya. ia mengusap kasar wajahnya beberapa kali.
"Vic.. aku mau pindah dari sini. aku tidak sanggup jika harus tinggal lama disini !!? Mereka orang gila semua Vic.." Ucap Miranda.
"Lalu kita akan kemana ??!!" propertimu sudah ditarik semua juga kan ??!! please Mir, jangan terus menyudutkanku !!!" Sentak Victor.
"Lalu aku harus mengeluh dengan siapa ??!! jika dulu masih ada jakson aku pasti tidak akan menderita begini.."Timpal Miranda tanpa takut.
" Stop !!! berhenti membandingkan aku dengannya !!!" sentak Victor lagi.
" Kau bicara Fakta Vic !!"
"Dan selama bersama Amara pun aku tidak pernah disudutkan seperti ini !!"
"Kau yang mulai !!"
"Kau Vic !!!"
Victor mendegus kesal. perdebatan kembali terjadi disana. hingga Victor memilih beranjak kembali dan menuju pintu keluar.
"Vic !! kau mau kemana ??!!!"
"Mencari pekerjaan lagi !!! Telingaku bisa pecah jika terus mendengar ocehanmu !!" Victor terlihat membanting pintu
"Vic !!" Miranda amat kesal hingga meluapkan dengan berteriak.
.
.
Taksi yang ditumpangi Victor berhenti disebuah rumah yang sebenarnya begitu sangat dirindukan oleh Victor. sudut bibirnya terangkat saat melihat semuanya masih sama. bahkan rumah itu begitu terlihat nyaman dan tenang.
Segera Victor turun berharap kerinduannya yang menggunung pada putrinya akan terobati dengan datang kesitu.
Gerbang terlihat terkunci, hal itu membuat Victor keheranan. "Kemana Amara dan Gea ?? seharusnya mereka sudah pulang, ini kan sudah sangat sore.." Victor bertanya pada dirinya sendiri.
Victor meneliti kesekeliling, tak sengaja Victor melihat pelayan dirumah Jakson yang tepat berada didepan rumah Amara sedang Membersihkan halaman. Victor segera bertanya pada pelayan itu.
"Bibi !! maaf, boleh saya tanya ??"
Pelayan itu sedikit terkejut saat melihat siapa yang ada diluar pagar itu. " Tuan Victor.."
" iya. saya mau tanya, Amara dan Gea kemana ya bik, pintunya kok terkunci ??" Tanya Victor.
"rumah itu sudah lama kosong tuan. Nona Amara dan putrinya sudah pindah." terang Pelayan
Victor begitu terkejut. "Pindah ??"
.
.
.
.