
Bab 127
.
.
.
Tatapan mata mata yang saling beradu benar-benar membuat Amara terbuai. pria yang dulu hanya ada dalam mimpinya kini nyata telah menjadi suaminya.
Kebohongan yang terpendam lama kini terkuak dengan sendirinya.
Mengingat semua itu Amara tiba-tiba meneteskan air mata.
Hal itu membuat Haikal langsung kawatir. "Kenapa menangis ??"
Amara segera mengusap air matanya yang terjatuh. "ini tangisan bahagia..aku..aku.. Masih tidak percaya kita sudah menikah.."Amara tertunduk sesenggukan.
"Hey sayang.. Please jangan menangis, aku tidak bisa melihat kau menangis.."Haikal menarik Amara dalam pelukannya.
Usapan lembut penuh kehangatan bisa dirasakan Amara hingga membuat dirinya tenang.
Haikal memegangi kedua pipi Amara seraya berkata. "Jangan pernah ingat lagi masa lalu. Kita dulu sudah melalui semuanya dengan sangat sulit, aku sadar mungkin karna dosa besar yang kita lakukan, makanya Tuhan menguji kita seperti itu. Mulai sekarang kita hanya perlu menata masa depan, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati pada Tuhan."
Amara menggangguk dengan senyum terhias diwajahnya. "Aku sangat beruntung bisa diberi kesempatan bersama denganmu.."
"Tentu saja."Canda Haikal. Keduanya terkekeh bersama.
"Jadi bisa dilanjut ??" Goda Haikal seraya memainkan kedua alisnya.
"Kau kan belum mandi.."Timpal Amara.
"Buat apa. Nanti kita juga berkeringat lagi, dan mandi lagi.. Tanggung.."balas Haikal.
"Kenapa kau tidak canggung bicara begitu ??"
"Tidak tau. Mungkin karna cintaku padamu yang begitu besar.."Haikal semakin mendekatkan tubuh Amara hingga menempel didadanya.
Terasa sekali Dada kenyal Amara yang hanya terhalang piyama tidur saat menempel pada Haikal.
"Wah.. Istriku baik sekali.. Sepertinya dia sudah menyiapkan semuanya.."Ucap Haikal.
"maksudnya ??" Amara tak mengerti
Haikal yang sudah tak tahan langsung meraup bibi amara hingga pa ngu tan keduanya menyatu.
Meski terkejut, Amara hanya bisa menerima dan memejamkan mata, menikmati sentuhan Haikal yang tangannya mulai bergerilya menuju tampat semestinya.
Amara menahan suaranya saat tangan Haikal sudah menelusup memasuki piyamanya yang entah sejak kapan kancing piyama itu sudah terbuka dengan sempurna.
"Bersuaralah sayang.. Kau istriku, kita sudah sah dan boleh melakukannya.."Bisik Haikal ditelinga Amara. Deru Nafas Haikal begitu terasa panas seiring dengan hasrat dijiwanya.
Pemanasan terus dilakukan hingga mereka berdua menuju peraduan suci guna menyatukan dua jiwa yang dulu sempat terpisah.
Meski bukan seorang perawan, namun saat Haikal menerobos miliknya, Amara mendesis dengan menahan perih.
"Aaahhh ssttt !!!"
Haikal hanya tersenyum dalam wajah memerahnya yang terkuasai oleh hasrat mendalam. Ia Memilih menyambar kembali Bibir Amara dengan memulai permainannya.
peluh menjadi satu dari tubuh keduanya. Amara hanya bisa memejamkan mata saat Haikal mengujam cukup dalam intinya yang begitu berdeyut dan menikmatinya.
.
.
Victor tak benar-benar pergi dari rumah sakit. Ia masih duduk dengan merenungi semuanya.
Sakit sekali jika mengingat dihianati didepan mata oleh Miranda.
Namun melihat kondisi Miranda, Victor pun nampak tak tega.
Beberapa kali Victor mengusap wajahnya.
Hingga sebuah suara membuyarkan renungannya.
"Dimana Miranda dirawat ??"
Victor langsung menegadah. Cukup terkejut, namun Victor berusaha biasa. "Tuan Jakson.."Victor melihat wanita yang digandeng jakson yang begitu dikenalnya.
"Tuan Haikal bilang Miranda kecelakaan. Kami kemari ingin. Melihat keadaannya."Ucap Nindi.
Victor tertunduk. Ia merasa sangat malu, semua orang yang dulu ia abaikan begitu perhatian dengannya.
"Kau jangan salah faham. Aku bukan kemari untuk merayu miranda. Aku sudah bertunangan Dengan Nindi. Kami kemari hanya ingin menjenguk karna biar bagaimana pun Miranda adalah mantan istriku."tutur Jakson.
Victor menggangguk. "Saya tau itu Tuan. Terima kasih banyak atas perhatiannya."
"Jadi dimana nona Miranda dirawat ?? Apa parah ??" tanya Nindi.
"Ikutlah denganku. Kalian bisa melihat sendiri."Victor melangkah terlebih dulu. Lalu Jakson yang tak melepas tangan Nindi mengikuti dibelakangnya.
.
.
.
.
.
Haredangnya segitu aja ya 🙈🙈
Otor ntuh orang alim jadi susah mau bikin yang lebih hot 🤣🤣🤣
Hampir ending men temen.
ramaikan like dan kolom komentarnya ya 👍👍👍🙏🙏🙏
.
.
.