
bab 43
.
.
.
Siang sudah berganti malam, Amara dan Jakson baru tiba diapartemen mereka. tepat dilorong, Amara dan Jakson berpisah.
" Selamat malam tuan. saya permisi dulu." Pamit Amara dengan sopan.
" Iya. istirahatlah. besok adalah hari bersejarah untukmu."Ucap Jakson dengan bangga.
Amara tertunduk dengan senyum bahagianya. ia pun segera membalikkan tubuhnya dan menuju amaprtemen yang ia tempati. sementara Jakson pun juga hendak kembali kekamarnya.
Namun langkahnya terhenti saat Melihat pria yang baru keluar dari apartemennya
Tak ingin berfikir macam-macam, Jakson mempercepat langkahnya dan menghampiri pria yang baru keluar dari apartemennya.
" Hey tunggu !!!" cegah Jakson saat melihat pria itu hendak pergi.
pria itu seketika langsung berhenti.
Dan ternyata Pria itu adalah Victor. Victor memejamkan matanya karna kesal pada dirinya sendiri. "sial !! gara-gara ketiduran aku sampai lupa waktu."
" Siapa anda ?? kenapa masuk keapartemen saya ??" Tanya Jakson yang penasaran.
kepalang basah. Victor berusaha membuat alasan yang tepat. dengan mengatur nafasnya, Victor membalikkan tubuh menghadap Jakson.
Netra Jakson membulat saat melihat Suami bawahannya yang ada disitu.
" Tuan Victor ??"
"Em..Iya tuan Jakson. maaf sebelumnya. saya barusan mengantar Nona Miranda yang memaksa ikut melihat liputan kami padahal beliau sedang sakit. Tadi kepalanya sedikit pusing lagi makanya beliau meminta saya mengantarkan kekamarnya." Terang Victor dengan berusaha biasa.
Jakson menatap tajam Victor. meski dihati ia belum.bisa percaya begitu saja, namun Jakson belum memiliki bukti jika ada hal lain. "Terima kasih. lain kali hubungi saya saja jika istri saya seperti itu. Tidak enak jika dilihat orang, Dan juga anda sudah punya istri, setidaknya jaga perasaan istri anda."
Victor menggangguk dengan sungguh-sungguh. " pasti tuan. maaf sekali lagi membuat anda tidak nyaman. kalau begitu saya permisi." Pamit Victor yang dengan segera berbalik.
"tuan Victor tunggu !!" Panggil Jakson lagi.
Victorpun kembali menoleh.
" Oh..iya..em..saya sampai lupa, maaf.." Victor terlihat gelagapan dan segera berjalan melewati Jakson.
Jakson hendak melangkah masuk namun aroma parfum Victor begitu tidak asing dihidung Jakson. sontak langkah Jakson berhenti. menatap tajam Victor yang berjalan cepat kearah lain. "Bukannya ini aroma parfum Miranda ??" Batin Jakson.
Lalu dengan mengehembuskan nafas kasar, Jakson masuk kedalam. Rasa lelahnya semakin terasa kala.melihat Miranda terkapar tidur dengan berbalut selimut tebal dengan nyenyaknya dan tidak menyapa dirinya.
dengan langkah malas, Jakson memilih membersihkan diri kekamar mandi. Baru saja Jakson hendak mulai melepas semua bajunya, perhatian Jakson tertuju pada lantai kamar mandi dimana ada sebuah cairan yang begitu Jakson pahami.
Entah mengapa tangan jakson tiba-tiba terkepal kuat saat melihat dari dekat dan dengan jelas cairan apa itu.
.
.
Amara masih memakai piyama mandi setelah selesai membersihkan diri,bersamaan dengan Victor yang baru saja kembali.
" Kau sudah pulang ?? sejak tadi atau barusan ??" Sapa Amara.
" Aku baru sampai.." Victor memeluk Amara guna menghilangkan rasa tak karuan yang dirasakan Victor sendiri.
Dengan senang hati Amara menerima pelukan hangat itu, namun senyum Amara luntur perlahan, saat hidungnya menghirup aroma asing ditubuh Victor.
" Kau juga baru sampai ?? bagaimana pekerjaanmu lancar kan ??" Tanya Victor penuh perhatian.
"Em..Iya. besok acara peluncurannya."Jawab Amara berusaha biasa saja.
" Benarkah ?? baiklah, aku akan menemanimu besok."Ucap Victor seraya mencium kening Amara
Senyum singkat dilayangkan Amara.
" Baiklah aku mandi dulu ya," pamit Victor seraya meletakkan ponsel dan kemudian menuju kamar mandi.
Amara hanya memperhatian gerakan sang suami. saat Pintu kamar mandi sudah tertutup rapat, Amara beralih pada ponsel suaminya yang berada diatas meja.
"Maafkan aku Vic, kau sudah berapa kali membuat ragu hatiku.."Ucap Amara dalam hati yang kemudian meraih ponsel Victor dengan hati-hati.
.
.
.