
Pagi ini keluarga Devano sedang menikmati sarapan mereka. Cia tampak berceloteh sembari mengunyah makanan yang ada di mulutnya. Anak itu memang banyak bicara. Kakak-kakaknya selalu setia mendengarkan celotehnya jika tidak mereka akan kena imbasnya.
"Cia...ceritanya nanti saja ya..habisin makanan kamu dulu. Kak Darren dan kak Dami nya juga mau sekolah" tukas Sarah dengan suara lembutnya. Cia tidak masuk sekolah hari ini karena setiap jumat dan sabtu sekolahnya libur.
"Oke deh mom" balas Cia menampilkan senyum manisnya.
"Darren...perlengkapan camping mu sudah siap kan?" tanya Sarah pada Darren.
"Sudah mom..." jawab Darren. Sore nanti Ia akan berangkat mengikuti perkemahan yang diadakan sekolahnya selama dua hari.
"Cia..kamu mau kemana..kenapa makanannya tidak dihabiskan" ucap Sarah ketika melihat putrinya tiba-tiba turun dari kursinya, berjalan mendekati kursi ayahnya.
"Dad..Cia mau bilang sesuatu" ucap Cia.
"Mau bilang apa princessnya daddy" balas Devano.
"Dekatkan telinganya dad, Cia gak bisa ngomong..".
Setelah membisikkan sesuatu pada Devano Cia kembali ke kursinya.
"Kamu bilang apa sama daddy mu?" tanya Sarah penuh selidik.
"Rahasia dong mom" balas Cia menatap Devano, keduanya saling tersenyum.
*******
"Sayang..." panggil Devano yang baru saja masuk kedalam kamarnya dengan istrinya.
"Loh..Hubby kenapa cepat pulang?" tanya Sarah pada Devano yang sedang menggendong putranya.
"Iya..Aku ada janji dengan putri kita. Dimana Dia?" tanya Devano.
"Cia sedang di rumah Cathrine. Tadi pagi Cia vidio call an dengan Cathrine. Cathrine mengajak Cia untuk ikut camping dengan mereka di taman belakang rumahnya Alex. Dengan cepat anak itu mengemasi barang-barangnya dan memintaku untuk mengantarnya ke sana" balas Sarah.
"Ya ampun..dasar putri nakal..sepertinya Dia melupakan kata-katanya tadi pagi. Aku sudah beka-belain pulang cepat dari kantor, eh ternyata Cia malah pergi" ucap Devano menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Memangnya Cia bilang apa?" tanya Sarah.
"Dia memintaku untuk menemaninya membeli perlengkapan berkemah, karena putri kita ingin berkemah juga seperti Darren. Rencananya kita akan berkemah dihalaman depan nanti malam. Tapi Dia malah pergi kerumah Alex" ujar Devano.
"Sudahlah..mungkin putri kita lupa. Atau bisa jadi Dia tidak sabar lagi untuk berkemah makanya Cia langsung pergi ke rumah Alex. Karena waktu Cia vidio call an dengan Cathrine, Alex sedang mempersiapkan tenda kemah mereka" ujar Sarah.
"Sebaiknya kamu kembali ke kantor saja" tukas Sarah.
"Tidak..Aku dirumah saja. Aku malas kembali ke kantor. Aku mau ganti baju dulu" balas Devano memberikan Diego pada istrinya.
"Aku pengen makan Risotto buatan mu" ujar Devano.
"Baiklah, Aku akan membuatnya" kata Sarah lalu pergi menuju dapur.
"Bik..tolong jaga Diego sebentar ya..Aku mau masak dulu. Devano pengen makan Risotto" tukas Sarah memberikan Diego kepada pelayan.
"Baik Bu" balas pelayan mengambil alih Diego.
"Sayang..." panggil Devano memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Makanannya belum siap, sabar ya.." ujar Sarah.
"Aku siap kok menunggunya" balas Devano menghirup dalam-dalam aroma leher putih istrinya lalu menciuminya membuat Sarah merasakan geli ditubuhnya.
"Hubby...kamu duduk saja bisa tidak..Aku jadi susah bergerak kalau kamu seperti ini" protes Sarah.
"Aku ingin melihat mu memasak" ujar Devano.
"Tapi kan liatnya gak harus gini juga..kalau ada pelayan yang tiba-tiba datang gimana" ujar Sarah mencoba melepaskan tangan Devano dari pinggangnya membuat pelukan Devano semakin erat.
"Ya biarkan saja..memangnya kenapa" tukas Devano. Salah satu tangannya bergerak mengelus perut istrinya. Awalnya diperut, lama kelamaan tangannya menyelinap kedalam baju istrinya mencari dua benda kesukaannya disana.
"Dev..apa yang kamu lakukan.." ujar Sarah menghentikan tangan suaminya yang sedang bergerilya didalam bajunya.
"Oh ayolah sayang..Aku hanya ingin menikmati pembukanya dulu menunggu Risotto nya masak" ucap Devano dengan wajah memelas.
"Kamu itu ya..dimana-mana selalu berbuat mesum" ucap Sarah kesal melihat tingkah mesum suaminya itu. Meskipun kesal tapi Ia tidak akan bisa marah pada suaminya itu. Sarah mendorong tubuh Devano ke arah meja makan dan mendudukkan Devano di kursi.
"Kamu tunggu disini saja..awas saja kalau kamu mengganggu ku lagi..Aku tidak akan memberi mu jatah lagi" ujar Sarah mengancam Devano. Kalau sudah begini tentu saja Devano akan patuh pada istrinya, kalau tidak bisa-bisa Dia puasa selama berhari-hari.
"Selalu saja mengancam ku dengan itu" ujar Devano kesal.
Beberapa menit kemudian Risotto buatan Sarah pun selesai, Ia kemudian menyajikannya di depan suaminya.
"Nah..Risotto nya udah siap. Ayo dimakan" ujar Sarah pada Devano.
"Kamu tidak mau?" tanya Devano menawarkan makanannya.
"Aku masih kenyang Hubby" jawab Sarah, Ia hanya memandangi suami tampannya menikmati Risotto buatannya. Devano lebih suka menikmati makanan buatan Istrinya daripada makan diluar. Oleh karena itu Sarah selalu menyiapkan bekal untuk makan siang suaminya saat dikantornya.
"Aku lihat jagoan kita dulu" ujar Sarah mengecup pipi suaminya lalu pergi.