
"Dad..mom..i'm coming" ucap Cia dengan suara yang lantang membuat orang yang dipanggilnya menoleh ke arah sumber suara. Cia baru saja pulang dari sekolah bersama grandma nya. Setelah sampai di halaman rumah, Cia langsung berlari ke dalam rumah untuk mencari keberadaan orang tuanya.
"We are here baby" ucap Devano. Mereka sedang berada di ruang tamu duduk di atas karpet bulu menemani Diego bermain Lego yang dapat menstimulus kecerdasan anak.
Cia kemudian menghampiri mereka dan mencium pipi Sarah dan Devano bergantian. Diego yang melihat kakaknya sudah datang langsung bersorak gembira. Selama dua hari ini tidak ada Cia yang biasanya akan menemaninya dan mengajaknya bermain.
"Cia rindu Diego.." ucapnya mencium pipi gembul adiknya itu berulang kali.
"Cium kakak dong" ujar Cia mendekatkan pipinya. Diego pun mencium pipi kakaknya.
"Kamu meninggalkan grandma sendirian" ucap Elisabeth membawa tas milik Cia yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Hai mom.." sapa Sarah mengambil alih tas putrinya dari tangan mertuanya lalu mereka cipika cipiki. Elisabeth menghampiri cucu laki-lakinya.
"Cia..ayo ganti dulu bajunya sayang" ajak Sarah lalu mereka beranjak menuju kamar Cia.
"How was your school" tanya Sarah sembari membuka kancing baju putrinya.
'It was fun mom" jawab Cia.
"Really?" tanya Sarah lagi membuat Cia mengangguk.
"We learned how to plant trees mom" ucap Cia
"Oh baby..you eat ice cream today? how much?" tanya Sarah saat melihat ada bekas ice cream di baju putrinya.
Cia mencoba mengingat berapa banyak yang dimakannya sambil menghitung dengan jari tangannya.
"Five mom" ujar Cia tersenyum lebar hingga menampilkan deretan gigi putihnya.
"Astaga sayang....itu banyak sekali. Mom kan sudah melarang mu untuk memakan Ice cream terlalu banyak. Itu tidak bagus untuk kesehatan mu sayang" ucap Sarah menasihati putrinya.
"Mom yakin selama dua hari ini kamu pasti minta ice cream dari grandma mu kan?" tanya Sarah mengingat Cia sangat suka Ice Cream. Kalau dirumahnya ada Sarah yang melarangnya. Namun kalau sudah di rumah neneknya tidak akan ada yang melarangnya. Nenek dan kakeknya selalu saja menuruti permintaan cucu-cucunya.
"Hehehehe" Cia tertawa karena apa yang dikatakan mommynya itu memang benar. Ia meminta ice cream pada neneknya dua hari ini. Sarah lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Cia.
"Lain kali jangan dilakukan lagi ya sayang..mommy bukannya pelit sama kamu, tapi kalau memakan terlalu bayak itu tidak bagus untuk kesehatan Cia. Mommy gak mau kalau anak-anak mommy sakit, itu akan membuat mommy sedih. Cia gak mau sakit kan?" ujar Sarah lembut. Ia tidak pernah membentak anak-anaknya jika melakukan kesalahan. Ia akan menasihatinya dengan pelan-pelan.
"Ini baru princessnya mommy..Ayo pakai dulu bajunya" ujar Sarah memakaikan baju Cia.
"Sudah..ayo kita ke bawah bergabung dengan yang lainnya" ajak Sarah setelah selesai memakaikan baju untuk Cia, lalu mereka berjalan keluar dari kamar.
Beberapa jam kemudian...
Darren dan Damien baru saja sampai di rumah. Keduanya memasuki rumah. Diego yang melihat kakak-kakaknya pulang merasa senang. Ia meninggalkan mainannya berlari menghampiri Darren. Sarah dan Devano terkejut saat melihat anak mereka tiba-tiba berlari.
"Hole...kak Dalen, Dami pulang..." ucap Diego.
"Hei boy..jangan berlari, kamu bisa jatuh.." ujar Darren khawatir. Ia langsung berlari menghampiri adiknya itu, agar tidak terjatuh. Darren langsung mengangkat tubuh mungil adiknya itu, membawanya berjalan menghampiri orang tua mereka.
"Loh Cia udah pulang.." ujar Damien saat melihat Cia sudah di rumah mereka.
"Hai..grandma.." sapa Damien dan di balas oleh Elisabeth.
"Ganti seragam mu dulu Damien..jangan langsung rebahan" ujar Sarah saat melihat Damien malah rebahan di atas karpet.
"hehehe, iya mommy kami yang cantik" ucap Damien lalu pergi ke kamarnya.
"Daddy tidak kerja?" tanya Darren.
"Kerja, tapi dari rumah" jawab Darren.
"Sini mommy gendong Diego..kamu ganti baju saja. Sebentar lagi kita akan makan siang" ujar Sarah mengambil alih Diego dari gendongan Darren.
"Kak Darren nya ganti baju dulu ya sayang..nanti bisa main lagi sama kakak" ujar Sarah.
Setelah makanan dihidangkan oleh pelayan mereka pun beranjak ke meja makan untuk menyantap makan siang mereka.
Note: untuk para readers tercinta
Jangan lupa juga untuk membaca novel baru ku yang judulnya Matrimonio Segreto ya. Ini cerita tentang Selena dengan Alex. Trims.