Married With Duda

Married With Duda
bab 18



Adnan terdiam, dia terdiam bagaikan patung lantaran hatinya begitu sakit bak ditusuk ribuan jarum kadang minta berdarah.


Ternyata kedua orang tuanya Zahra sudah menjodohkan wanita yang ia cintai dengan laki-laki lain hancur berkeping-keping hatinya.


" Jujur saja mas aku sangat mencintai kamu aku sudah berusaha mengatakan kepada orang tua aku jika aku tidak menginginkan perjodohan ini lantaran aku sudah menyukai laki-laki lain yaitu kamu Mas."


Zahra menggenggam tangan Adnan yang tadi sudah dilepas tangannya digenggam oleh laki-laki itu dia ingin menyemangati Adnan lagi untuk bisa membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa dia akan bisa membuat dirinya bahagia.


" Jadi tolong cepatlah tunjukkan pada mereka, jika kamu benar-benar serius sama aku Mas. Buktikan kepada mereka bahwa kamu akan membahagiakan aku kelak, dan katakan kepada mereka jika kamu adalah laki-laki yang baik dan soleh. Dan tunjukkan kepada mereka, walaupun statusnya tidak lagi lajang tetapi kamu pasti bisa menjamin pernikahan kita tidak akan kandas di tengah-tengah jalan seperti pernikahanmu sebelumnya."


Zahra mengatakan bahwa Adnan layak berada di sisinya jadi laki-laki itu harus berusaha berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari kedua orang tuanya harus berusaha lebih keras lagi agar bisa meyakinkan jika dirinya layak menjadi imamnya agar perjodohan ini dibatalkan dan memberikan Restu tentang hubungan mereka barulah keduanya memikirkan sampai ke jenjang pernikahan setelah mendapatkan Restu tentunya.


Adnan menatap lekat wajah wanita yang ia cintai itu, ternyata perjuangan cintanya tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan, tidak semudah yang seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Datang membawa rombongan untuk melamar terus langsung diterima, ternyata tidak segampang itu.


" Mas ..." Zahra membuyarkan lamunan Adnan.


" Apa kamu bisa meyakinkan mereka?" Tanya Zahra sekali lagi untuk memastikan jika dirinya tidak salah ambil tindakan.


" Baiklah aku akan buktikan kepada orang tua kamu, karena aku benar-benar serius ingin berjuang bersama kamu."


Adnan akan sebisa mungkin menunjukkan bukti cintanya kepada kedua orang tua dia akan tunjukkan jika dirinya benar-benar sangat serius dia tidak ingin tandanya pernikahan seperti sebelumnya terjadi lagi lantaran tidak mendapatkan Restu dari kedua orang tua wanita yang ia cintai.


" Terima kasih Mas dan aku juga akan membantu kamu untuk meyakinkan mereka, mari kita sama-sama berjuang ya Mas."


Adnan mengangguk, dia tersenyum kemudian membalas menggenggam tangan Zahra lalu mengecupnya di satu sisi hatinya sangat bahagia sekali lantaran wanita itu masih mau memberikan kesempatan. Dan di sisi lain dia sangat sedih lantaran kedua orang tua Zahra sudah memiliki laki-laki lain. Melihat Zahra begitu mendukungnya dia akan berusaha akan berusaha membuktikan bahwa dirinya memang layak untuk menjadi suami Zahra dan akan membuktikan sampai pernikahannya direstui.


" Iya Mas, dan datanglah besok ke rumah. Jangan pernah menyerah apalagi sakit hati jika nanti orang tua aku mengolokmu, menghinamu, atau mengusirmu. Tolong berjuanglah lebih keras lagi, dan semangat." Zahra tersenyum tulus dia memberikan semangat kepada Adnan untuk memperjuangkan cinta mereka.


Setelah pertemuan itu Zahra pamit pulang lantaran hari sudah jam 03.00 sore dia takut ayahnya keburu datang dari kantor wa dan mencari dirinya saat tidak ada di rumah.


