
Bab 118
.
.
.
Disini. Ditepi pantai bersamaan dengan tenggelamnya matahari Victor begitu merutuki kehidupannya yang menjadi kacau dan tak terarah. Perpisahan dengan Amara ternyata malah memasukkannya kelubang penyesalan terdalam.
"Ini kah karma yang sering dikatakan banyak orang ??" gumam Victor setelah mengusap beberapa kali wajahnya
"Dosaku..inikah balasan yang harus aku jalani ??" Lagi Victor berbicara pada dirinya sendiri.
Sesak didada ditekan kuat oleh Victor seraya memejamkan mata. Benar kata pepatah tidak ada penyesalan diawal, penyesalan selalu diakhir kisah seseorang.
Victor tertidur disana sampai malam menjelang, tak ada niat Victor untuk pulang kerumah bibi may lagi, apalagi sampai melihat dan bertemu Miranda, rasanya Victor tak sanggup.
.
.
Sementara Miranda yang begitu marah karna Victor mengabaikan panggilannya memilih pergi juga dari rumah. Tujuannya tak lain adalah apartemen pemberian Hadi, Tak lupa ia juga mengabari Hadi agar menemuinya.
"Hanya masalah seperti ini dia sudah pergi ?? Dia fikir pria terbaik cuma dia ??!! Aku sangat menyesal kenapa dulu memilih dia !!" Gerutu Miranda dalam taksi.
.
.
Telinga Victor begitu diganggu dengan dering ponselnya. Ia segera meraih ponselnya dengan malas.
Sebuah nomer yang tak dikenal bisa terlihat dilayar ponselnya.
"Siapa ini ??"gumam Victor yang penuh malas menggeser tombol hijau.
"Halo. Siapa ini ??!!" Tanya Victor tanpa basa basi.
"Kami dari Hunian Apartemen Horison tuan. Anda diminta datang untuk interview sesuai surat lamaran anda pagi tadi tuan."Terang suara wanita disebrang.
" Horison Apartemen ?? Ok..ok.. Saya kesana sekarang." Victor langsung beranjak dari duduknya. Ia sampai terlupa jika pagi tadi mengirim lamaran kerja Ke Horison Apartemen.
"Syukurlah aku langsung dapat pekerjaan. Semoga lancar. Semangat Vic.."Victor menyemangati dirinya sendiri lalu segera pergi dari tepi pantai itu menuju Horison Apartemen.
.
Sebuah Hunian Apartemen mewah tepat berada didepan mata Victor. dengan semangat Victor memasuki Apartemen itu.
"selamat malam tuan. Ada yang bisa dibantu ??" Sapa sang resepsionis.
"Saya Victor. Saya tadi dihubungi untuk interview sesuai lamaran kerja saya pagi tadi."Balas Victor.
"Oh.. Baik. Mari silahkan saya antar keruangan supervisor."Salah satu resepsionis segera mempersilahkan Victor mengikutinya.
Victor pun patuh dan mengikuti wanita cantik itu.
Perjalanan Victor tak sengaja melewati Restoran mewah didalam Apartemen itu.
"Ini resto kami tuan."sang resepsionis memperkenalkan.
"Iya.."Victor segera menatap kearah lain. Namun Tatapannya kembali terarah pada Meja Para penghuni Apartemen yang tengah makan malam disana.
"Miranda..."Gumam Victor yang tanpa sadar langkahnya terhenti.
Sang resepsionis memasuki lift seraya memanggil Victor. "Tuan. Mari silahkan,"
"Oh.. Iya."meski berat ingin sekali menegur Miranda yang bersuapan mesra dengan pria namun pekerjaannya juga lebih penting dari itu.
Victor pun masuk kedalam lift dengan fikiran bercampur aduk.
Tak butuh waktu lama, Victor sudah menyelesaikan interviewnya. Dan tanpa diduga, ia diterima sebagai operator server diapartemen itu. Senyum sumringah terlihat jelas diwajah Victor saat keluar dari ruangan atasannya. Meski bukan jabatan yang tinggi, setidaknya ia sudah bekerja kembali.
saat tiba diLift Victor teringat miranda. Ia ingin sekali menangkap basah wanita yang telah membohonginya itu. "Aku yakin dia masih disini."Gumam Victor. Yang segera menekan tombol lift menuju ruangan operator server bagian CCTV.
Tiba disana, Victor masuk dan memperkrenalkan diri.
Atas ijin Rekan disana, Victor begitu mudah mengakses mencari keberadaan Miranda setelah dari Restoran.
"apa kalian mengenal pria yang bersama istriku ini ??" tanya Victor pada rekan barunya.
"Dia tuan Hadi..pemilik hunian nomer 1222 lantai 12 dia juga investor di Hunian ini."Balas rekan Victor.
"Nomer 1222 lantai 12 ya ??" Victor tak menunggu apapun, ia segera memutar tubuhnya dan berlari kecil menuju nomer kamar yang dimaksud. Seakan ingin membuktikan kebohongan Miranda, rasa cinta yang dulu dipertahankan kini menjadi sebuah rasa sesal yang teramat dalam.
..
.
.
.