Married With Duda

Married With Duda
bab 12



Malam esok yang ditunggu-tunggu Adnan telah tiba dia sudah menyampaikan kabar bahagia ini kepada keluarganya dan saat ini Lukman Rehan dan juga Andien sudah bersiap-siap. Mereka tak melupakan barang bawaan seperti roti buaya, parcel buah dan juga parcel lainnya untuk di bawah ke acara lamaran nanti.


Adnan sudah tidak sabar sekali ia ingin melihat raut wajah terkejut Zahra melihat kedatangannya yang sudah membawa rombongan dan perlengkapan untuk melamarnya. Ya sudah membayangkan bagaimana reaksi Zahra saat ini walaupun dalam seminggu lebih ini mereka tidak lagi berkomunikasi namun yakin sangat yakin sekali Jika Zahra menanti kedatangan dirinya.


" Mau berapa lama lagi kamu berdandan Adnan. Ayo buruan berangkat nanti keburu malam," omel Lukman sedari tadi mereka sudah sangat siap sekali namun Adnan masih saja belum keluar dari kamarnya entah apa yang dilakukan anaknya itu lebih seorang wanita lambat sekali.


" Iya pak sabar Adnan butuh penampilan yang oke," ucapnya sambil merapikan rambut yang sudah klimas sekali.


Rehan dan juga Andien hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata orang jatuh cinta itu memang rada-rada berbeda ya tak jauh beda lah dengan mereka jika sudah saling bucin akan sangat lebih lebay lagi.


" Ada yang ketinggalan lagi?" Tanya Lukman takut ada lagi yang ketinggalan saat dibawa nanti.


" Sepertinya semuanya sudah siap Pak, kita tinggal berangkat aja lagi takut keburu macet di jalanan," sahut Raihan.


" Ya sudah kalau gitu ayo kita semua berangkat jangan lupa baca bismillah agar selamat dalam perjalanan." Seluruh anggota keluarganya berangkat untuk pergi ke rumah Zahra sambil membawa barang bawaan mereka.


Keluarga Lukman tidak terlalu besar hanya beberapa anggota keluarga saja yang dia miliki, namun keluarga istrinya ternyata tidak melupakan mereka sehingga membantu turut hadir dalam acara lamaran ini hingga keluarga itu menjadi keluarga besar saat bergabung. Walaupun sudah tidak ada lagi istrinya tetapi jalinan keluarga mereka tetap berjalan.


" Adnan menghela nafasnya dia tidak diperbolehkan menyetir mobil saat ini mentara takut terjadi sesuatu karena terlalu gugup dan Rehan pun mengambil alih mobil Adnan hingga laki-laki itu duduk di kursi bagian penumpang belakang bersama ayahnya sementara Andien duduk di samping suami beserta anaknya dipangku.


Adnan mengecek handphonenya kali ini dia mengirim pesan dengan maksud kedatangannya kepada Zahra.


" Assalamualaikum Zahra, aku Adnan. Malam ini akan datang ke rumah kamu tapi bukan sendiri melainkan dengan rombongan seluruh keluargaku, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kedua orang tua kamu. Jadi tolong sampaikan padanya jika keluargaku akan datang malam ini ke rumahmu."


Begitulah kira-kira pesan yang Adnan kirimkan melalui via WhatsApp dengan senyum yang terlihat begitu bahagia sekali dia kembali menutup handphonenya sambil membayangkan wajah terkejut wanita kerjaannya itu saat ini.


Sementara itu Zahra yang baru saja selesai salat isya dia melihat handphonenya karena ada notifikasi dari pesan Adnan yang terlihat sangat serius pada akhirnya Zahra membuka ratusan pesan yang dikirimkan oleh Adnan selama beberapa hari belakangan ini yang belum sama sekali iya baca.


Dan alam terkejutnya Zahra saat melihat pesan terakhir dari Adnan laki-laki itu mengatakan jika malam ini akan datang bersama keluarganya ke rumah untuk menemui kedua orang tuanya. Sontak Zahra panik dia langsung berlari mencari keberadaan orang tuanya tersebut untuk menyampaikan pesan yang dikirim oleh Adnan.


