Secret Affair

Secret Affair
Beri aku ucapan selamat



Bab 124


.


.


.


"Papa kenapa bicara begitu dengan papinya Gea !!?"tegur Fia yang baru tiba.


"Oh.. Sayang papa mencarimu, ayo mama menunggu disana. Come on girl.."Danu buru-buru menarik tangan putrinya menjauh.


Gea hanya bisa menatap kepergian temannya, begitupun dengan Victor.


"Nona kecil. Waktunya menemui daddy dan Mommy."Tegur pengawal.


" ayo pi.. Kita kesana.."Gea menarik tangan Victor.


Victor hanya bisa pasrah tak mungkin ia menolah ajakan putrinya.


Hingga saat sudah menaiki pelaminan Gea berlari terlebih dahulu.


"Daddy.. Mommy !!!" Gea menghambur dan langsung berada dalam gendongan Haikal.


"Kau dari mana sayang ?? Mommy mencarimu.."Tanya Amara


Tak lama Victor mendekat maju membuat tatapan Haikal dan Amara teralihkan.


Victor berdiri didepan Haikal lalu segera mengulurkan tangannya. Haikal pun dengan senyum terhias diwajahnya menerima uluran tangan Victor.


"Selamat atas pernikahan kalian."Ucap Victor.


"Terima kasih. Terima kasih juga kau bersedia datang."balas Haikal.


"Maafkan aku Haikal. aku sudah banyak membuatmu kesulitan. Kau tenang saja aku tidak akan mengganggu Amara lagi."Tutur Victor.


Haikal menggangguk setuju. "Iya. Aku percaya padamu."


Victor beralih menatap Amara namun Amara terlihat enggan membalasnya.


"Aku tau kau pasti begitu membenciku Amara.."Ucap Victor.


Amara terdiam dan meneguk ludahnya beberapa kali.


"Mungkin kata maaf juga, belum bisa membuatmu bisa menghilangkan kebencian itu. Tapi aku benar-benar menyesali semua perbuatanku, Semuanya, dari awal kebohongan saat kita akan menikah hingga penghianatan yang aku lakukan. Aku benar-benar minta maaf padamu Amara..ampuni aku, agar hidupku kembali terarah dan aku tenang menata masa depan."Terang Victor.


Haikal bisa melihat gurat kesedihan pada Amara. Lalu dengan segera Haikal menggenggam jemari Amara memberi wanita itu kekuatan.


Amara mengatur nafasnya lalu memberanikan diri menatap Victor.


Victor menunduk menerima perkataan Amara.


"Tapi suamiku.."Amara menatap Haikal dengan lekat.


"Mengajariku cara memaafkan, cara melupakan, cara menjadi kuat dan cara menyikapi sebuah masalah. Karna dia aku bisa membuka pintu maaf dengan begitu berat untukmu."Tambah Amara


"Semoga kau tidak mengulangi kesalahanmu, Dan hiduplah normal kembali menuju masa depan."Ucap Amara yang dengan segera meraih tangan Victor.


Victor seketika mengangkat wajahnya menatap lekat amara dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Beri aku ucapan selamat. Karna aku sudah menikah lagi."Canda Amara seraya menrmerbitkan senyum.


Victor turut tersenyum bersamaan dengan air matanya yang turut menetes. " Iya.. Iya. Selamat Amara. Semoga kau bahagia."ucap Victor dengan sebelah tangan mengusap air matanya.


"Kau tidak pantas menangis. Apa kau tidak malu dilihat Gea ??" Amara mencoba membuat Victor tersenyum.


Victor terkekeh dan melihat Gea yang terus digendong Haikal.


"Iya. Maafkan papi nak.."


"Amara.."Panggil Victor.


"Iya."


"Bolehkan aku memelukmu ??" Pinta Victor.


Amara beralih menatap Haikal. Haikal yang begitu bijak menggangguk setuju.


"Ingat Vic, hanya memeluk. Bukan memiliki." ucap Haikal.


"Tentu saja Haikal.. Aku masih sadar akan hal itu"timpal Victor.


Amara membuka kedua tanganya dan Victor memeluk sebentar mantan istrinya itu.


Dari bawah Sindy dan Nindi ikut terharu melihat pemandangan menyedihkan diatas pelaminan.


"Oh.. Buaya itu akhirnya sadar juga."Ucap Nindi.


"Iya. Semoga saja dia betul-betul tobat."tambah Sindy.


.


.


.