Married With Duda

Married With Duda
S2 : Klub



Malam harinya Cia menjemput Cathrine kerumahnya. Malam ini mereka akan pergi ke sebuah klub malam terkenal di kota tempat mereka tinggal. Cia dan Cathrine ingin bertemu dengan teman lama mereka saat di bangku SMA dulu.


"Kenapa kamu datang cepat sekali, bukankah acaranya jam 8," ujar Cathrine.


"Apa kamu tidak baca pesan di grup kita, waktunya dipercepat," ucap Cia lalu keduanya masuk kedalam mobil.


Setibanya disana mereka langsung menuju meja yang sudah dipesan. Di sana tampak teman-temannya sudah ada yang menempati meja mereka. Saat mereka masuk beberapa pria hidung belang tampak bersiul menggoda mereka. Namun Cathrine dan Cia tidak memperdulikannya. Mereka bukanlah perempuan yang mudah tergoda oleh laki-laki seperti itu.


"Wah primadonanya sudah datang.." ucap William saat Cathrine dan Cia sudah bergabung dengan yang lainnya.


"Lama tidak bertemu kalian berdua semakin cantik saja ya," ucap Anne pacar William.


"Kamu bisa aja An, kamu juga makin cantik," balas Cathrine.


"Kalian mau pesan minum apa?" tanya Dante.


"Kami berdua pesan mocktail saja," balas Cia. Dia tidak ingin pulang dengan keadaan mabuk. Karena Ia tahu Ia dan Cathrine tidak bisa kompromi dengan alkohol.


Cukup lama mereka berbincang-bincang hingga mereka tidak tau jika ada seorang pria yang sedang menatap mereka dari kejauhan. Pria itu lalu menghampiri mereka.


"Cia...kenapa kamu ada disini," ujar Damien. Ia sedang bersama teman-temannya sekedar untuk menghabiskan malam dengan minum wine, dan tidak sengaja Ia melihat adiknya disana bersama beberapa orang. Parahnya lagi ada Cathrine disana. Ditambah lagi dengan seorang pria diantara mereka tampak dekat dengan Cathrine.


"Kak Damien," ujar Cia. Ia tidak tau jika kakaknya ada disini juga. Habis sudah dirinya. Ditambah lagi ini sudah jam 11 malam.


"Kami hanya sedang reunian saja. Sebentar lagi kami akan pulang kok. Iya kan Cath," ucap Cia meminta pertolongan pada Cathrine. Teman-temannya yang lain tampak diam. Mereka sudah tau bagaimana ketatnya Damien terhadap Cia sejak mereka SMA.


"I..Iya.., sebentar lagi kami akan pulang kok. Kami terlalu asyik berbincang-bincang hingga lupa waktu," pungkas Cathrine tidak berani menatap Damien.


"Sekarang kalian pulang, kakak tidak mau tau. Besok kalian bisa melanjutkan reuninya. Tapi ingat jangan di tempat seperti ini," ucap Damien.


"Cia, Cath..ayo pulang," ucap Damien.


"Biar Aku saja yang mengantar Cathrine," ucap Nolan, pria yang menyukai Cathrine. Damien menatap tajam pada Nolan. Bagaimana bisa Ia membiarkan pria lain mengantar Cathrine.


"Kenapa kamu menatapku, apa ada yang salah," tanya Nolan.


"Bagaimana mungkin Aku membiarkan orang lain mengantarkan kekasih ku," ucap Damien membuat mereka terkejut. Mereka tidak tahu jika Cathrine sudah punya kekasih dan pria itu adalah Damien kakak teman mereka.


"Cath..." ucap mereka serentak meminta penjelasan dari Cathrine. Pasalnya mereka tadi bertanya pada Cathrine soal percintaannya, tapi Cathrine mengatakan jika Ia belum memiliki kekasih. Itu artinya mereka sedang dibohongi. Nyatanya Ia memang tidak berbohong.


"I..itu, itu tidak benar," ujar Cathrine gugup.


"Sayang...kamu tidak mengakui hubungan kita," ujar Damien menatap Cathrine.