Secret Affair

Secret Affair
Kau yakin



bab 70


.


.


.


Hingga malam tiba, Miranda dan Victor belum juga mendapat kontrakan. mereka kini masih berada ditrotoar jalanan dengan wajah lusuh dan lelah.


" Vic.. aku lelah !!!" Miranda terduduk dijalanan karna rasa lelahnya begitu terasa.


Victor begitu merasa kasihan. ia sama sekali tak menyangka kasus mereka 2 tahun lalu masih diingat banyak orang hingga semua kontrakan tidak mau menerimanya.


" Mir... jangan putus asa dulu.. ayo kita cari tempat untuk tidur." Victor berusaha menenangkan.


"Aku lelah Vic.. bagaimana ini, Kemana kita akan tidur ?!!! Semua menolak kita.."Miranda merengek seakan hendak menangis.


Victor menatap sekelilig mencoba mencari solusi. hingga matanya melihat sebuah losmen sederhana.


" Disana ada losmen, Ayo kita coba bermalam disana."ajak Victor. Miranda mengikuti telunjuk Victor.lalu segera berdiri dengan dibantu Victor.


Mereka berdua melangkah beriringan menuju losmen. baru saja masuk mereka sudah disuguhkan dengan pasangan muda mudi yang berciuman dan bercinta disepanjang lorong. Miranda sampai risih dibuatnya.


"Vic.. kau yakin kita akan bermalam disini ??" Bisik Miranda.


"Terpaksa. sudahlah ayo.." Victor mendekati resepsionis yang ternyata wanita seksi nan Menggoda yang menjaga.


"Malam. ada yang bisa dibantu ??" sapa resepsionis.


"Saya mau pesan satu kamar. berapa semalam ??" tanya Victor.


"kalian pasangan menikah atau seperti mereka ??" Tunjuk resepsionis itu pada pria dan wanita yang saling beradu kemesraan.


"Kami memang akan menikah. bukan seperti mereka."balas Victor dengan tegas.


"300ribu semalam."Ucap wanita seksi itu.


Victor merogoh dompet didalam tasnya dan mengeluarkan dabit card dari tas itu.


"Saya tidak punya uang cash. saya tidak bohong, Ada uang didalam Card ini ?!!" Timpal Victor.


"Silahkan menginap dulu. besok tidak apa-apa."Balas wanita seksi itu. yang langsung mengambil kunci. "Come on. ikuti saya."Wanita itu menuntun Miranda dan Victor menuju kamar mereka.


Pintu kamar sempit terbuka. bahkan Sprei terlihat lusuh dan sedikit kotor.


Miranda pun dibuat bergidik melihatnya. "Vic.. aku tidak mau disini !! lihatlah kotor sekali !!!"


"Ini kamarnya. jika minat silahkan jika tidak ya sudah pergi saja. saya permisi."Wanita seksi itu melenggang bebas meninggalkan Victor dan Miranda.


"Ini bagaimana ??!! aku tidak mau disini !! lihatlah spreinya, itu pasti bekas banyak orang !!" Protes Miranda.


"Apa susahnya Mir.. kita ganti saja. ada kain ditasku. kau mau tidur dijalanan ?!!" Balas Victor.


" Tapi..-"


" terserah kau saja !! aku lelah. mau tidur !!" Ucap Victor yang langsung masuk dan membuka tasnya mengganti sprei ditempat tidur itu. dengan malas dan kesal Miranda akhirnya menurut, setidaknya ia tidak harus tidur dijalanan.


.


.


.


Sinar mentari sudah meninggi, bahkan cahayanya sudah memenuhi seisi kota. Victor juga sudah bersih-bersih dan siap dengan setelan kemejanya. ia juga sudah menarik beberapa uang tunai dari Sisa tabungannya.


Saat kembali kekamar, Victor sudah membawa bungkusan makanan untuk Miranda yang masih betah tidurr. Melihat wajah lelah Miranda Victor begitu kasihan. "Aku harus secepatnya mencari kerja. Uangku sudah habis..begitupun dengan Miranda..kasihan dia jika harus tinggal ditempat seperti ini.."Gumam Victor yang langsung berdiri dan mencari berkas pribadi miliknya dan mengumpulkannya, lalu kemudian bersiap mencari kerja. ia pun segera berangkat tanpa membangunkan Miranda yang masih terlelap.


Miranda hanya mengeliat saat mendengar suara Pintu yang terbuka dan tertutup kembali. Lelahnya begitu sangat terasa sampai ia enggan untuk bangun.


.


.


.