Married With Duda

Married With Duda
S2 : Berjodoh



Tiga minggu sudah Cathrine menjadi sekretaris Damien. Ia mulai terbiasa dengan sifat memerintah Damien. Entah kenapa Cathrine juga merasa kalau Damien sangat posesif padanya. Setiap ada pertemuan dengan rekan bisnis Damien, Ia akan


disuruh duduk disampingnya. Tak jarang juga Cathrine kesal dan cemburu tiap kali anak dari rekan bisnis Damien mencari perhatian dengan Damien. Satu hal lagi, Damien tiap hari akan menjemput dan mengantarnya pulang dan Ia sudah minta Izin kepada Alex ayahnya Cathrine.


Karena ini hari minggu, seperti biasa keluarga Devano akan berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama. Sarah juga meminta Cathrine untuk datang.


.


"Oh Cath..kamu sudah datang sayang," ujar Sarah.


"Iya aunty..ini mommy menitipkan makanan, tadi mommy membuat ayam bakar," ujar Cathrine.


"Terima kasih sayang, mari bergabung dengan yang lainnya di meja makan," ucap Sarah.


Semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk makan siang kecuali Damien.


"Kebiasaan anak kamu datang belakangan. Bisa-bisanya dia membuat orang selalu menunggunya," ujar Devano kesal.


"Sabar sayang...sebentar lagi dia akan sampai," ucap Sarah mengusap lengan suaminya.


"Maaf..Aku terlambat," terdengar suara Damien yang baru saja tiba.


Damien berjalan menuju meja makan dan menyapa Evans keponakan yang paling disayanginya.


"Hai keponakan uncle yang tampannya tidak bisa mengalahkan ketampanan ku," ujar Damien mengusap rambut Evans yang sedang duduk di kursinya. Tempat duduk Evans sengaja dirancang tinggi, agar bisa duduk sejajar dengan mereka saat makan.


"hmm..sepertinya penyakit kak Damien muncul lagi," ujar Cia membuat mereka tertawa. Damien memang sering memuji dirinya sendiri didepan keluarganya.


"No uncle, kata aunty Cath Evans yang paling tampan," ujar Evans tidak terima dengan perkataan Damien.


"Benarkah? ku kira Aku pria paling tampan dimatanya. Sepertinya akan ada saingan baruku. Dan itu keponakanku sendiri," ujar Damien melirik Cathrine. Cathrine yang mendengar hal itu merona.


"Cie...wajah mu merona Cath," goda Cia menyenggol lengan Cathrine.


"Sudah...sudah...jangan menggoda menantu mommy lagi Cia. Sebaiknya kita makan saja sebelum makanannya dingin," ujar Sarah. Damien lalu mengambil tempat duduk disamping Cathrine. Mereka kemudian mulai menyantap makanan yang tersedia di hadapan mereka.


"Cath..bagaimana pekerjaan mu? Apakah semuanya lancar. Kalau ada sesuatu katakan saja pada uncle, nanti uncle yang akan membantu mu," ujar Devano.


"Terimakasih untuk perhatiannya uncle. Semuanya lancar kok," balas Cathrine tersenyum.


"Oh ya...kamu bekerja diperusahaan mana Cath," tanya Darren membuat Cathrine terkejut.


"Em..itu..Aku bekerja di__"


"Dia bekerja di perusahaanku dan menjadi sekretaris ku," ucap Damien membuat semua yang ada disana terkejut. Sudah 3 minggu dan tidak ada satupun yang tau Cathrine bekerja diperusahaan Damien.


"Jadi perusahaan yang kamu lamar kemarin adalah perusahaan kak Damien. Kenapa tidak bilang pada Cath," ucap Cia.


"Aku...Aku juga tidak tau kalau perusahan itu adalah milik Damien," ucap Cathrine.


"Aku yakin Damien sengaja merekrut mu menjadi sekretarisnya agar bisa modus terus dengan mu. Kalau dia bertindak sesuka hatinya padamu, katakan pada kakak, biar Aku yang menghajarnya," ujar Darren.


"Sepertinya kalian berdua berjodoh," ucap Stefani istri Darren.


"Ya ampun...mommy senang banget. Itu artinya kalian akan semakin dekat. Mungkin kita akan mendapat cucu lagi," ujar Sarah menatap Devano yang tersenyum padanya.


"Uhukk..." Cathrine tersedak mendengar perkataan Sarah. Dengan cepat Damien memberikan gelas yang berisi air minum..


"Sayang kamu tidak apa-apakan?" tanya Sarah sedikit khawatir.


"Aku baik-baik saja aunty, maaf aku sedikit tidak hati-hati saat makan," ucap Cathrine.


"Lain kali hati-hati," ucap Damien mengelus punggung Cathrine. Mereka pun kembali melanjutkan acara makan siangnya.