Secret Affair

Secret Affair
Aturan macam apa itu



Bab 87


.


.


.


Amara dan Gea disambut Rebecca saat sudah tiba dibawah. Haikal juga telah duduk dimeja makan seraya menatap Amara yang menghindari tatapan Haikal itu.


"Am.. Gea, yuk sarapan dulu.." ajak Rebecca.


"Tidak usah Re.. Aku harus pulang. Seragam sekolah Gea ada dirumah soalnya."balas Amara


"Bukan karna masalah semalam kan Am ?? Please Am jangan berfikir yang macam-macam..Niatku baik aku hanya mau..-"


" Kau tidak salah Kok Re.. Maaf ya jika semalam aku sewot padamu."Balas Amara.


" Duduklah dan sarapan !! Fikirkan Gea jangan fikirkan ego mu. Aku tau kau beralasan seragam Gea agar menghindariku " Tutur Haikal dengan santai.


"Itu bukan urusanmu."Timpal Amara dengan cepat.


"Mommy dan Daddy kenapa ?? Kok ngomongnya kasar begitu ??" Tanya Gea saat sadar.


"Ti..-"


"Iya sayang. Mommy sedang marah pada Daddy."Haikal dengan cepat mencekal ucapan Amara.


Amara nampak membulatkan matanya saat Haikal malah menyalakan dirinya.


"Benar Mom ??" Gea menengadah menatap Mommynya.


"Em.. Iya nak.. Tapi Mommy berhak marah kan ?? Soalnya Daddymu itu membohongi mommy."Ucap Amara seraya melirih Haikal.


"berbohong itu kan dosa, Tidak.boleh dilakukan kan ??" Tambah Amara


"Iya. Daddy bohong apa sama mommy ??!!" Gea beralih pada Haikal.


Amara menyunggingkan senyum seraya melipat kedua tangannya. Ia merasa menang dari perdebatan itu.


Namun Haikal malah tersenyum simpul seraya berdiri dari duduknya


" Iya. Daddy bohong pada Mommy. Daddy bohong akan menikahi Mommynya Gea dalam waktu dekat."Ucapan Haikal barusan membuat Mata Amara membulat sempurna.


"apa-apaan Haikal ?!!! Alasannya konyol sekali membela diri !!!" batin Amara.


"Tapi Gea pingin cepat tinggal disini sama Mommy dan daddy"Rengek Gea.


"Gea.. Jangan bicara begitu.." Tegur Amara. Lalu beralih pada Haikal lagi.


Bukannya marah, Haikal malah tersenyum tipis lagi. Baginya melihat amara tidak semarah semalam adalah sesuatu yang sangat menenangkan hatinya.


"Bos. Katanya mau dicegah ?? Kok dibiarkan ??!!" Tegur Rebecca.


"Diamlah Re.. Kau bukannya harus bekerja juga !!?" Balas Haikal.


" Iya." Rebecca melemahkan suaranya.


.


.


Tiba diluar mansion Haikal, Amara disambut dua pria yang Amara yakini adalah orang-orangnya Haikal.


"Pagi Nona.silahkan masuk. Kami ditugaskan mengantar menjemput dan menjaga Nona."Ucapnya.


"Siapa yang menugaskan kalian ?? Haikal ??" Terka Amara


" betul Nona. Jika Nona akan pulang Nona harus bersama kami. Jika tidak Nona dilarang pulang." terang pria berjas hitam itu.


Amara sungguh tak menyangka cara berfikir mantan kekasihnya itu. "Aturan macam apa itu ??!! Dan lagi, aku bukan apa-apanya Bos kalian ya ?? Jadi dia tidak berhak melarangku !!"


" Tapi kami hanya menjalankn perintah Nona."balas mereka.


"Aku tidak mau !!! Minggir dari hadapanku !!!" Tolak Amara yang hendak menerobos.


Namun dengan cepat dua pria itu menghalangi. "Maaf Nona. Lebih baik anda menurut saja."


"Astaga.. Aku ini bukan tahanan ya ??!! Kenapa harus begini sih !!!" Amara begitu frustasi seraya menatap kebalkon dimana Haikal berdiri seraya memasukkan kedua tangannya disaku celana.


"Mommy Gea harus sekolah.." Gea menarik lengan Amara.


" Huh.. Baiklah sayang.."Amara amat geram dan kesal dengan Haikal, namun ia tak bisa bebuat banyak.


dengan wajah masamnya Amara masuk kedalam mobil setelag memasukkan Gea terlebih dahulu.


Dengan segera pula dua anak buah Haikal turut masuk kedalam mobil dan segera menjalankan mobilnya menuju rumah Amara.


Haikal hanya bisa menatap kepergian wanita yang selalu menempati hatinya itu. "Kau tidak sadar Am.. Ini sama persis saat kita dulu masih baru mengenal." gumam Haikal seraya tersenyum saat sekelebat bayangan masa lalu mereka terlintas.


.


.


.