Married With Duda

Married With Duda
bab 20



" Adnan banyak banget barang-barang bawaan kamu untuk apa semua ini?" Tanya Lukman melihat anaknya pulang dari kerja membawa barang-barang begitu banyak bahkan kedua tangan anaknya tersebut penuh entah apa yang dia beli.


" Oh ini bahan-bahan makanan Adnan mau masak," ujarnya bersemangat sekali tentu membuat Lukman heran entah ada angin apa anaknya itu tiba-tiba ingin masak padahal selama ini laki-laki itu sudah tidak pernah lagi memasuki dapur bahkan setelah perceraian bersama mantan menantunya.


Adnan memang bisa memasak lantaran dulu pernah menjadi koki di hotel bintang 5 saat dirinya masih SMA dulu hingga magang disana sebagai koki.


" Tumben? Ada acara apa?" Tanya Lukman.


" Sengaja soalnya Adnan berencana ingin berkunjung ke rumah Zahra jadi Adnan ingin membawakan makanan yang Adnan masak sendiri untuk mereka," ujarnya, laki-laki itu tersenyum bahagia dia sangat bersemangat memasuki dapur menaruh barang-barang yang ia beli tadi ke atas meja makan, kemudian ia susun lebih dulu ke dalam kulkas setelah dia ambil beberapa sebagian yang hendak dimasak.


" Apa maksud kamu? Untuk apa lagi kamu mau ke sana, bukannya mereka sudah menolak kita?" Lukman tidak mengetahui jika hari ini Adnan pergi menemui Zahra.


" Betul, maka dari itu Adnan ingin memulai kembali dari awal. Jadi langkah awal Adnan akan berkunjung ke rumah mereka agar supaya bisa lebih dekat dan lebih mengenal mereka lebih dekat lagi." Sembari mencuci sayur-sayuran di wastafel Adnan bercerita.


" Adnan tadi sudah bicara dengan Zahra, dia sangat mendukung sekali keinginan Adnan. Bahkan kami pun kembali menjalani hubungan, tapi bukan sebagai teman lagi melainkan sebagai kekasih," ceritanya sambil menyunggingkan senyum, senyum yang nampak sangat bahagia sekali.


Adnan menaruh sayur-sayurannya ke dalam wadah kemudian mengelap tangannya lalu menatap sang ayah yang begitu sangat khawatir.


" Orang berusaha pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik, Pak. Jadi Adnan akan berusaha untuk membuktikan bahwa Adnan layak menjadi suami Zahra walaupun status Adnan hanyalah seorang duda beranak satu. Adnan akan buktikan jika Adnan bisa membahagiakan Putri mereka." Adnan berkata sangat yakin sekali Jika dirinya bisa selagi tekad apinya masih menyala, berusaha tidak ada salahnya.


Lukman menghela nafasnya pasrah dia hanya bisa berharap semoga apa yang menjadi harapan anaknya terkabul dia hanya bisa mendoakan dan mendukungnya dari belakang. Walaupun rasa khawatir kembali muncul, namun dia akan memberikan kesempatan kepada putranya. Mungkin dengan cara ini keluarga Zahra mau menerima lamaran anaknya suatu saat nanti.


" Ya sudah jika memang itu sudah menjadi tekad kamu, Tapi bapak mohon tolong untuk tidak gegabah lagi. Jika ada apa-apa kasih tahu Bapak atau Rehan siapa tahu kamu bisa membantu," ucap Lukman sambil menepuk pundak anaknya memberikan semangat pantang menyerah.


" Doakan saja semoga anakmu ini bisa kembali menikah dengan wanita pilihan Adnan dan wanita yang Adnan cintai. Adnan yakin dengan pilihan Adnan kali ini tidak akan salah lagi," katanya meyakinkan jika pilihannya kali ini tidak akan salah lagi.


Lukman hanya tersenyum sambil mengangguk kemudian dia pergi meninggalkan Adnan. Harapan seorang ayah hanyalah kebahagiaan anaknya dia sedih jika anaknya kembali gagal lagi membina rumah tangga apalagi kejadian tadi malam yang benar-benar sangat memalukan tentu membuat Lukman kembali khawatir jika keluarga Zahra tetap masih mau menolak niat baik anaknya itu.