Secret Affair

Secret Affair
dalam kesedihan



bab 51


.


.


.


Dilobby hotel Amara tak sadar saat berpapasan dengan Haikal yang memang menginap dihotel itu.


Kekecewan yang mendalam, rasa sakit yang begitu perih, hingga luka yang amat begitu dalam seolah mengganggu pandangan Amara hingga Amara terus berjalan cepat menuju mobilnya.


Haikal tampak berhenti dan menoleh kearah Amara.


beberapa anak buah Haikal pun nampak keheranan karna bosnya berhenti mendadak. " Tuan ?? ada apa ??"


" Kalian pergilah lebih dulu. Aku ada sedikit urusan." Balas Haikal yang dengan segera menyusul langkah kaki Amara. ia tak mau sampai kehilangan jejak, dua diatara Anak buah Haikal turut serta kemana bosnya pergi sedangkan yang lain mengikuti perintah.


.


.


Ditepi pantai Amara kini berada. terduduk lemas dipasiran dan disaksikan deburan ombak dimana ia menuangkan air mata kesedihannya tanpa seorangpun disisinya.


Haikal hanya memperhatikan dari jauh seraya bersandar dimobilnya. lalu berkata pelan pada Anak buahnya.


"Blokir tempat ini. jangan ada yang boleh kemari siapapun itu." perintahnya.


" Tapi tuan..-"


" Kenapa ??!!! berapapun uang sewanya akan aku berikan !!" Timpal Haikal dengan terdengar kesal.


" Baik.tuan." Dua anak buah Haikal berlari melaksanakan apa yang diperintahkan.


Amara terus menangis terisak dengan tergugu. ia pun melepas cincin pernikahan yang selama ini amat ia jaga.


jika mengingat apa yang dilihat tadi, luka terus terasa tersiram air garam yang begitu perih.


Terluka sedalam-dalamnya, hingga terhianati sedemikian rupa, seolah membuat Amara merasa menjadi wanita paling bodoh didunia.


Haikal tanpa sadar memegangi dadanya. entah mengapa melihat Amara terus terisak begitu menyentuh hatinya yang ikut sesak juga.


Hingga saat mendengar Amara mengatakan Victor, Haikal pun sangat yakin jika Victor telah memberi luka pada Amara tangan Haikal terkepal kuat.


" Cari tau ada apa dengan wanita itu ??!! titik pertemuannya dihotelku tadi. Cari tau apa saja. dan apa yang terjadi disana." perintah Haikal.


" Siap tuan."patuh. anak buah Haikal langsung mengikuti perintah atasannya.


Haikal membuang nafasnya dengan kasar. ingin sekali ia berlari mendekati Amara dan menghibur Amara. Namun mengingat status Amara yang masih menjadi istri orang dan dengan masalah rumah tangga yang sedang dihadapi Amara, Haikal masih terus bberusaha menahan diri. setidaknya Haikal hanya bisa berjaga agar Amara tak sampai depresi dan memikirkan hal yang tak diinginkan


Amara melempar cincin yang yang ada digenggamannya keLaut dengan Berteriak sekeras-kerasnya, lalu kemudian tubuh Amara ambruk dipasir putih itu.


.


Dilanda kekecewaan tak hanya dirasakan Amara. Jakson pun tengah melampiaskan rasa sakit, amarah, kecewa, dan terluka pada minuman disebuah Bar.


jakson tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, tapi kini akibat penghianatan yang dilihat didepan mata membuat Jakson begitu rapuh hingga hanya dengan minuman haram itu Jakson bisa melupakan semuanya.


Beberapa wanita penghibur mencoba mendekati Jakson yang memang sendiri.


" mau ditemani baby.."Rabaan tangan dari wanita seksi nan cantik bergerilya ditubuh Jakson.


Dengan tajamnya Jakson menatap Wanita yang dengan pedenya duduk dipangkuannya.


Sudut bibir jakson terangkat. dalam matanya Wanita dipangkuannya itu adalah Miranda.


"Ternyata seperti ini pekerjaanmu ?? Berapa tahun kau menipuku Mir ??" Ucap Jakson dengan air mata yang mengalir dikedua pipinya.


Wanita seksi itu mengusap air mata Jakson."Disini kesedihanmu akan hilang baby.."


namun dengan cepat senyum jakson terhenti dan mendorong wanita yang ada dipangkuannya.


" Enyah kau ****** !!!"


" Aww !!" pekik wanita itu.


tanpa peduli jakson langsung pergi dari duduknya.


.


.


.