
"Bye mom.." ujar Darren mencium pipi Sarah diikuti oleh Damien.
"Kami pergi dulu ya mom.." ujar Damien lalu keduanya beranjak ke halaman depan rumah, disana supir sedang menunggu mereka. Setiap pergi dan pulang dari sekolah Darren dan Damien akan diantar jemput oleh supir yang khusus dipekerjakan Devano untuk Darren dan Devano.
"Bye anak-anak, hati-hati di jalan. Semangat belajarnya" ujar Sarah.
"Sekarang waktunya untuk memandikan Diego lalu memberinya makan" monolog Sarah. Ia kemudian melangkahkan kakinya menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar putranya. Letak kamar Diego tepat disamping kamar Sarah dan Devano. Bahkan di dalam kamar mereka ada pintu penghubung ke kamar Diego sehingga memudahkan mereka untuk melihat Diego jika terjadi sesuatu. Sarah kemudian membuka pintu kamar putranya.
"Wah..wah..putra mommy ternyata sudah bangun ya.." ucap Sarah saat melihat Diego sudah bangun. Putranya itu sedang bermain-main dengan boneka beruangnya. Mendengar suara mommynya, Diego langsung menoleh.
"Mommy..." ujarnya gembira mengangkat kedua tangannya agar digendong oleh Sarah.
"Kita mandi dulu ya sayang..." ujar Sarah lalu Diego mengangguk. Ia merupakan tipe anak yang senang mandi sehingga Sarah tidak perlu repot-repot untuk membujuknya.
Setelah selesai memandikan putranya, Sarah membawanya ke meja makan untuk sarapan.
Saat Sarah ingin memberikan suapan pertama, putranya menolak dan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa nak...kamu tidak suka dengan makanannya?" tanya Sarah lembut. Setiap hari Sarah selalu membuat menu sarapan untuk putranya berbeda-beda agar tidak bosan.
"Daddy...matan cama daddy" ucap Diego.
"Mau makan sama daddy ya?" tanya Sarah membuat Diego mengangguk.
"Ya sudah..kita bangunkan daddy mu" ujar Sarah mengangkat tubuh berisi putranya itu dan membawanya ke kamar mereka.
"Bik..tolong bawakan makanan Diego ke atas ya" ucap Sarah.
"Baik non" jawab pelayan.
"Ceklek" Sarah membuka pintu kamar mereka dan melihat Devano masih tidur diatas ranjang mereka. Semalam suaminya itu pulang larut karena ada pertemuan dengan kliennya. Meskipun sudah lelah, bisa-bisanya Devano meminta jatah tadi malam. Sarah heran melihat hasrat bercinta suaminya yang tinggi.
"Ada apa sayang..kenapa jagoan kita menangis" tanya Devano dengan suara serak khas orang baru bangun.
"Maaf karena sudah membangunkan mu, anak kita ingin makan dengan mu" ujar Sarah merasa bersalah membangunkan suaminya.
"Tidak apa-apa sayang, tidak usah merasa bersalah. Tunggu sebentar" ujar Devano lalu memakai bajunya.
"Jagoan daddy mau makan disuapi daddy ya" ucap Devano pada putranya lalu dibalas dengan anggukan. Putra mereka kemudian mengangkat kedua tangannya agar digendong oleh daddynya.
"Harum banget putra daddy. Sudah mandi ya?" tanya Devano mencium gemas wajah putranya.
"Cudah dad" jawab Diego dengan vokal yang belum jelas membuat Devano tertawa melihat putranya yang sangat lucu.
"Tok..tok..tok.."
Sarah berjalan ke arah pintu, melihat pelayan yang datang mengantarkan nampan berisi makanan dan mengambil alih makanan yang dibawa oleh pelayan.
"Makasih bik" ujar Sarah dibalas anggukan oleh pelayan. Sarah lalu membawa nampan tersebut menuju sofa yang ada di kamar mereka.
"Wah...makanannya kelihatannya sangat enak" ucap Devano membuat Diego tersenyum di atas pangkuannya. Dia kemudian memberi suapan pertama pada putranya. Diego langsung melahapnya.
"Sayang, kamu sudah makan?" tanya Devano pada Sarah sembari menyuapi putra mereka.
"Belum, tadi Aku masih belum lapar" jawab Sarah.
"Setelah ini kita makan bersama, tidak ada tapi-tapian" perintah Devano. Ia sangat perhatian sekali dengan istrinya. Devano tidak ingin sampai istrinya jatuh sakit. Oleh karena itu Ia juga sebisa mungkin selalu mengusahakan waktunya agar bisa membantu istrinya itu menjaga putra mereka yang sangat aktif. Ia tidak ingin istrinya sampai lupa makan karena mengurus anak mereka.
"Wah..putra daddy hebat sekali bisa menghabiskan makanannya" ujar Devano. Seketika putra mereka bertepuk tangan senang membuat Sarah dan Devano tertawa melihat aksi lucu anak mereka.