Married With Duda

Married With Duda
S2 Mau kemana sayang



Cathrine masuk ke dalam ruangan Damien untuk mengantarkan kopi. Di dalam ruangan tampak Damien yang sedang menghubungi seseorang. Saat Chatrine hendak pergi tangan Damien menginstruksi agar Cathrine tidak jadi pergi. Damien lalu mengakhiri panggilannya dan meletakkan ponselnya diatas meja.


"Ada apa?" tanya Cathrine.


"Apa hari ini ada jadwal ku di luar," tanya Damien.


"Nanti siang ada janji dengan Pak Jefry untuk makan siang di restoran A," ucap Cathrine.


"Hm...." balas Damien.


"Maaf Pak..ada seseorang yang ingin bertemu dengan bapak," ucap seorang resepsionis yang datang dengan seorang perempuan dengan pakaian yang cukup terbuka. Mungkin wanita itu sengaja ingin menggoda Damien. Cathrine tampak mengerutkan alisnya seperti mengenal wanita yang ada di hadapannya. Ya, dia sudah ingat. Wanita itu adalah orang yang sama dengan perempuan yang pernah mencium Damien saat Dia tidak sengaja melihatnya di hari ulang tahunnya yang ke 17.


"Damien aku merindukan mu," ucapnya berlari memeluk Damien dan bergelayut manja.


"Jessy..apa-apaan ini. Lepaskan aku," ucap Damien mencoba mendorong tubuh Jessy agar lepas darinya. Ia melihat Cathrine yang menatapnya dengan penuh tanya.


"Aku rindu tau. Aku yakin kamu juga pasti rindu dengan ku kan," ucap Jessy dengan percaya diri. Damien kira wanita ini tidak akan muncul lagi dihadapannya. Ia tidak habis pikir kenapa Jessy tidak pernah menyerah mengejarnya.


"Maaf Pak saya permisi dulu," ucap Cathrine tidak ingin melihat Damien dan Jessy.


"Kenapa langsung pergi hemmm," ucap Damien merengkuh pinggang Cathrine membuat Cathrine melotot padanya.


"Damien jangan bilang wanita ini adalah kekasihmu," ucap Jessy mencoba menebak.


"Yap...jadi jangan asal memeluk orang, kamu tidak tau jika ada seseorang yang akan cemburu," ucap Damien mengecup puncak kepala Cathrine dan itu berhasil membuat jantung Cathrine berdegup lebih kencang dari biasanya. Wajahnya sudah merah merona. Ia ingin cepat-cepat pergi dari sana. Cathrine mulai bergerak tidak nyaman ditempatnya karena Damien merengkuh pinggangnya.


"Tidak..Aku tidak percaya," ucap Jessy menggelengkan kepalanya.


Cathrine ingin pergi dari sana, tidak ingin terlibat lagi dengan drama Damien. Cathrine kemudian melepaskan tangan Damien dari pinggangnya. Dengan sigap Damien menarik tangan Cathrine dan menciumnya secara tiba-tiba. Cathrine terdiam kaku ditempatnya, Ia seperti patung hidup saja. Cathrine hanya diam saja tidak membalas ciuman Damien. Otaknya sudah blank. Damien menggigit bibir bawah Cathrine dan memanfaatkan kesempatan itu untuk memperdalam ciumannya. Kedua tangan Damien memeluk mesra pinggang Cathrine. Rasanya ada kupu-kupu yang beterbangan di dalam perut Cathrine. Jantungnya tak berhenti berdegup kencang.


Jessy yang melihat itu mengepalkan kedua tangannya, menatap tajam ke arah Damien dan Cathrine.


Damien melepaskan pungutan bibirnya saat merasakan Cathrine hampir kehabisan nafas. Cathrine menundukkan kepalanya, wajahnya sudah seperti kepiting rebus saja karena salah tingkah.


"Apa kamu ingin melihat kami bermesraan disini," ucap Damien menyeringai ke arah Jessy. Wanita itu menghentakkan kakinya beberapa kali karena tidak suka melihat Damien bersama wanita lain. Ia lalu pergi dan menutup pintu dengan keras. Cathrine tersadar jika posisinya dengan Damien saat ini begitu dekat, Ia mendorong dada Damien hingga tangan Damien terlepas dari pinggangnya. Cathrine berjalan dengan cepat menuju ruangannya. Ia tampak memegangi wajahnya yang merona dan terasa panas. Sedangkan Damien terlihat senyum-senyum sendiri melihat Cathrine yang salah tingkah.