Adnan duduk termenung di rumah dia memikirkan bagaimana cara untuk memulai untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar tulus dulu saat ingin mendapatkan cinta 3 dia memberikan segalanya dan juga menuruti apa keinginan mereka yaitu meninggalkan keluarga. Dan Adnan itu menuruti asal dirinya bisa bersama dengan wanita yang ia cintai tetapi ternyata dirinya tidak sanggup untuk meninggalkan keluarganya sehingga ia memutuskan untuk kembali bersama keluarga tercinta dan meninggalkan anak beserta istrinya yang menurutnya terlalu egois.


" Adnan Kamu ngapain malam-malam begini duduk melamun?" Tanya Lukman melihat anaknya yang sedari tadi duduk seorang diri.


" Pak tadi aku bertemu dengan Zahra. Aku mengatakan padanya Jika aku ingin memulai hubungan kembali dengan yang dari awal lagi, dan aku juga mengatakan kepadanya bahwa aku akan membuktikan kepada keluarganya dan juga dia bahwa aku serius ingin membina rumah tangga bersamanya."


Adnan menceritakan Jika dia ingin memulai kembali kisah asmaranya bersama Zahra dari awal dan dia akan membuktikan bahwa dirinya benar-benar sangat serius kepada keluarga dan wanita yang ia cintai itu.


" Apa kamu yakin mereka sudah menolak lamaran kamu kemarin Adnan apa kamu tetap ingin membuktikan kepada mereka?" Kata sang Bapak lantaran dirinya sudah tidak memiliki muka lagi untuk berhadapan dengan keluarga Zahra.


" Iya Pak karena Adnan benar-benar sangat mencintai Zahra."


" Terserah kamu saja namun sebelum melangkah jangan melakukan hal gegabah dan kebodohan yang sama lagi Adnan." Saya akan memiliki trauma bapaknya tidak mau lagi mengulangi kesalahan yang sama yang akan membuat dirinya malu.


" Zahra dan Adnan akan sama-sama berjuang Pak tetapi masalahnya orang tuanya Zahra sudah memilih laki-laki lain dan dalam waktu dekat ini Zara akan menikah dengan laki-laki itu Pak," kisahnya pilu Adnan terlihat sangat sedih sekali.


" Jadi maksud kamu Zahra sudah dijodohkan dengan laki-laki lain seperti itu?" Adnan mengangguk pelan.


Lukman menghela nafasnya kemudian dia menepuk pundak anaknya tersebut lantaran dia sendiri tidak tahu harus bagaimana.


" Jika kalian berjodoh, Bapak yakin Allah pasti akan merestui. Namun jika kalian memang tidak berjodoh, jangan memaksakan diri, ikhlaskan dia mungkin inilah cara Allah menunjukkan jika kalian tidak bisa bersama."


Setelah mengatakan itu kemudian Lukman pergi meninggalkan Adnan dan membiarkan laki-laki itu bisa dapat berpikir dengan jernih dan meyakinkan hatinya.


Adnan bener-bener ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya Zahra. Sebelum janur kuning melengkung selagi dirinya mau berusaha Adnan yakin Allah pasti akan menuntun jalan dan membantunya.


Sementara itu di kediaman Zahra ini dia tengah duduk bersama dengan kedua orang tuanya sambil menikmati acara televisi dan menikmati secangkir teh. Sahara tidak mengatakan apapun tentang pertemuannya tadi dengan Adnan kepada kedua orang tuanya. Zahra ingin Adnan sendiri yang datang dan mengatakan kepada mereka.


" Oh iya Zahra, minggu depan keluarga Faris akan datang ke rumah kita dan mereka ingin bertemu dengan kamu jadi kamu harus bersiap-siap ya," ucap Rindi setelah mendapat kabar dari kota lain jika keluarga calon besan yang ia pilihkan akan datang mengunjungi rumah mereka dan ingin bertemu dengan Zahra pastinya.