
Malam ini keluarga Devano dan Alex akan mengadakan pesta barbeque untuk menyambut kedatang Alex dan keluarganya yang baru saja pulang dari Italia setelah 2 tahun berada di sana.
Saat ini mereka sedang berada di halaman belakang rumah Devano. Alex dan Devano sedang menyiapkan peralatan untuk memasak barbeque. Sedangkan Sarah dan Selena menyiapkan bahan-bahannya dan menata tempat duduk mereka.
"Mom...lihat kak Damien..Dia menganggu ku.." ujar Cathrine mengadu pada Selena.
"Memang kamu diapain sayang..katakan pada aunty, biar aunty yang menghukumnya nanti" ujar Sarah pada Cathrine.
"Hei..Kamu yang duluan bocah kecil" ucap Damien.
"No mom..kak Damien duluan..Dia merusak rambut ku" balas Cathrine tidak terima menunjuk rambutnya yang sudah ditata oleh Alex acak-acakan. Selena hanya geleng kepala melihat putrinya itu. Ia pastikan kalau putrinya itu sedang berakting, seperti yang biasa dilakukan padanya dan Alex.
"Damien.." ujar Sarah menyipitkan matanya.
"Tidak mom..Dia yang duluan. Dia bertanya pada ku apakah Dia cantik atau tidak, ya Aku bilang Dia jelek dan gendut. Cathrine langsung menginjak kaki ku, lalu aku membalasnya dengan mengacak-acak rambutnya. Lagi pula tadi Aku hanya mengacak nya pelan, kenapa sekarang jadi seperti ini. Hmm...ini pasti hanya drama kalian berdua kan, biar kakak yang kena marah" ujar Damien menunjuk Cathrine dan Cia. Keduanya memang ratu drama.
"Aku tidak gendut ya.." ucap Cathrine.
"Bukan mom..kak Damien memang mengacak-acak rambut Cathrine" ujar Cia pada Sarah membela temannya.
"Kamu ya....jelas-jelas mereka cantik kamu bilang jelek" ujar Sarah menjewer kuping Damien pelan. Ia hanya pura-pura melakukannya agar kedua anak perempuan itu berhenti mengoceh dan berakting.
"Auhh.. sakit mom..ampun mom" ucap Damien pura-pura kesakitan.
"Rasakan itu kak, makanya jangan jahat sama adiknya" ucap keduanya lalu menjulurkan lidahnya mengejek Damien. Cathrine lalu berlari menemui Alex.
"Mau kemana sayang..." tanya Selena.
"Cathrine mau bagusin rambut sama daddy" ujar nya.
"Hei..biar mommy saja, daddy mu sedang sibuk" balas Selana namun Cathrine tetap saja menemui Alex.
"Cia juga mau dong" ucap Cia lalu berlari mengejar Cathrine
"Dia begitu dekat dengan Alex..." ujar Selena.
"Sepertinya putri kita sama. Cia juga begitu...selalu saja menempel dengan Devano" timpal Sarah. Keduanya lalu tertawa bersama.
"Kenapa baby girl..." jawab Alex sembari meyiapkan pemanggang.
"Rambut ku rusak. Bagusin rambut Cathrine ya.." ujarnya dengan mata puppy eyes nya.
"Kenapa rambutnya rusak?" tanya Alex kemudian membersihkan tangannya.
"Kak Damien yang rusak" ucap Cathrine. Alex pun merapikan rambut putrinya. Ia mengikat rambut panjang Cathrine menjadi satu ke belakang.
"Nah sudah selesai.." ujar Alex lalu mengecup pipi Cathrine.
"Cathrine mau cium daddy juga" ujar Cathrine lalu Alex mensejajarkan tubuhnya dengan putrinya.
"Muach...thank u dad" ujar Cathrine mencium pipi Alex dan memeluknya.
"Dad..." panggil Cia yang baru saja muncul.
"Cia juga pengen diikat rambutnya seperti Cathrine. Biar kami sama" ucap Cia pada Devano.
"Ya ampun..princess daddy ini..rambut mu kan masih rapi" ujar Devano.
"Tapi Cia mau kayak rambut Cathrine juga dad" ujarnya manja.
"Tangan Daddy kotor, suruh uncle Alex saja ya" ucap Devano.
"Uncle Alex, buatin rambut Cia juga ya" pintanya pada Alex.
"Tentu saja princess, apapun untuk kalian berdua. Kemari" ujar Alex kemudian mengikat rambut Cia.
"Terima kasih uncle baik dan ganteng" ujar Cia.
"Ayo Cath..kita main ayunan" ajak Cia lalu mereka pun berjalan menuju ayunan yang ada disana.
"Rasanya tidak rela jika mereka nanti sudah besar dan berumah tangga. Waktu untuk bersama ayahnya pasti akan berkurang" ujar Devano menatap Cia dan Cathrine berjalan menuju ayunan.
"Aku juga merasa seperti itu" ujar Alex.