Secret Affair

Secret Affair
Maaf sudah membuatmu tidak nyaman



bab 37


.


.


.


Amara yang enggan menanggapi ejekan miranda tentang Haikal tadi memilih menyusul suaminya saja. sementara Jakson dan Miranda masih setia diVilla itu.


Entah apa yang akan dirasakan Amara kali ini, seharusnya ia bahagia karna ia berhasil mendapat tanda tangan Klien, tapi disisi lain kenapa harus Mantan ?? Neberapa kali Amara menyadarkan otaknya agar tidak terus memikirkan Haikal, sampai-sampai langkah Amara juga terlihat tak bersemangat, hingga ia tidak sadar sejak tadi diperhatikan seseorang.


" Apa kabar Amara..." Suara yang sangat familiar terdengar jelas ditelinga Amara. Sontak Amara menoleh kesisi kiri hingga membuat matanya membulat.


Haikal berjalan mendekat dengan senyum keramahannya. "Apa kabar denganmu ??" Ulang Haikal.


Amara meneguk ludahnya cukup kasar karna dirasa sangat sulit. "Aku..aku..baik."Jawab Amara dengan singkat. bahkan Amara nampak enggan menatap Haikal.


" Maaf sudah membuatmu tidak nyaman. Aku akan bersikap biasa lain waktu, karna sepertinya kita akan sering bertemu."Ucap Haikal.


" Itu harus. Kita harus profresional."timpal Amara dengan cepat.


Haikal.menggangguk. "Baiklah...aku pergi dulu, aku hanya ingin menyapamu. salam untuk Victor dan Putri kecilmu." pamit Haikal yang hendak melangkah.


Amara yang sejak tadi ingin bertanya sesuatu akhirnya dilontarkan juga. "Haikal tunggu ?!!"


Haikal terlihat berhenti dan kembali menoleh. Dengan segenap.keberaniannya Amara mendekat. "Ada yang mau aku tanyakan"


" Apa ??" Haikal nampak tenang.


"Iya, kau benar. terima kasih masih mengingatku. jika tadi kau tidak disisi tuan Jakson. mungkin aku masih ragu untuk menyetujuinya. karna kau aku langsung setuju. Bukan karna empati atau apapun, tapi aku memgenalmu sangat jauh, aku tau kau tidak akan menyianyiakan kesempatan emas seperti ini dengan sebuah hal yang tidak istimewa." Terang Haikal dengan Jelas.


"Jangan terlalu difikirkan. Kau usahakan saja yang terbaik. aku pasti setuju apapun asal darimu semua idenya."Tambah Jakson.


" Tidak boleh begitu !!? Haikal, Kenapa kau tidak berubah ?? Kenapa semua keinginanku selalu kau wujudkan ?!!! lihatlah dirimu dan fikirkan juga dirimu ?!! Jika memang aku tidak layak aku juga tidak apa-apa..!!?" Amara begitu merasa bersalah. apalagi mengingat masa lalu mereka.


Haikal tersenyum dan tetap santai. "Aku terus memikirkan diriku Amara..Jika aku tidak memikirkan diriku, mungkin aku langsung bunuh diri saat kau memilih menikah dengan Victor." Canda Haikal.


"Haikal..-"


" Sudahlah.. masa lalu jangan dibahas. aku menyapamu karna aku mau memberitaumu untuk biasa saja jika kita bersama dalam segala urusan pekerjaan nantinya. Aku tidak mau atasanmu, bahkan istri atasanmu berfikir yang macam-macam. Kita sudah sepakat akan menjadi teman kan dulu ?? meski tidak bisa bersama setidaknya melihat kau bahagia dan sehat, aku sudah bahagia juga."Jelas Haikal.


" suamimu sudah menunggu.. aku duluan ya ??" Haikal melenggang masuk kedalam lagi meninggalkan Amara yang mematung dengan mata yang berkaca-kaca.


Sementara Miranda yang menguping sejak tadi cukup penasaran, seberapa dekat hubungan Amara dengan Haikal.


" Apa mereka pernah pacaran ?? atau lebih ??" Gumam Miranda seorang diri.


Seketika pula sudut bibirnya terangkat. "Aku akan mulai memberi rumah tangga kalian sedikit warna dan bumbu .Victor pasti tidak tau jika Amara bertemu pria masa lalunya disini.." Gumam Miranda lagi yang dengan cepat pergi dari sana. ia tak mau Sampai ketahuan menguping pembicaraan Amara.


.


.


.