Secret Affair

Secret Affair
Tapi papi tidak bisa



Bab 123


.


.


.


Victor menatap dari jauh betapa senyum bahagia Amara terlihat saat menyalami para tamu undangan. Sesekali Haikal bahkan memberikan perhatian kecil yang bisa terlihat dimata Victor.


Setetes air mata lolos sempurna dari mata Victor bersamaan senyum yang ia terbitkan.


"Kau berhak bahagia Amara..Dan aku rasa Haikal pria yang tepat untuk hal itu.."Gumam Victor.


Lalu buru-buru ia mengusap air matanya dengan cepat. Niatnya ingin memberi ucapan selamat urung dilakukan oleh Victor sebab ia merasa cukup sangat malu berhadapan dengan wanita yang telah ia sakiti habis-habisan.


Namun Tangan Victor dicegah oleh seseorang tanpa permisi.


"Papi.."Suara Gea terdengar begitu polos hingga membuat Victor menerbitkan senyum.


"Sayang.."Victor berjongkok lalu memeluk putri kesayangannya.


"papi mau kemana ??"Tanya Gea saat pelukan terbuka.


Victor mengusap kepala Gea perlahan. "Kau cantik sekali princesku,"


"Tentu saja. Bajuku bagus kan pi ??" Gea menunjukkan gaun mungil yang senada dengan warna gaun sang mommy.


Victor tersenyum lebar seraya menggangguk penuh semangat. "Putri papi selalu cantik. Apalagi memakai gaun ini, kau terlihat seperti princes sesungguhnya."


Gea tertawa lebar dan mencium pipi Victor.


Tak lama dua pengawal menghampiri Gea dan Victor.


"Nona Kecil.."


Gea menoleh "Paman aku menemui papiku."Ucap Gea


Pengawal Gea saling tatap satu sama lain. Mereka mengenali siapa Victor Lalu keduanya menggangguk.


"Kalian yang menjaga Gea ya ??" tanya Victor.


"Iya tuan."balasnya.


Victor menatap lekat Gea dengan mata berkaca.


"kau beruntung sayang.. Memiliki daddy sebaik dan seperhatian Daddy Haikal.. kau harus patuh dan menyayanginya juga ya.."nasehat Victor.


Gea menggangguk dengan cepat. "Tentu saja. Daddy juga bilang kalau gea harus sayang juga sama papi."


Penyesalan ini tidak akan pernah dilupakan seorang Victor seumur hidupnya. Kehancuran rumah tangga yang ia mulai benar-benar membuat dirinya dalam kubangan dosa mendalam.


Disudut tak begitu jauh Ani buru-buru mengusap air matanya yang entah mengapa tau-tau menetes karna melihat keharuan antara Victor dan Gea barusan.


"Oh..kenapa aku terharu melihat buaya darat itu ??!! Astaga.."Ani menyadarkan diri seraya mengatur nafas dan memperbaiki penampilannya.


.


.


"Papi, ayo foto sama Mommy dan Daddy.."ajak Gea.


Victor tersentak terkejut."Apa ??"


"Kita foto bersama. Tadi Daddy pesan kalau papi datang suruh ngajak foto."celoteh Gea.


"Terima kasih sayang.. Tapi papi tidak bisa.."Balas Victor.


"Kenapa ?? Mommy bilang boleh kok..?"Timpal Gea.


Victor bingung hendak beralasan apa.


"Turutilah Vic. itukan keinginan putrimu."Suara Danu suami Sindy terdengar.


"Dan.."Victor beranjak dari duduknya dan menghadap Danu.


Danu menatap malas pada Victor. "Lalu kau mau apa kemari jika tidak memberi ucapan selamat pada mereka ??"


Victor tertunduk. Ia sadar betul pasti Danu juga membencinya atas apa yang dilakukan pada Amara beberapa tahun lalu.


"Aku hanya menunggu sedikit lenggang. Mereka terlihat masih sibuk sekali.."Kata Victor.


"alasan.. Huh, Oh ya, kau sudah tau belum kekasih idamanmu jadi simpanan om-om disini ?? Tapi jika dilihat kalian tidak datang bersama kemungkinan kau sudah tau ya ?? Bagaimana rasanya dihianati ?? Enak ?? Diselingkuhi menyenangkan bukan ??"Ejek Danu.


Victor tertunduk dengan menelan ludahnya cukup kasar. Ia tak menjawab karna memang itulah kenyataannya.


"Kau dulu tidak percaya karma.kan?? sadarlah Vic ini karma yang dikirim Tuhan untukmu, Lihatlah wanita yang kau sakiti, Dia dalam segala kesulitannya akhirnya ia bisa mendapatkan pria yang tepat dan bisa membahagiakannya. Bukan seperti kau yang hanya memberi penghianatan."Tunjuk Danu.


Victor terus terdiam. Ia menerima semua hinaan itu dan segala kata kasar dari Danu yang dulu memang rekan kerjanya.


.


.


.