Married With Duda

Married With Duda
Episode 97 : Mommy terbaik



"Itu karena tim kami sengaja memberi kemenangan untuk tim daddy. Soalnya mereka udah terbiasa menang. Sesekali beri kemenangan untuk lawan agar mereka pernah merasakan yang namanya menang" ucap Damien.


"Hei..kalau kalah..ya kalah saja. Mana ada seperti itu. Bilang saja kalian malu mengakui kalau taktik bermain mereka kurang bagus makanya tim kalian kalah" balas Devano tidak terima dengan perkataan Damien.


"Sesuai kesepakatan, yang kalah akan menerima hukumannya. Jadi siap-siap saja memakai pakaian wanita selama satu hari di rumah" ucap Devano mengingatkan perjanjian mereka.


"Dad..kesepakatan kita bukan satu hari, tapi hanya satu jam saja" ucap Darren kesal karena Devano curang.


"Terserah daddy dong, kan daddy yang menang" ujar Devano.


"Kalau gitu kami tidak mau melakukannya" balas Darren.


"Oke...berarti tidak ada uang jajan satu minggu ini" ancam Devano membuat Darren dan Damien terkejut.


"Dad..." ucap mereka serentak. Namun Devano mengabaikannya. Darren dan Damien saling menatap dan keduanya menampilkan senyum smirknya. Keduanya tahu apa yang harus mereka lakukan.


"Mom..." ucap keduanya dengan mata puppy eyes nya berharap Sarah akan membantu mereka. Dan benar saja Sarah membantu mereka.


"Hubby.." ucap Sarah menatap tajam ke arah Devano. Ia tahu kalau perjanjian mereka hanya satu jam saja.


"Apa sayang..?" tanya Devano pura-pura tidak tahu. Ia malah sibuk mencium pipi gembul Diego yang sedang tidur dipangkuan Sarah.


"Kalau begitu malam ini kamu tidur sendirian, Aku tidur di kamar Cia saja" ujar Sarah membuat Devano terkesiap.


"Iya..iya..hukumannya cuma satu jam saja. Aku juga tidak akan memotong uang jajan mereka. Selalu saja kamu berpihak pada mereka" balas Devano. Lebih baik Ia menuruti perkataan istrinya itu daripada tidur terpisah. Mana bisa Ia tidur berjauhan dari istrinya itu. Toh juga kesepakatan mereka diawal hanya satu jam saja. Hanya saja Ia ingin mengerjai anak-anaknya.


"Itu karena kamu memang curang, jelas-jelas tadi Aku mendengar kalian membuat kesepakatan hukuman bagi tim yang kalah" ucap Sarah.


"Hmmm...selalu saja mommy kalian yang terbaik. Daddy tidak pernah jadi yang terbaik" ucap Devano.


"Cie...daddy cemburu ya..." ejek Damien. " Daddy juga yang terbaik kok" lanjutnya lagi.


"Sudah...sudah..sebaiknya kita tidur. Ini sudah waktunya untuk tidur. Darren, Dami, kalian bawa piring-piring kotornya ke dapur ya. Mommy mau mengantar Cia ke kamarnya dulu. Jangan lupa sebelum tidur gosok gigi dulu" ujar Sarah lada Darren dan Damien.


"Oke mom" ucap Damien. keduanya pun lalu membawa piring kotor ke dapur.


"Hubby..bawa putra kita ke kamar kita ya. Malam ini Dia tidur dengan kita saja" ujar Sarah.


"Sayang kamu tidak lupa kan kalau malam ini kita akan me__"


"Besok saja ya..Aku sudah mengantuk" belum juga Devano menyelesaikan perkataannya, Sarah sudah menyelanya terlebih dahulu.


"Tidak..semalam juga kita melewatkannya hanya karena kamu tidur duluan" balas Devano. Sarah tidak menjawabnya lagi. Ia langsung beranjak menuju kamar Cia.


Di dalam kamar Devano dan Sarah.


"Hubby..kenapa kamu pindah" tanya Sarah saat merasakan Devano pindah kebelakang Sarah. Devano hanya diam saja tidak membalas perkataan istrinya. Tangannya memeluk tubuh Sarah dari belakang.


"Aku ingin memakanmu.. kamu tidur saja setidaknya seperti ini saja sudah lumayan" ujar Devano Serak menahan hasratnya. Ia semakin mengeratkan pelukannya dan menghirup aroma tubuh istrinya. Sarah menjadi tidak tega melihat Devano menahan hasratnya sendiri. Ia tahu jika saat ini suaminya pasti sedang kesakitan. Sarah bukannya tidak ingin melakukannya, hanya saja Ia memang sudah mengantuk tadi. Sarah kemudian membalik tubuhnya hingga berhadapan dengan Devano.


"Kalau begitu lakukan, Aku tidak tega melihatmu menahannya sendirian" ujar Sarah mengelus wajah suaminya. Devano yang mendapat lampu hijau dari istrinya langsung menjalankan aksinya. Ia mengangkat tubuh Sarah berjalan menuju sofa.