
DAMIEN POV
Hari ini Aku sedikit terlambat datang ke kantor karena tadi malam Aku tiba di rumah dini hari dari perjalanan bisnis ku. Sebenarnya tidak masalah kalau Aku terlambat, Aku bosnya disini. Hanya saja Aku tidak terbiasa datang terlambat ke kantor. Jadi rasanya ada yang berbeda.
"Tok...tok..tok..." terdengar suara pintu yang sedang di ketuk.
"Masuk.." ujar ku. Monika Kepala HRD kemudian masuk membawa berkas.
"Maaf mengganggu waktunya Pak, Saya hanya ingin mengantarkan berkas nama-nama pelamar kerja yang lolos pemberkasan Pak" ujar Monika menyerahkan berkasnya padaku. Entah kenapa hari ini Aku berniat untuk melihatnya. Biasanya Aku langsung menyetujuinya begitu saja, dan menyerahkan urusan selanjutnya pada Monica. Aku membolak-balikkan berkas yang ada di depan ku. Aku menemukan nama yang tidak asing bagiku. Hanya saja nama belakangnya tidak digunakan. Ku lihat biodata lengkapnya dan tanpa sadar seulas senyum muncul dibibir ku.
"Besok Aku akan ikut mewawancarai mereka" ujar ku membuat Monica terkejut pasalnya ini pertama kalinya Aku ikut mewawancarai calon pegawai di perusahaan ku.
"Baik Pak, kalau begitu saya akan kembali keruangan saya" ujar Monica lalu pergi.
"I Got You" batin ku.
AUTHOR POV
Saat Cathrine sedang makan siang dengan mommynya, ponselnya tiba-tiba berbunyi.
"Mom..Aku angkat telepon sebentar" ujar Cathrine berjalan ke arah ruang tengah.
Tak lama kemudian Cathrine kembali ke meja makan dengan wajah yang riang.
"Mom..." pekik Cathrine.
"Cath barusan dihubungi pihak perusahaan dimana Aku melamar pekerjaan sebelumnya dan besok Aku akan melakukan wawancara. Doakan Aku ya mom" ujar Cathrine merangkul leher Selena dari belakang.
"Benarkah..mommy ikut senang. Semoga kamu lulus wawancaranya besok" ujar Selena mengecup wajah putrinya. Ia dan Alex tidak terlalu memaksakan kehendak mereka pada anak-anaknya. Mereka selalu mendukung pilihan anak-anaknya. Seperti Cathrine yang ingin mencari pengalaman kerja di perusahaan lain meskipun Alex membujuknya agar bekerja di perusahaan mereka saja namun Cathrine tetap tidak mau dengan alasan ingin mandiri tanpa embel-embel nama belakangnya.
"Ya sudah..kamu lanjutkan lagi makan siang mu, mommy mau mengantar makan siang daddy mu ke kantornya" ucap Selena.
"Oke mom...hati-hati di jalan" pungkas Selena.
*******
Pagi ini Ia akan melakukan wawancara di perusahaan DC Company. Salah satu perusahan yang terkenal di kota tempatnya tinggal dengan gaji yang tinggi. Ia kemudian turun dari taxi yang Ia tumpangi. Cathrine tidak ingin menunjukkan pada orang lain bahwa dirinya adalah anak dari Alex Constanzo. Ia ingin mandiri, sifatnya ini sepertinya diturunkan dari Ayahnya.
Cathrine langsung menuju lantai 5 tempat wawancara akan dilakukan. Setibanya disana Ia melihat beberapa calon pelamar yang akan menjadi saingannya untuk masuk ke perusahaan tersebut.
Cathrine sedikit gugup, Ia tampak mengambil nafas dalam-dalam lalu berjalan menuju tempat duduk yang disediakan. Ia melihat beberapa pegawai sudah keluar kedalam ruangan wawancara. Test wawancara dilakukan 15-20 menit. Cathrine mendengar beberapa calon pelamar yang mengatakan jika hari ini pemilik perusahaan ikut mewawancarai mereka.
"Astaga...Aku tidak sia-sia melamar di perusahaan ini karena bisa melihat langsung pemilik perusahaan yang sangat tampan dan masih muda" ucap seorang wanita yang baru saja selesai melakukan wawancara kepada temannya lewat telpon.
"Kau tau, Aku sangat gugup sekali tadi, wawancara terakhir dilakukan di mejanya. Hanya dengan melihat matanya saja membuatku hampir tidak fokus dengan pertanyaannya" lanjut wanita berkemeja merah tersebut berjalan menuju lift.
"Memangnya seperti apa tampan pemilik perusahaan ini" batin Cathrine.