Secret Affair

Secret Affair
Siapa yang membawa saya kemari



bab 53


.


.


.


Bias sinar mentari yang masuk melalui jendela kaca besar membuat kesadaran Amara terkumpul. perlahan Amara membuka matanya meski terlihat sangat kesulitan akibat Terpaan cahaya matahari yang sudah meninggi itu.


Dengan mengerjapkan mata Amara menajamkan penglihatannya.hingga saat matanya sudah terbuka sempurna, Amara begitu terkejut dengan posisinya yang terbaring disebuah ranjang besar dan saat netranya mengedar ternyata ia ada diaebuah kamar asing nan megah dan mewah.


segera Amara bangkit dari tidurnya.


"Aku dimana ??" Tanya Amara sendiri.


hingga pintu kamar itu terdengar terbuka dan tak lama seorang wanita muda berseragam serba hitam masuk dengan senyum keramahannya. "Selamat pagi Nona..Anda baru bagun ??" Sapa pelayan.


" kau siapa ??" Tanya Amara yang masih kebingungan.


"Saya pelayan diVilla ini Nona."Jawabnya.


" Vi..villa ?? Saya sekarang diVilla ??!!" Amara begitu terkejut. bagaimana ia sampai diVilla sampai Amara berlari menuju jendela kaca yang terbuka.


n



penampakan Villa nya Haikal 😊😊


"Bagaimana aku bisa sampai disini ??" Gumam Amara yang terus mengingat kejadian semalam.


"Nona mau mandi ?? mau saya siapkan air hangat ??" Tawar sang pelayan.


"Em.. tunggu. boleh saya tanya ??" Amara berbalik dan mendekati pelayan.


"Silahkan Nona."


"Siapa yang membawa saya kemari ?? Maksud saya ini Villa milik siapa ?? " Amara bertanya dengan sangat ingin tau.


dengan keramahaannya pelayan menjelaskan. "Nona semalam pingsan. dan tuan Haikal yang membawa Nona kemari, baju Nona kotor jadi tuan meminta saya membersihkan tubuh Nona dan juga mengganti pakaian Nona, pakaian.Nona.sudah kami cuci dan sudah kami siapkan.. untuk Villa, Ini properti milik tuan Haikal juga Nona."


Amara pun nampak melongo mendengar penjelasan dari pelayan.


"Nona sudah ditunggu tuan Haikal dibawah untuk sarapan. jika ingin mandi saya siapkan air hangatnya Nona." Tawar sang pelayan lagi.


hal.itu segera menyadarkan Amara. "Tidak..tidak.. em.. saya mau bertemu Haikal saja. em..maksud saya tuan Haikal."Amara kebingungan.


" Baiklah. Mari silahkan Nona.."Amara dibukakan jalan oleh pelayan.untuk berjalan lebih dulu.


.


.


Sang pelayan berjalan mempersilahkan. " Mari Nona.."


" permisi tuan. Nona sudah bangun dan ingin menemui anda.." sapa sang pelayan pada Haikal.


Haikal menggangguk dan segera berdiri. membalikkan tubuhnya menatap Amara yang bertelanjang kaki serta masih memakai piyama tidur yang menatapnya seakan tak percaya.


Haikal menerbitkan senyum agar Amara tak canggung. "kau sudah sadar ?? kemarilah untuk sarapan."


Amara mengerjapkan kedua matanya dan segera mendekat.


"Kau ?? em.. maksudku anda yang membawa saya kemari ??"


"Panggil Haikal saja. Kita sedang tidak bekerja. ayo duduklah.."Haikal mempersilahkan Amara untuk duduk.


Amara duduk dengan cukup ragu disisi Haikal.


"Kau sudah lebih baik ?? pelayan bilang semalam kau menangis terus saat tidur." tanya Haikal.


Amara tertunduk seraya membenarkan anak rambutnya yang terjatuh. ia langsung teringat skandal perselingkuhan Victor dan Miranda yang ia temukan semalam.


" kuatkan hatimu..Mungkin ini ujian pernikahan kalian."Ucap Haikal lagi.


" Kau tau ??"Amara bertanya.


Haikal menerbitkan senyum seketika. "Aku juga menginap dihotel dimana suamimu cek in."


Amara memejamkan matanya. mendengar kata cek in sungguh membuat hatinya amat sesak dan sakit.


" Terima kasih. sudah menolongku.."Kata Amara lirih.


"hanya kebetulan aku ada dipinggir pantai dimana kau pingsan." balas Haikal.


" Aku sangat memalukan ya ??" Amara berkata.


" Itu wajar kau lakukan. setidaknya kau sudah tidak terlalu sedihkan sekarang."Tutur Haikal.


" Iya. kau benar. aku harus pulang kejakarta. Kasihan anakku.."ucap Amara. terlihat ekspresi kesedihan diimatanya. Haikal pun bisa melihat itu.


" Lakukan apapun untuk menghukum Victor jika memang dia bersalah bagimu, tapi kau juga tidak salah jika memaafkan dia, demi putri kalian Sebagai alasan. Tapi semua keputusan ada ditangamu. Kau berhak bahagia juga. jangan takut mengambil keputusan, ikuti saja kata hatimu." Nasehat Haikal.


Amara tersenyum tipis. " Terima kasih..kau selalu bijak sejak dulu.."


Haikal hanya membalas anggukan saja. ia juga tak mau berceloteh terlalu banyak disaat Amara masih dalam keadaan sedih seperti itu.


.


.


.