Secret Affair

Secret Affair
Calon istri



bab 89


.


.


.


.


Pelukan pun terlepas seiring dengan candaan mereka. Amara yang menatap kearah suami Sindy langsung tercengang saat mendapati Jakson dan Nindi yang juga berada disana.


Sontak Amara melirik Ani, sindy dan Nindi bergantian. Seolah meminta penjelasan.


"Nin.." Panggil Amara.


Nindi tersadar dari lamunannya. "oh am.."Nindi berjalan menghampiri Amara dan segera memeluk sahabatnya itu.


" Sorry.. Ini diluar dugaan. Dia mau menemui klien disini.."bisik Nindi berusaha menjelaskan.


Amara tak menjawab. Ia melepas pelukan Nindi seraya tersenyum kearah sahabatnya itu.


" Apa kabar Am ?? Lama tidak berjumpa ??" sapa Jakson seraya mengulurkan tangannya.


Amara terlihat menerima uluran tangan Jakson. "Saya baik tuan. Bagaimana dengan anda."


" Aku jauh lebih baik. Ternyata disini kau tinggal ??" Ucap Jakson.


Amara melepas jabatan tangannya dengan Jakson. "Iya."


Kecanggungan terjadi disana. Sindy dan Ani saling tatap takut jika sampai Amara memarahi mereka.


Namun semua dikejutkan dengan Kedatangan seseorang yang bersuara mengejutkan. "Sayang.. Temanmu sudah datang ?!!"


Semua mata menatap kearah Haikal yang berjalan santai mendekati Amara.


Amara membulatkan matanya. "apa tadi ?? Dia memanggilku sayang ??!! Oh.."


Haikal menatap semua yang ada disekeliling Amara termasuk Jakson.


" Tuan Haikal ?? anda juga disini ??" Tegur Jakson yang langsung berjabat tangan dengan Haikal. Dengan senang hati haikal menerima jabatan tangan itu.


Lalu setelah terlepas Haikal mendekati Amara dan dengan tenang Haikal meraih pinggang Amara hingga berdempetan dengannya. "Tentu saja. Saya mengikuti keinginan calon istri saya." ucap Haikal dengan jelas.


Sindy dan Ani bahkan Nindi begitu amat terkejut. mereka sampai tak sadar membuka mulutnya karna rasa tak percaya.


"Calon istri ??" Jakson seolah tak percaya. Karna Amara hanya diam tanpa ekspresi sejak tadi.


Haikal mengalihkan tatapannya hingga bertemu dengan mata Amara yang terlihat begitu tak terima.


" Ka..-"


"Iya sayang.. Kau kan bilang akan menjemput teman mu.. Aku pasti akan selalu menemanimu.. Cupp" Haikal mengecup pipi Amara dengan sunggingan senyumnya. Mata Amara seolah akan loncat dari tempatnya saat Haikal dengan berani menciumnya, bahkan dihadapan teman-temannya.


Jakson mengalihkan pandangan kearah lain.


" Baiklah. Saya permisi dulu tuan Haikal. Saya sudah ada janji dengan seseorang."Pamit jakson.


" oh.. iya, silahkan tuan. Saya fikir teman calon istri saya termasuk anda."Balas Haikal.


"Saya hanya kebetulan saja kemari. Tidak disengaja."Ucap Jakson yang segera menarik kopernya lalu buru-buru pergi dari sana.


" tuan tunggu !! Am.. Aku ikut bos dulu ya, nanti jika sudah selesai pertemuannya aku akan menyusul kalian.. Bye.." Nindi melambaikan tangan seraya berlari mengejar langkah kaki Jakson.


Sindy dan Ani jangan ditanya lagi. Mereka masih dalam mode terkejutnya. Bahkan menatap Amara dan Haikal bergantian seolah tak percaya. Selama ini Amara tak pernah bercerita tentang pasangan saat mereka melakukan panggilan.


"Baiklah.. Emm.. Tuan silahkan.. Sopir saya sudah siap mengantar anda.." Haikal mempersilahkan suami Sindy.


" Oh iya tuan.. Mari.." Suami sindy segera mengikuti Haikal menuju mobil. Dan meninggalkan Amara serta sindy dan Ani.


" Am.." Panggil sindy.


" kau harus jelaskan semua ini pada kami am." Tambah ani.


"Mommy.. Come on.. Aku sudah ingin bertemu Gea.." putri kecilnya Sindy terlihat merengeek.


" Oh.. Fia.. How are you girl.." Amara menyapa Fia putri kecil sindy.


" I'm Fine Aunty.. Gea mana ?? Kok nggak ikut jemput ??" tanyanya.


" Gea masih sekolah. Nanti kalian pasti ketemu. Yuk Kita kerumah Aunty dulu.." ajak Amara.


" Oke.." Fia nampak segera meraih jemari Amara dan berjlalan meninggalkan sindy dan Ani.


"Amara menghindar.. apa benar mereka menikah ??" Ani menatap sindy.


Sindy hanya bisa menggeleng pelan. " jika benar syukurlah. Setidaknya Amara sudah move on dari bajingan sialan itu."


.


.


.


.