Secret Affair

Secret Affair
Drama



bab 31


.


.


.


Victor nampak buru-buru membenahi reslitingnya, sumpah demi apapun ia hampir saja terperajak karna terkejut, Namun Sebisa mungkin Victor menutupinya.


"Tadi sakit sekali, setelah lega dan keluar semua aku sampai terlupa. maaf ya sayang.." ucap Victor setelah selesai.


Amara mengembangkan senyum seraya kembali mengusap wajah hingga leher Victor dengan tisu. "Aku faham, tidak perlu seperti itu. aku hanya kawatir padamu."


Perhatian Amara kembali terarah pada kerah kemeja putih Victor yang seperti terkena noda bibir merah.


Amara mempertajam penglihatannya, jantungnya berdetak tak menentu lagi saat yakin jika yang dilihat adalah bekas bibir merah, yang sangat pasti milik seorang wanita.


Susah payah Amara menelan ludahnya, menolak fikiran negatif yang terus meracuni fikirannya.


Victor Yang sadar Amara berhenti mengusap wajahnya, segera menoleh kesisi dimana sang istri berada. tatapan yang sulit diartikan Victor terlihat jelas dimata Amara.


"Sayang.. kau kenapa ??" Tanya Victor ragu. ia sangat takut sekali istrinya curiga.


Amara segera tersadar dan mengatur nafasnya yang amat sesak.


"Kau sebenarnya dari mana ??" sebuah pertanyaan akhirnya keluar dari mulut Amara.


Victor menetralkan diri agar bisa memberi alasan yang tepat. "Aku ?? tentu saja dari toilet sayang..perutku mulas makanya sedikit lama. ada apa ??"


"ada Noda bibir dikerah bajumu."Balas Amara yang dengan segera membuang wajah kesisi lain.


Sontak mata Victor membulat, "sial !!" Umpat Victor


" Oh ini.. sayang jangan curiga dulu..dengarkan aku" Victor meraih jemari Amara, meski nampak kesal Amara berusaha mendengarkan.


Amara melepaskan genggaman tangan Victor. "Sudahlah..tidak perlu. aku akan berusaha percaya." balas Amara yang masih nampak kesal. meski alasan Victor masuk akal, tapi entah mengapa hati Amara seolah belum bisa percaya.


Jakson yang sadar sang istri belum.kembali dari toilet hendak menyusul, namun baru saja Jakson hendak berdiri, Miranda sudah tiba ditempat duduk mereka.


"Are you ok honey ?? kau lama sekali ditoilet ??" Tanya Jakson suaranya sedikit keras hingga telinga Amara bisa mendengarnya. Sontak Amara langsung menoleh kal mendengar kata 'toilet'.


Miranda nampak tersenyum santai lalu duduk sembari memegangi lengan Jakson agar turut duduk.


" Sedikit antri tadi. aku juga..-" Miranda membisikkan sesuatu pada Jakson.


" Benarkah ?? lalu kau membawanya kan ??" Tanya Jakson penuh kawatir.


" aku bawa, tapi dikoper kita. tadi aku meminta pada pramugari." Jawab Miranda seraya berbisik pada Jakson lagi.


" Syukurlah.."Balas Jakson yang sebenarnya sedikit kecewa, sebab kepergian mereka keBali berniat untuk honeymoon, namun nyatanya tamu bulanan istrinya datang disaat yang tidak tepat.


Miranda bergelayut manja dilengan Jakson. "Maafkan aku..jika aku bisa aku juga tidak mau dia keluar sekarang.."


Jakson mengecup kening Miranda dengan penuh cinta. "Biarkan saja. itu kan memang kodrat wanita. Aku sabar menunggu honey.."


" Kau terbaik Jakson.." Balas Miranda seraya menengadah hingga sebuah kecupan mendarat sempurna dibibir Miranda.


Kedua tersenyum bersama, seolah tak ada masalah atau apapun.


Sementara Amara malah berfikir yang macam-macam bahkan sesuatu yang negatif, apalagi Amara baru menyadari bibir Miranda yang memakai lipstik merah, mata Amara bergantian menatap bibir Miranda dan juga noda dikerah baju Tio.


"Mungkinkah ?? Tapi..itu tidak mungkin..!!!?" Batin Amara


.


.


.