
Bab 122
.
.
.
Hari yang ditunggu Amara dan Haikal pun tiba.
Pagi Buta sekali Amara sudah dibawa terlebih dulu menuju Hunian apartemen dimana Pesta mereka akan dilangsungkan.
Amara pun terlihat langsung disambut MUA yang bertugas dan dirias secantik mungkin.
Sejak tadi Amara menggerutu dengan sedih, sebab ketiga temannya tak memberi kabar apapun, bahkan sampai waktu pernikahan tiba mereka tak mendatangi Amara.
"Aku rasa mereka melupakan aku.."Amara mulai tak tahan dan ingin menangis.
"Nona, Tolong jangan mennagis. Make upnya bisa berantakan nanti."Pesan MUA.
"Aku ini sedang sedih, bagaimana tidak boleh menangis.."Protes Amara.
"Ini hari pernikahan Nona, seharusnya malah membahagiakan, kenapa Nona malah bersedih ?? Terkadang keraguan memang ada disaat kita akan memasuki pernikahan, Tapi percayalah Nona Tuan Haikal idaman wanita manapun, Nona tidak akan dikecewakan olehnya." Tutur MUA itu.
"Aku tau !!! Aku tidak sedih karna pernikahan !!!" amara semakin kesal.
"Surprize !!!!!" Dari pintu terdengar suara yang tak asing ditelinga Amara.
Sontak Amara menoleh.
sindy Ani dan Nindi sudah lengkap dengan pakaian mereka masing-masing.
"Kalian.."Amara bangkit dari duduknya seraya memeluk ketiga sahabatnya.
"Selamat sayang.. Semoga ininpernikahan yang terakhir ya.."Ucap Nindi.
"Kalian jahat sekali tidak mengabariku jika datang.."Protes Amara saat pelukan terbuka.
"Namanya bukan kejutan jika kuberitau"Timpal Ani.
"Nona waktunya ganti baju.."Tegur sang MUA.
"Awas kalian ya.."Amara mengikuti sang MUA menuju ruang ganti.
"Oh.. Beruntung sekali Amara ya.."Ucap Ani.
"Kau segera cari pasangan.. Mana enak sendiri terus."Timpal Nindi.
"Setidaknya aku pernah menikah. Kau belum."Balas Ani bernada ejekan.
"Sialan ??!!!" umpat Nindi.
.
.
a
Amara dengan gaun pernikahannya.
Dengan digandeng Nindi dan Ani Amara menuju tempat ijab kabul yang ternyata ada ditaman luas di Halaman Apartemen mewah itu.
Amara didudukkan disisi Haikal yang sudah terlebih dahulu sampai.
"Kenapa lama ???"Bisik Haikal.
"Tentu saja. Kau memilih baju seberat ini hanya untuk ijab kabul saja."balas Amara.
Sunggingan senyum terbit dari bibir Haikal.
Lalu dengan bantuan penghulu, ijab kabul pun terlaksana. Semua tersenyum bahagia saat keduanya menunjukkan buku nikah mereka.
forografer pun segera mengabadikan moment berharga itu. Gea dan Fia bertepuk tangan riang melihat betapa serasinya Mommy dan Daddynya.
"Gea.. Kau akhirnya punya Daddy lagi." Ucap Fia.
"Ya. Daddyku ada 2 Fia. "Balas Gea penuh semangat
"kau hebat sekali.."Fia menepuk pundak Gea beberapa kali.
.
.
Pesta berlanjut sampai malam tiba. Tamu Undangan sudah berdatangan.
A
Amara dengan gaun merahnya.
Daddy Haikal dong.
Amara dan Haikal beriringan menuju singgasana mereka melewati karpet hitam yang sudah tersedia dengan didampingi Gea dan juga Fia.
Riuh tepuk tangan mengiringi kebersamaan mereka saat melambaikan tangan kearah semua tamu undangan.
Acara berlangsung begitu meriah dengan diiringi musik dari artis dan beberapa Tamu undangan. Termasuk juga Sindy dan Ani yang turut menyumbangkan lagu untuk sahabat mereka.
.
.
Diluar pesta, Victor ragu hendak masuk atau tidak. Namun ia mendapat undangan resmi dari Haikal.
Setelah mengatur nafas Victor melangkahkan kaki masuk kedalam. Baru saja masuk Victor tak sengaja bertemu Ani yang sibuk bertemu rekan-rekannya.
Tatapan sinis dilayangkan Ani saat beradu pandang dengan Victor.
"Sendiri aja nih ?? ditinggal selingkuh ya ?? Ha..ha..ha.. Tukang selingkuh ditinggal selingkuh " ejek Ani
Victor hanya memutar bola matanya dengan malas lalu melanjutkan langkahnya masuk kedalam.
"sialan Victor mengabaikanku ??!! Aku harus ikuti dia, jangan sampai dia menggagalkan pesta." Ani mengangkat gaunnya lalu mempercepat langkah masuk kedalam menyusul Victor.
.
.
.