Married With Duda

Married With Duda
Episode 98: End



Akhir pekan pun tiba, keluarga Devano pergi jalan-jalan ke pantai. Pantai yang mereka kunjungi tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke pantai tersebut sekitar 1 jam.


"Sudah siap semuanya?" tanya Devano.


"Siap dad" jawab anak-anak Devano. Mereka pun masuk ke dalam mobil. Sarah dan Devano serta si bungsu duduk di bangku depan, sementara yang lainnya duduk di belakang.


"Mom..Diego mau es klim" ucap Diego menunjuk penjual ice cream yang ada di pinggir jalan. Diego dan Cia sangat suka makan ice cream. Oleh karena itu Sarah membatasi stok ice cream di rumah. Jika tidak, akan habis sebelum waktunya.


"Astaga...matamu jeli sekali sayang bisa melihat penjual ice creamnya. Mommy saja tidak melihatnya. " ujar Sarah takjub dengan anaknya.


Mendengar kata ice cream, Cia langsung bersuara.


"Cia juga mau ice cream mom. Satu minggu ini kami tidak ada makan ice cream mom. Jadi boleh ya" pinta Cia.


"hmm..tapi jangan banyak-banyak ya. Cukup satu saja" ujar Sarah memperingati anak-anaknya.


"Hubby berhenti dulu. Aku mau beli ice cream untuk anak-anak" ucap Sarah. Lalu dengan perlahan Devano meminggirkan mobilnya.


"Kalian di mobil saja. Biar mommy yang membelinya. Darren dan Damien mau ice creamnya juga?" tanya Sarah.


"Aku mau mom" ujar Damien.


"No mom" jawab Darren.


"Cia ikut mom..." ucap Cia.


"Kamu disini saja sayang.." ujar Sarah membawa Diego ke dalam gendongannya.


"Cia mau ikut mom, Cia mau liat ice creamnya".


"Ya sudah ayo" ajak Sarah.


"Kak Darren gendong.." ucap Cia manja. Ia merentangkan tangannya meminta digendong.


"Dasar manja..." ujar Darren mencubit hidung Cia. Ia kemudian menggendong Cia. Berjalan mengikuti Sarah menuju penjual ice cream.


Setelah membeli ice creamnya mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju pantai. Di dalam mobil mereka berbincang-bincang, bercanda gurau hingga tak terasa mereka sudah sampai di pantai.


"Wah....indahnya..." ucap Cia melihat pemandangan pantai yang indah. Ia langsung berlari menuju tepi laut. Sebelumnya mereka sudah berganti pakaian. Pantai ramai dipenuhi oleh pengunjung.


"Cia hati-hati sayang.." ujar Devano.


"Darren..kejar adik mu. Daddy takut dia kenapa-napa" lanjut Devano khawatir.


"Sayang..Diego biar Aku saja yang menggendongnya" ucap Devano lalu membawa putranya kegendongan nya.


"Diego mau main cama kakak" ucap Diego tak sabar ingin bermain air. Ia bergerak sendiri ingin turun dari gendongan Devano.


"ops...sabar jagoan.." ujar Devano pada Diego yang sudah tak sabar lagi. Ia kemudian menurunkan Diego, membiarkannya bermain air namun tetap dalam pengawasannya. Devano mengeluarkan ponselnya lalu memotret anak-anak dan istrinya. Nanti Ia akan membuatnya kedalam album foto yang baru.


"Diego...ayo kejar kakak" ucap Cia lalu berlari. Diego pun mengejar kakaknya. Sesekali Ia terjatuh namun dengan cepat Devano membantunya.


"Hap..dapat..." ucap Darren menangkap tubuh Cia lalu mengangkatnya.


'Hahahahahah..." Cia pun tertawa senang.


"Lihat.. kak Cia nya sudah dapat" ucap Darren pada Diego.


"Hole..kakak kalah" ujar Diego bertepuk tangan.


"Kakak curang..kakak kan tidak ikut bermain" ucap Cia sambil memonyongkan bibirnya.


"hahaha...wajah mu jelek sekali kalau seperti ini" ejek Darren.


"Aaaa..Cia gak terima dibilang jelek. Cia itu cantik seperti mommy" ujar Cia tak terima di bilang jelek. Padahal Darren hanya bercanda.


"Iya..iya ..Cia cantik seperti mommy. Bermain kejar-kejarannya sudah ya..kasihan Diego. Dia pasti sudah lelah mengejar kamu dari tadi. Kita buat istana pasir saja" ucap Darren mengajak kedua adiknya untuk membuat istana pasir.


Devano dan Sarah duduk di atas karpet dengan tenda yang menaungi mereka. Sarah duduk bersandar di dada bidang suaminya. Keduanya sedang memandang anak-anak mereka yang sedang bermain pasir. Devano


"Anak-anak kita lucu ya.." ujar Sarah.


"Tentu saja..itu warisan dari ayah mereka" balas Devano melingkarkan tangannya di pinggang Sarah.


"Huh..sombong" ucap Sarah menyikut pelan perut Devano.


"Aku sangat berterima kasih kepada Tuhan karena mengirimkan malaikat seperti dirimu sebagai pendamping hidupku. Terima kasih sayang sudah hadir di dalam kehidupan ku dan menerimaku apa adanya. Aku bahagia memilikimu dan anak-anak kita. Aku berjanji akan terus mencintai mu sampai akhir hidupku, membahagiakan mu selalu beserta anak-anak kita. Aku akan melakukan apa pun demi kebahagiaanmu dan anak-anak kita" ucap Devano tulus, Ia lalu mengeratkan pelukannya.


"Terima kasih juga sudah menjadikan ku istri dan ibu dari anak-anakmu, memberikan ku kebahagian dan cinta. Aku juga berterima kasih kepada Tuhan karena memberikanku suami seperti mu" ujar Sarah.


#nantikan ekstra partnya.


Note: jangan lupa mampir di cerita selena dan Alex di novel ku yg judulnya Matrimonio Segreto. trims