
bab 55
.
.
.
Amara selesai menyusun semua barang-barang miliknya. ketukan dipintu tak sama sekali dihiraukan oleh Amara. karna Amara bisa menebak jika itu adalah Victor.
"Bahkan kau tidak merasa malu untuk menemuiku Vic... urat malu mu sudah putus ternyata."Ucap Amara lirih.
Sesekali Amara berusaha menekan rasa sesak didalam hatinya. ia akan berusaha untuk tidak menangis jika berhadapan dengan Victor.
Setelah merasa siap, Amara menarik koper dan juga tas yang siap dislempang dipundaknya. ia segera keluar dari apartemen itu.
Victor yang melihat Amara keluar segera berlari mengejar.
" Sayang dengarkan aku dulu.." Cegah Victor yang hendak meraih koper Amara
" Lepaskan Vic !!! kau tidak tau malu ya ?! bahkan kau masih mau menjelaskan setelah kejadian menjijikan kemarin ??!!!" Tepis Amara
" Sayang.. aku berani bersumpah aku khilaf sayang.. Aku benar-benar terpaksa melakukannya" Victor berkilah.
Amara tersenyum dan menatap kearah lain. "Itu urusanmu. bukan lagi urusanku. Kita akan bertemu dipersidangan." Amara menepis tangan Victor dan hendak kembali melangkah. namun victor tak mau diam saja, ia kembali mencegah langkah Amara dengan menghadap Amara dari depan.
"Sayang fikirkan putri kita..kasihan dia, apa yang akan kita katakan padanya nanti jika kita berpisah ??" Bujuk Victor menggunakan anak mereka.
Amara terua berusaha melangkah.
" Dia akan jadi bahan ejekan teman-temannya karna orangtuanya berpisah." tambah Victor.
Amara terus melangkah tak menjawab.
"Dia akan trauma sayang.. bahkan dia tidak akan mau bersekolah karna setiap hari diejek teman-temannya." Victor kembali beralasan.
" Please Sayang Fikirkan Gea..dia butuh kita berdua.." lanjut Victor.
Amara langsung terhenti dan menatap Victor. "Kau memintaku memikirkan gea ??!!! lalu kau sendiri bagaimana ?!!! Apa otakmu juga memikirkan Gea ??!!! Skandal perselingkuhan kalian sudah menyeruak dimana-mana dalam semalam !!! Apa otakmu bisa berfikir akibatnya saat kau bercumbu dengan Miranda ?!!! hah ??!!! jawab Vic !!! kau bukan hanya menghancurkan rumah tangga kita, kau menghancurkan kepercayaanku Gea dan juga karirku Vic !!! apa kau memikirkan itu ??!!! Jawab Vic !!!!" Amara meluapkan emosinya.
Victor menangis dihadapan Amara hingga bersujud dikaki Amara.
"Maafkan aku sayang.. aku memang bersalah.. maafkan aku.."
Amara sekuat tenaga menahan air matanya. ia segera membuang nafas dan mundur lalu segera pergi dari hadapan Victor.
Victor hendak menyusul namun tiba-tiba kedua tangannya sudah dicekal dua pria berjas.
" Siapa kalian !!?" ronta Victor.
" Dia istriku sialan !! lepaskan aku !!!" Ronta Victor.
" bekerja samalah tuan.jika anda tidak mau terluka." pesan salah satu pria itu lagi.
" Bangsat kalian !!!" Victor diseret berlawanan arah dari Amara melangkah.
.
.
Sesekali Amara memegangi dadanya yang amat sakit dan begitu sakit. berulang ulang ia mengatur nafas agar jangan sampai menangis hingga pintu lift terbuka.
Tanpa sengaja didalam lift ternyata ada jakson yang juga sudah siap dengan kopernya.
Amara langsung tertunduk dan ragu mau masuk kedalam lift itu.
" Am.. masuklah. kau juga akan kembali kan." Tegur Jakson.
" Tapi tuan..-"
" Kita gugat mereka bersama."ucap Jakson dengan serius.
Amara menatap jakson dengan lekat. hingga jakson menggangguk.
"ini semua bukan kesalahanmu..aku tidak marah padamu."Tambah jakson
Amara menunduk seraya mengerjapkan kedua matanya agar tak sampai menangis. lalu menggangguk pelan dan kemudian masuk kedalam lift.
keduanya turun bersama dengan hendak kembali dengan membawa goresan luka dihati masing-masing.
.
.
.
.
Udah yeee.. otornya mau kondangan dulu 😊😊
kembang kopi jangan lupa. ditunggu ya 😁😁🙏🙏🙏
.
.
.