Secret Affair

Secret Affair
lihat aku saja



Bab 110


.


.


.


Waktu makan siiang sudah tiba,para karyawan juga mulai keluar kantor untuk makan siang,ada juga yang memilih makan dikantin kantor agar tidak sampai terlambat untuk masuk.


Amara dan Haikal juga sudah tiba diparkiran dan menaiki mobil mereka.


Disisi lain Victor yang hendak keluar bersama Yusuf pun melihat kembali kebersamaan Amara dan Haikal.


"Tumben kau tidak mengejar Nona Amara ?? Biasanya kau ingin sekali menemuinya.."Tanya Yusuf


"Kau bilang aku harus sopan padanya. Aku sudah lakukan kan.."Balas Victor dengan asal.


"Iya juga. " timpal yusuf sambil cengengesan.


"Oh iya. Kau jadi menikah kan besok ??" Tanya Yusuf seraya menyerahkan helm pada Victor.


"tentu saja."Balas Victor dengan singkat.


"Kau tidak mengundangku ??"


"Untuk apa, aku hanya menikah diKUA saja."Victor langsung naik keatas sepeda motor Yusuf.


"Ya.. Undangan makan-makan kan juga tidak apa-apa."


yusuf menyalakan motornya.


"Tunggu aku gajian, Nanti aku kabari."


"Baiklah.. Aku akan menunggu.."


Keduanya bersamaan meninggalkan Kantor menuju tempat makan tujuan mereka.


.


.


Amara dan Haikal tiba disebuah restoran setelah menjemput Gea. Mereka bertiga berniat makan siang bersama lalu kemudian untuk fitting baju.


Pesanan sudah penuh diatas meja, Gea pun nampak lahap sekali memakan makanannya.


Candaan dari Haikal sesekali terdengar hingga terlihat sekali seperti keluarga yang bahagia.


Entah kebetulan dari mana Ternyata Miranda bersama Hadi juga hendak makan siang disana. Miranda tak menyadari jika Amara tak sengaia melihatnya diresto itu.


"Apa yang kau lihat ??" tanya Haikal saat sadar Amara menghentikan makannya.


"Bukannya itu Miranda ?? Wanitanya Victor ??"Amara menunjuk dengan wajah.


Haikal memutar tubuh dan melihat.


"Dasar wanita ganjen, aku rasa urat malunya sudah putus !!" Umpat Amara.


"Kemarin aku juga melihatnya bersama pria itu."ucap haikal.


"Aku jadi tidak berselera makan setelah melihat dia.."Amara nampak kesal.


Amara memutar bola matanya dengan malas.


"Gea. Sudah kenyang belum ??" tanya Amara mengalihkan pembicaraan.


"sudah mi.. Memang kita akan kemana ??" tanya Gea balik.


"melihat mommy pakai baju pengantin." balas Haikal.


"wah.. Gea juga mau pakai gaun.."timpal Gea dengan penuh semangat.


"Tentu saja girl.. Ayo kita berangkat..?"Ajak Haikal.


"Lets go.."Gea bertos ria dengan Haikal.


Amara hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu hendak berdiri.


"Kau mau kemana ??" cegah Haikal.


"membayar makanan kita.. "Jawab Amara


"Tidak usah. Ada yang akan membayarnya nanti. Ayo.."Haikal turut berdiri dan kemudian langsung menggandeng Amara serta menggendong Gea untuk kemudian keluar dari Restoran itu.


Miranda yang tak sengaja melihat Amara begitu terkejut lalu buru-buru menutupi wajahnya dengan buku menu


"Kau kenapa Baby ?? Apa yang kau lihat ??" tany Hadi keheranan.


"Shutt.. Diamlah. Ada seseorang yang aku kenal."Bisik Miranda


Miranda melirik sekilas lalu kemudian bisa bernafas lega saat Amara dan Haikal sudah keluar sdari Resto itu.


"Huh.. Untuk dia tidak melihatku.."


"Siapa baby !?"


"Atasan victor. Jika dia melihat dan melaporkan pada Victor, akan sangat berbahaya untuk hubungan kita."Miranda beralasan.


"pria tadi itu atasan kekasihmu ??" Hadi memperjelas.


Dan miranda segera menggangguk.


"Dia rekan kerjaku baby..Namanya Tuan Haikal. Dan yang bersamanya itu juga calon istrinya.lusa mereka akan menikah, aku dan istriku sudah menerima undangannya."Terang Hadi.


"What ?? menikah ?? Jadi mereka belum menikah ??" Miranda begitu terkejut.


"iya. Memang kenapa ??"


"Oh.. Tidak. Aku hanya terkejut saja."Miranda kembali berbohong.


Hadi menggangguk mengerti lalu mulai memesan makanan saat pelayan siap mencacat.


Sementara Miranda beegulat dengan fikirannya. "Berani sekali Victor membohongiku. Dia pasti masih mengharapkan Amara !! Awas saja kau !!!" Gerutu Miranda dalam hati.


.


.


.