Married With Duda

Married With Duda
S2 : Aku bosnya



Waktu terus berjalan, Cathrine masih setia menunggu gilirannya dipanggil. Ia bahkan duduk sendirian karena 3 orang pelamar terakhir yang duduk bersamanya baru saja dipanggil.


"Sepertinya Aku mendapat giliran terakhir" gumam Cathrine. Tak lama kemudian ketiga pelamar itu keluar dan Dia pun dipanggil. Ia kemudian masuk kedalam ruangan wawancara.


"Cathrine Alessandra" ucap seorang pria yang terbilang masih muda.


"Iya Pak" balas Cathrine tersenyum ramah.


"Langsung saja ke wawancara terakhir. Aku akan mewawancarainya sendiri. Kalian keluarlah, waktunya untuk makan siang" ucap seorang pria dengan suara baritonnya yang duduk di sudut ruangan membuat semua yang ada orang yang ada di sana terkejut. Cathrine tampak mengenali suara pria tersebut dan saat itu pandangannya tertuju pada pemilik suara bariton tersebut. Seketika matanya membulat, melihat pria yang duduk disudut ruangan itu. Ia tidak salah lihat bukan?. Pria itu adalah Damien.


"Baik Pak..kalau begitu kami pamit dulu" ucap Pegawai yang bertugas untuk mewawancarai lalu keluar dari ruangan.


"Bagaimana ini...kenapa mereka malah pergi. Aku gugup sekali berduaan dengannya. Kenapa Aku tidak mencari tau siapa pemilik perusaahan ini sebelum Aku melamar disini" batin Cathrine merutuki kebodohannya.


"Silahkan menuju meja Pak Damien" ucap pria yang memanggil namanya tadi. Dengan langkah yang sedikit gugup Cathrine berjalan menuju meja Damien dan duduk di kursi. Damien menatap wajah Cathrine yang semakin cantik saja setelah mereka lama tidak bertemu.


"Bagaimana kabar mu?" tanya Damien.


"Baik...".


"Kapan kamu kembali?".


"Dua minggu yang lalu Pak" balas Cathrine membuat Damien mengangkat satu alisnya. Ia ingin sekali tertawa mendengar panggilan Cathrine.


"Panggil Aku seperti biasa saja, tidak usah terlalu formal" balas Damien.


"Apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Damien ke intinya tanpa basa-basi membuat Cathrine menggelengkan kepalanya, karena sampai saat ini Ia belum pernah pacaran.


"Ya ampun...pertanyaan apa ini, kenapa malah menanyakan kekasih. Kenapa tidak langsung wawancara saja. Sungguh Aku ingin keluar cepat-cepat dari ruangan ini" batin Cathrine.


"Baguslah..." ucap Damien membuat Cathrine bingung dengan sikap Damien.


"Ikuti Aku" ucap Damien melangkahkan kakinya menuju lift pribadinya. Cathrine terlihat gugup sekarang, Ia lalu mengikuti langkah Damien. Keduanya masuk kedalam lift. Suasana didalam lift begitu canggung. Ini adalah pertemuan pertama dengan Damien setelah 4 tahun tidak pernah bertemu. Andai Cathrine tau jika perusahaan ini adalah milik Damien, mungkin Ia akan melamar di perusahaan lain. Namun sayang, semuanya sudah terlambat.


"Ting" terdengar suara lift yang berdenting lalu pintu lift terbuka.


"Ayo.." ucap Damien.


"Wawancaranya sudah selesai, dan kamu diterima" ucap Damien membuat Cathrine terperanjat ditempatnya.


"A...Apa..bagaimana bisa wawancaranya sudah selesai, jelas-jelas kamu belum bertanya apa pun pada ku" ucap Cathrine.


"Bukankah tadi Aku sudah bertanya padamu saat di ruang wawancara. Kenapa kamu bisa lupa" pungkas Damien duduk di kursi kebesarannya.


"Maksudmu pertanyaan tentang kekasih tadi?" tanya Cathrine. Damien mengangguk membuat Cathrine terperangah.


"Itu bukan pertanyaan tentang wawancara kerja. Bukankah itu pertanyaan diluar wawancara kerja" balas Cathrine.


"Aku bosnya..jadi terserah pada ku ingin menanyakan apa" balas Damien santai.


"Tap___" perkataan Cathrine terpotong saat seseorang mengetuk pintu.


"Masuk" ucap Damien.


"Saya ingin mengantarkan makanan pesanan Bapak" ujar Pegawai.


"Letakkan saja di atas meja itu" ucap Damien lalu pegawai tersebut pamit. Damien bangkit dari kursinya lalu duduk di sofa yang ada di ruangannya.


"Sebaiknya kita makan siang dulu sebelum membahas hal lainnya, kemari lah" ujar Damien.


"Tidak..terimakasih. Aku belum lapar" ujar Cathrine.


"Cath...jangan menolak. Setidaknya ini adalah bentuk penyambutan mu setelah kita lama tidak bertemu" ucap Damien. Cathrine pun mengalah dan memilih duduk di sofa.


"Aku memesan makanan kesukaan mu. Ku harap kamu menyukainya" ucap Damien membuka kotak makanan tersebut. Damien memesan banyak makanan untuk mereka.


"Kenapa hanya diam saja...atau kamu ingin ku suapi" ucap Damien membuat Cathrine langsung makan.


Perkataan Damien sukses membuat Cathrine merona.


#Jangan lupa like, vote, rate 5 dan hadiahnya ya. Biar Author makin semangat menulisnya. Trims