
bab 59
.
.
.
Amara baru saja keluar dari pengandilan agama dimana ia akan menggugat cerai Victor. dengan didampingi Nindi Amara berusaha sekuat mungkin untuk tetap yakin.
" Am.. kau baik-baik saja kan ?? kau sudah fikirkan semua ini ??" Tanya Nindi saat mereka masih melangkaj keluar
Amara menggangguk pelan. "Iya. aku sangat yakin."
Nindi merengkuh pundak Amara. "Kau tidak sendiri.. kami selalu bersamamu.."
Amara sangat bersyukur sekali dalam hidupnya yang sebatang kara, ia masih diberi 3 sahabat yang begitu menyayanginya.
Tiba diparkiran, Tak sengaja Amara dan Nindi bertemu jakson. Kali ini jakson pun tak seperti biasa yang lengkap dengan setelan kerjanya, melainkan hanya menggunakan celana pendek dan kaos putih biasa. bahkan wajahnya nampak begitu tak bersemangat.
" Siang tuan.." Sapa Amara kala mereka berpapasan.
"Oh.. kau sudah kemari ??" Tanya Jakson
" Iya."Balas Amara.
" Semoga semua lancar. saya harap kau segera berangkat kekantor. Karna jabatanmu akan segera naik setelah kesuksesan yang kau dapat kemarin."Ucap Jakson.
Amara hanya tertunduk. sementara Jakson langsung melangkah meninggalkan Amara dan juga Nindi.
.
Miranda yang dipanggil pemilik stasiun Tivi dimana ia menjabat dan bekerja selama ini. Meski Miranda juga memiliki saham distasiun tivi itu, Namun rasa Kawatir jelas terlihat diwajahnya.
Taksi yang ditumpangi Victor dan Miranda sudah berhenti sejak tadi. namun dua anak manusia itu masih betah berdiam didalamnya.
"Nona.. tuan..jadi turun atau tidak ??" Tegur sang supir.
" Mir.. kau mau masuk tidak ??" Tanya Victor
"Tentu saja. jika mereka menurunkan jabatanku setidaknya aku harus meminta uang sahamku."Balas Miranda.
" Kau turun duluan ya.. Jika kita datang bersamaan, mereka akan membully kita habis-habisan."Ucap Victor.
Miranda menatap kesal pada Victor. "Kau bilang akan selalu ada buatku ?!!! tapi kenapa sekarang kau malah sembunyi disaat aku butuh kau !!!?"
" Hey bukannya begitu.. Kita kesini karna ada masalah, aku hanya karyawan biasa berbeda denganmu.."Victor beralasan.
Miranda mendengus kesal.
"Baiklah !!!!" Miranda langsung segera turun. ia cukup kesal dengan sikap Victor.
Dengan wajah masamnya, Miranda masuk dengan berusaha santai.
Baru saja Miranda masuk, beberapa karyawan Sudah menggunjing Miranda. bahkan tak satupun yang menyapa dirinya.
"sialan mereka !!! hanya karna berita itu mereka sudah melupakan siapa aku !!!" umpat Miranda dalam hati.
Tak segaja saat Miranda hendak masuk kedalam Lift ia bertemu kepala liputan dalam.tim Victor.
" Nona Miranda. Dimana Victor ?? Seharusnya dia sudah datang." Tanya kepala Liputan itu.
Miranda nampak tak suka ditanya seperti itu. " Apa sopan santunmu sudah hilang ??!! bahkan aku masih menjabat menjadi direktur disini !!!"
Kepala liputan nampak tersenyum penuh hinaan.
"Pede sekali anda ya ??!! Bahkan anda tak terlihat memiliki rasa malu sama sekali"
" Jaga bicaramu !!! saya bisa saja langsung memecatmu detik ini !!!" Bentak Miranda.
"Apa seperti ini anda saat memimpin Nona Miranda !!!" Sebuah suara terdengar
Miranda menoleh seketika diikuti kepala liputan. Mata Miranda membulat sempurna saat melihat siapa yang baru tiba dengan dua asistennya.
Sontak Miranda menunduk hormat. "Selamat siang tuan."
"Nona Miranda. saya tidak mau basa basi. Saham anda sudah saya kembalikan separuh karna Separuh dari saham anda harus digunakan untuk ganti rugi atas kelakuan anda yang begitu merugikan Kantor kita. Akibat berita perselingkuhan anda, Stasiun televisi saya harus dibaclist dan tidak diperbolehkan beroperasi. saya rugi miliyaran termasuk pemegang saham yang lain." Tutur pemilik kantor stasiun televisi dimana Miranda bekerja.
Miranda mengepalkan kuat jemarinya. sumpah demi apapun ia seolah tidak bisa terima semua itu. "Saya tidak setuju !!! saham saya harus kembali semua !!! Lagi pula hanya berita seperti itu saja kenapa jadi dibaclist segala !!?? Saya tidak mau tau, saham saya harus kembali seutuhnya !!!" Protes Miranda.
"sayangnya ini sudah menjadi keputusan kami. jika anda meminta lebih, malah kami tidak akan memberikan separuh saham itu."
" Dan saya akan menuntut kalian !!! Seenaknya saja !!" Miranda tersulut emosi.
"Bahkan anda sendiri sedang diburu polisi karna skandal perselingkuhan anda nona Miranda.." timpalnya.
"Ahhh !!! sialan kalian semua !!! awas saja, saya akan membalas perlakuan tidak adil ini !!!" Bentak Miranda yang dengan cepat membalikkan tubuhnya untuk pergi dari kantor itu.
"Nona Miranda !!! Sampaikan pada kekasih baru anda si Victor itu. Dia sudah dipecat tanpa hormat dan tanpa pesangon. namanya juga sudah dibaclist oleh stasiun tivi lain maupun perusahaan manapun."ucap kepala liputan.
Miranda hanya melayangkan tatapan tajam kearah Kepala liputan itu. lalu tanpa menjawab Miranda segera melenggang pergi untuk keluar. tiba diluar Miranda mencari keberadaan Victor, namun tak juga ditemukan.
"Mana siVictor !! Dasar brengsek pria itu.. dia bilang akan menyusul ternyata.. aaahhhh !!!!" Miranda mengomel didalam hati dengan kesalnya.
.
.