
bab 62
.
.
.
" Papi ??" Gea menegur Victor yang ada didepan pintu rumah da entah sejak kapan.
"Gea sayang.. tidak rindu dengan papi ??" Victor membuka kedua tangannya.
Gea terlihat begitu ragu. meski ia belum terlalu tau, setidaknya ia tau jika mami dan papinya sedang tidak baik-baik saja. Gea menatap Amara yang memalingkan wajah kesisi lain lalu kembali kearah Sang papi.
"Papi baru pulang ?? Kenapa papi bisa masuk tivi ??" Gea mengutarakan rasa ingin taunya.
Victor menerbitkan senyum tipis seraya mendekati Gea.
Amara yang memang sudah enggan berdekatan dengan Victor memilih masuk kedalam rumah.
"Maafkan papi nak.. papi tau papi sudah bersalah.."Victor membelai rambut Gea.
"Jadi berita ditivi itu benar ?? papi yang buat mami nangis ??" Gea mundur seketika.
"Tidak semua benar nak..Papi..-"
"Papi pergi saja !!!" Gea seketika berlari masuk kedalam rumah.
"Gea sayang !! tunggu nak.. papi mau menjelaskan sesuatu.." Victor hendak masuk, namun dengan cepat Gea menutup pintu rumahnya.
Diujung tangga Amara hanya bisa menatap nanar sang putri yang terlihat begitu sedih.
" Gea sayang.."Panggil Amara.
Gea sontak berlari kearah sang mami dan memeluk maminya dengan erat. tanpa berkata tanpa menangis, Gea kecil sungguh kekuatan bagi Amara.
.
.
Malam pun tiba, Gea yang siap tidur tak lupa menggosok gigi dan juga berganti baju dengan ditemani bik Jiah .
Bik jiah pun terlihat membantu Gea naik keatas ranjang dan membenahi selimut dan juga Bantalnya.
"Nona kecil.. malam ini tidur sama Bibi ya ?? Maminya pasti lelah."Ucap Bik jiah.
" Iya Non. ada apa ??" Tanya Bik jiah penuh kasih sayang.
"Bibi tau tidak beritanya papi ?? ditivi ?? "Tanya Gea.
Bik Jiah begitu giguk hendak menjawab apa. takut jika salah. "Bibi tidak pernah nonton tivi Non. jadi tidak tau."
" Bibi..Selingkuh itu apa ?? pacaran sama orang lain begitu ya ??"Kembali pertanyaan Gea membuat Bik Jiah kebingungan.
"Nona tau dari mana kata-kata begituan ?!!"Tanya Bik Jiah balik.
"Teman disekolah bilang kalau papi selingkuh. terus beritanya masuk tivi."Jawab Gea dengan jujur.
Bik jiah memejamkan matanya.
" Nona.. kelak kalau nona sudah besar nona akan tau sendiri. Sekarang yang penting Nona sekolah yang rajin dan bisa meraih cita-cita. katanya Nona kecil mau kayak Mami."nasehat Bik jiah.
Gea tak puas dengan jawaban pelayan dirumahnya itu.
"Sudah sekarang tidur ya..Bibi temani.."tambah bik jiah.
Gea menggangguk pelan lalu mulai memejamkan matanya. usapan lembut yang diberikan Bik jiah berhasil membuatnya tertidur.
"kasihan sekali kau nak..Karna kelakuan papimu kau jadi begini.. bibi tau kau pasti diejek temen-temanmu disekolah.. kau anak yang kuat Nona kecil.. semoga kau dan Mamimu bisa menjalani semua ini dengan hati iklas dan tegar.." batin bik Jiah yang begitu menyayangi Gea.
.
Hingga malam tiba, Miranda dan Victor tak saling bertemu. Victor bingung hendak kemana. sebab Ia ditolak dimanapun, beberapa teman dekatnya bahkan tidak mau ia tumpangi untuk tidur malam itu.
bahkan kantor dimana ia bekerja sudah memecat dan memboikot namanya, hingga Victor tidak akan bisa lagi menjadi seorang jurnalis akibat skandalnya yang terbongkar.
Dengan wajah frustasi Victor berjalan ditrotoar jalanan dengan sesekali mensyugarkan rambutnya. "Aku tidak menyangka hidupku akan begini.." Gumam Victor sendiri.
"Miranda.. kau dimana ??!! kenapa kau meninggalkanku disaat seperti ini !!!" Victor mencoba kembali menghubungi Miranda namun tetap tak ada jawaban.
"Ahhh !!! sialan !!! Awas saja kau Miranda !!!" Umpat Victor dengan kesalnya.
.
.
.