
Bab 112
.
.
.
Braakkk !!!
Semua karyawan melihat kearah meja Victor yang sengaja menggebrak meja dengan kuat meluapkan kekecewaan dan kekesalan yang mendalam.
"kau kenapa Vic ??" tegur Yusuf dengan wajah terkejutnya.
Dada Victor naik turun seraya menatap Yusuf.
"Aku mau Resign !!" Sentak Victor seraya membereskan meja kerjanya.
"Loh.. Kenapa ?? Apa ada masalah ??" yusuf semakin tak mengerti.
Victor tak menjawab. Ia langsung membawa tas kerjanya keluar dari kantor itu.
"Vic.. Victor !! Vic !!" Panggilan Yusuf sudah tidak didengarkan Victor lagi.
Yusuf hendak mengejar namun pekerjaannya terlalu banyak.
Victor terus mempercepat langkahnya tanpa membalas sapaan dari rekan kerjanya yang ada dikantor.
.
.
Sementara Haikal.hanya bisa menatap Victor dari jendela kacanya. Ia bisa melihat dengan jelas Victor dari sana yang terlihat sudah keluar dari lobby kantor.
"Kau tetap sama Vic, tidak mau kalah dan terlalu serakah."Gumam Haikal seorang diri.
.
.
.
Sepanjang jalan didalam mobil taksi Victor hanya bisa terdiam.
Entah apa karna fikirannya sedang buntu atau karena Emosi sesaat, Victor malah meminta supir mengantarnya kerumah Haikal guna menemui Amara.
Tiba didepan rumah besar Haikal, Victor langsung turun dan membunyikan bel hingga beberapa kali.
Penjaga pun terlihat berlari menghampiri. "Cari siapa tuan ??" tanyanya.
"Saya mau bertemu Amara. Buka pintunya."Ucap Victor dengan tegas.
"Maaf, anda siapanya Nona Amara ?? Dan lagi, Nona tidak berpesan akan kedatangan tamu ??" Balas sang penjaga.
"Aku bilang buka pintunya !!!!"Bentak Victor dengan emosi dan memukul pagar besi itu.
Braakk !!!
"Tuan.. Tolong jangan buat keributan disini."
"Sialan !!! Makanya buka pintu ini !!! Biarkan aku bertemu Amara !!!" masih dengan emosi yang meledak-ledak Victor terus ngotot ingin bertemu Amara.
"Saya coba tanyakan beliau dulu. Anda silahkan tunggu."Ucap sang penjaga.
Victor membuang tatapannya kesisi lain dengan mendegus kesal.
Beberapa penjaga yang lain terus memperhatikan Victor.
"Sialan Haikal !!! Dia beraninya keroyokan !!!" umpat Victor dengan kesal.
.
.
Terlihat Penjaga berlari kecil menghampiri Amara.
"Nona Amara.."
Amara segera menoleh. "Ada apa pak ??"
"Apa Nona ada janji dengan orang ?? didepan ada orang memaksa ingin menemui Nona."Tutur Penjaga.
Amara saling tatap dengan Rebecca. "Siapa Am ??" Tanya Rebecca.
"Aku juga tidak tau. Aku tidak janjian dengan siapapun."Balaa Amara.
"Orangnya memaksa Nona. tadi sempat marah-marah juga."Timpal Penjaga.
"Baiklah. Aku lihat dulu." Amara hendak keluar.
"Am.. Jangan keluar ah, Nanti kalau dia orang jahat bagaimana ??"Cegah Rebecca.
"Tenanglah Re, Diluar kan banyak penjaga." Amara menurunkan tangan Rebecca. Lalu segera melangkah keluar.
Wajah Rebecca begitu kawatir mengingat siapa sang bosnya. "Aku telfon bos saja."Rebecca buru-buru meraih ponsel guna memberi kabar pada Haikal.
.
.
Amara terus mendekati gerbang dan bersamaan dengan Victor yang membalikkan tubuhnya menghadap Amara.
"Kau ??? Untuk apa kemari ??" Tanya Amara dengan wajah datarnya.
"Kita perlu bicara" balas Victor.
"Bicara apa ?? Kita tidak ada hubungan lagi Vic, Kau sebaiknya pulang saja. Suamiku bisa marah jika melihat kau kemari."Timpal Amara.
"Cih !! Aku tidak menyangka kau menjadi murahan begini Amara.."Ejek Victor karna emosi dan kekecewaannya Victor tak bisa mengontrol mulutnya.
"Apa maksudmu ???" Amara mulai terpancing emosinya.
"Kau kumpul kebo dengan mantan kekasihmu dan berdalih sudah menikah !!! Padahal undangan pernikahan baru saja tersebar kan ??!! Sebegitu murahnya kau sekarang Amara, ?? Sampai kau rela tinggal disini tanpa ikatan jelas ??!!! Sudah berapa kali kau melayani Haikal disini ?? Hah ?? Berapa kali ??" Celoteh Victor dengan luapan kekalutannya. Sementara Amara jangan ditanya lagi, Tangannya sudah terkepal kuat dengan hinaan dari mulut mantan suaminya.
Dan..
Plaakkk !!!!
.
.
.
.
Syukurin 😁😁😁
Yuk Karungin Victor sama-sama 🙈🙈🙈
.
.
.