
Satu bulan sudah hubungan Damien dan Cathrine. Sejauh ini hubungan mereka baik-baik saja. Damien selalu memberikan perhatian lebih pada Cathrine. Meskipun kadang Cathrine malu karena Damien tidak melihat tempat untuk menunjukkannya. Karena malam ini adalah malam minggu, Damien mengajak Cathrine untuk menonton di bioskop.
Niat hati ingin berduaan dengan kekasihnya itu malah ada si kecil Evans yang ingin ikut. Anak itu mendengar Damien saat pamit kepada Sarah dan mengatakan kalau Ia ingin kencan dengan Cathrine. Ia bertanya pada Darren ayahnya tentang kencan. Anak itu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Setelah mendengar penjelasan dari Darren bukannya diam, Ia malah ingin ikut. Anak kecil itu tidak bisa ditolak. Jika tidak, Ia akan terus menangis dan tidak akan diam sebelum permintaannya dituruti. Bahkan Darren dan Stefani tidak bisa mendiamkannya. Damien menyesal tinggal selama dua hari ini di mansion daddynya.
Hingga pada akhirnya Ia menghubungi Cathrine dan mengatakan jika Evans ingin ikut dengan mereka.
"Uncle..Bialkan Aku yang bicala dengan aunty," ucap Evans dengan cadel meminta ponsel Damien.
"Halo Aunty baik..., Evans ingin ikut dengan uncle dan aunty baik kencan. Evan mendengar kalau uncle ingin mengajak aunty menonton malam ini. Bolehkan Evans ikut?" tanyanya dengan nada memohon. Mendengar itu, Cathrine tertawa.
"Tentu saja sayang...Evans boleh ikut kok. Aunty malah senang kalau Evans ikut," ucap Cathrine membuat Damien kesal. Ia menatap Darren meminta bantuan agar anak itu tidak jadi ikut namun Darren mengabaikannya seolah mendukung anaknya untuk ikut. Tentu saja Darren senang Evans ikut. Itu artinya Ia bisa berduaan dengan istrinya.
"Hore..." pekik Evans riang. Damien langsung mengambil alih ponselnya.
"Baby kenapa kamu tidak menolaknya, kalau begini bukan kencan lagi namanya" ujar Damien kesal.
"Jadi kamu tidak suka jika Evans ikut? kalau begitu kita tidak jadi pergi" ucap Cathrine.
"Jangan gitu dong baby..Oke..Oke, Evans akan ikut dengan kita. Sebentar lagi kami akan menjemput mu," ujar Damien pasrah, daripada mereka tidak jadi keluar.
"Mom..ayo bantu Evans ganti pakaian, Evans mau pakai baju seperti uncle juga," ujar Evans menarik tangan Stefani tidak sabaran.
Setelah mengganti pakaiannya Evans dan Damien pergi menjemput Cathrine. Didepan rumahnya tampak Cathrine sudah menunggu mereka. Sebelum pergi Damien meminta Izin terlebih dahulu pada orang tua Cathrine.
"Aunty cantik sekali malam ini," ujar Evans memuji Cathrine yang memakai dress kuning bermotif bunga.
"Terima kasih keponakan aunty yang paling tampan," pungkas Cathrine mencubit gemas pipi gembul Evans. Ia lalu mengendong Evans menuju mobil. Di dalam mobil, Cathrine duduk sembari memangku Evans. Anak itu banyak berbicara sejak saat perjalanan menuju bioskop hingga sampai.
Damien membeli tiket untuk membeli tiket. Ia terpaksa memilih film anak-anak karena ada Evans. Sedangkan Cathrine membeli beberapa makanan untuk mereka. Setelah beberapa menit berlalu film pun segera dimulai. Evans tampak ceria saat film akan segera diputar. Sangking gemasnya, Cathrine terus mencium pipi gembul Evans. Ia tidak ingin duduk sendiri dan memilih dipangku Cathrine.
"Sepertinya kita harus segera menikah dan membuat anak yang lucu agar kamu ada teman saat dirumah kita nantinya," bisik Damien membuat Cathrine merona.
"Bisa tidak jangan membahas itu disini" ucap Cathrine mencubit lengan Damien.
"Itu artinya pulang dari sini kita akan membicarakannya," pungkas Damien.
"sssttt..." ucap Cathrine kembali menatap layar besar didepannya.
"Sepertinya Aku mulai diabaikan," gumam Damien.