" Bu, Ibu ... Ibu ada dimana?" Teriak Zahra mencari ibunya. Zahra berlari ke teras depan pasti ibu dan bapaknya sedang duduk santai di sana sambil menikmati secangkir kopi dan beberapa makanan ringan.


Dan benar saja dia mendengar suara obrolan dari kedua orang tuanya tersebut bergegas Zahra menghampiri keduanya dengan nafas tersegel.


" Anu Bu, itu ... malam ini."


" Apaan sih coba kalau ngomong tuh yang jelas, duduk dulu, nafas dulu, baru bicara," ucap Bayu. Cara menarik nafas yang dalam-dalam kemudian dihembuskan.


" Pak, Bu. Adnan dan keluarganya mau datang ke rumah kita dan dia mau bertemu dengan kalian," ucap Zahra dia berusaha menenangkan dirinya Karena detak jantungnya berdetak kencang.


" Adnan siapa?" Tanya Bayu Antara dia memang tidak mengenal laki-laki yang bernama Adnan dan ada keperluan apa mau datang ke rumah dan ingin bertemu dengannya.


" Adnan yang Zahra ceritain itu loh Bu, sekarang dia sudah dalam perjalanan bersama keluarga besarnya ingin datang ke rumah kita dan mau bertemu dengan Bapak dan Ibu sekarang juga, ayo siap-siap sambut kedatangan mereka," jelas Zahra.


" Ibu kenal memangnya?" Tanya Bayu.


" Nggak kenal sih Pak, cuma kata Zahra laki-laki itu adalah laki-laki yang dia," jawab Rindi, dia sedikit terkejut mendengar laki-laki yang dicintai anaknya itu mau datang ke rumahnya dan bahkan ingin bertemu dengan dirinya dan juga suaminya terlebih lagi bersama keluarga besar Apa maksud sebenarnya.


" Laki-laki yang dicintai?" Kini Bayu menatap tajam anaknya.


" Emmm, sebenarnya beberapa bulan ini Zahra dekat sama Adnan Pak. Dan kami sudah saling mencintai. Jadi Zahra mohon tolong terima dulu mereka di rumah ini dan dengarkan apa maksud dari tujuan mereka datang ke rumah kita, tolong Pak," pinta Zahra memohon.


Dirinya sendiri tidak yakin namun naluri hatinya berkata jika Adnan akan melamarnya. Zahra begitu sangat deg-degan bagaimana jika benar bahwa Adnan beserta rombongan keluarganya itu mau melamarnya malam ini ada perasaan bahagia tentunya.


" Bapak tidak peduli siapapun dia yang pasti Bapak tidak akan membatalkan perjodohan kamu dengan Faris." Bayu berkata sangat tegas dia tidak ingin mengubah sesuatu apa yang sudah ia rencanakan.


" Mari bu kita bersiap-siap dan sambut kedatangan tamu agung kita Bapak penasaran sosok laki-laki seperti apa yang dicintai anak kamu itu," lanjutnya lalu bangkit hendak berganti pakaian hantaran saat ini dia setengah memakai baju santai tidak mungkin kan, kedatangan tamu sementara dirinya hanya menggunakan pakaian biasa saja.


" Bu ..." Darah memohon untuk membujuk bapaknya agar mau mempertimbangkan kembali perjodohan itu. Zahra begitu sangat yakin jika kedatangan Adnan malam ini akan mau melamarnya.


" Kita lihat saja dulu Ibu juga penasaran seperti apa laki-laki pilihan kamu itu." Kemudian Rindi bangkit dari tempat duduknya dan dia pergi ke kamar untuk segera berganti pakaian dan mempercantik diri namun sebelum itu Rendy memerintahkan salah satu pelayan rumahnya untuk menyiapkan hidangan makanan ringan dan juga minuman yang akan ia hidangkan untuk para tamu nanti.


Zahra menggigit bibir bawahnya, dia terlihat panik dan juga gugup. bagaimana ini? Apa yang akan terjadi saat kedua orang tuanya bertemu dengan keluarga besar Adnan. Dan Apa tujuan Adnan datang ke rumahnya.