Mario & Tania

Mario & Tania
Bagian 99. Diberikan Hadiah



Pekerjaan banyak sekali bahkan dibawa ke rumah tapi sebelumnya Leo menyuruh kami untuk masuk ke dalam ruangan tapi setelah dipersilahkan untuk duduk dan saling berhadapan satu sama lain, ada hal yang tidak disangka-sangka oleh Tania. Leo berikan sebuah laptop yang masih bagus walaupun sudah bekas dan menaruh di atas meja memberitahu kalau misalkan laptop ini diberikan kepada Tania agar bisa mengerjakan pekerjaan ini dibawa ke rumah.


"Ya sebenarnya laptop ini nggak terpakai sih dan dari pada nggak kenapa-napa di rumah dan mubazir maka dari itu saya kasih sama kamu biar pekerjaan yang ada di kantor bisa kamu bawa ke rumah. Semuanya sudah saya reset dan juga kamu tinggal pakai aja oke?"


"Iya Pak, kalau begitu saya permisi pulang dulu ya Pak terima kasih banyak udah memberikan laptopnya buat saya!"


"Eits, tunggu sebentar akan saya bawa kerumah terlebih dahulu pokoknya kamu ikutin saya sebentar dulu ya!"


Lantas membuat Tania sedikit merasa bingung apa sebenarnya terjadi tapi karena tidak mau membantah dan mau mengikuti arahan dari bosnya maka dari itu dia mau masuk ke dalam mobil.


Oke, sampailah mereka di rumah Leo dengan cepat ia pun turun dari mobil dan dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah. Orang yang pertama kali menyambut Tania adalah ibunda dari ia sangat bahagia banget dan males mempertanyakan apakah dia adalah pacar dari Leo Tania bener-bener menggelengkan karena memang benar ia tidak ada hubungan sama sekali dengan atasannya apalagi adalah karyawan baru dan tidak akan mungkin juga untuk selancang itu menjalin hubungan.


Leo hanya bisa menarik napas sejenak lalu mengatakan kalau misalkan Tania ini adalah karyawan baru dan juga merupakan tangan kanannya dengan cepat Tania membulatkan kedua matanya karena kenapa tiba-tiba atasannya malah mengatakan hal ini langsung padahal jelas-jelas ia adalah karyawan biasa seperti karyawan yang lain juga.


"Oh, Mama pikir kalian berdua itu yang memiliki hubungan ya kalau misalkan atasan sama bawahan nggak masalah juga sih buat pacaran dan juga menjalin hubungan apa lagi kaleng itu kayak terasi deh buat jadi pasangan ya nggak papa juga kan itu adalah kantor milik kita jadi terserah juga buat pacaran sama karyawan?"


"Iya sih, bener!" Dan anehnya Leo malah melirik Tania dengan tatapan yang sangat berbeda pembuatannya sedikit #merinding ia pun merasa tidak nyaman bahkan ketika minuman sudah berada di atas meja oleh asisten rumah tangga yang membuatkan di dapur tadi ia tidak sadar dan malah membiarkannya.


Mamanya Leo permisi mengangkat telepon karena suara ponsel itu sangat berdering sekali yang ada di sampingnya. "Kamu santai aja mama itu emang begitu orangnya jadi kalau misalkan berkata seperti itu ya kamu jangan terlalu gimana-gimana anggap aja lagi bercanda oh ya ini ke rumah saya ma'af ya kalau misalnya rumah saya tidak terlalu besar!"


Ini sudah melebihi cukup besar menurut Tania karena selama ini ia tinggal di rumah yang sangat sederhana banget dan berbanding terbalik dengan rumah Leo yang benar-benar enak dan juga megah.


"Kalau boleh tahu saya ngapain ya dibawa ke rumah pak Leo sekarang?"


"Em, nggak kenapa-napa sih saya cuma pengen ngajakin kamu kesini aja dan saya juga pengen ngambil berkas yang ada di kamar saya yang saya lupa buat kasih ke kamu soalnya nanti besok kita bakalan ketemu lagi sama klien oke?"


"Assalamu'alaikum...."


Tania langsung berdiri ketika seorang perempuan mengucapkan salam dan Leo malah menyuruh perempuan itu keluar dari rumahnya karena dia adalah perempuan yang tidak diharapkan untuk menginjakkan kakinya di rumahnya lagi.


"Kamu ngapain sih ke sini segala udah tahu kita tuh nggak ada hubungan dan aku udah tenang ketika kamu nggak ada di sini tapi kenapa tiba-tiba kamu malah datang ke sini?"


Leo mencoba untuk meluruskan semuanya lalu mengatakan kepada Sarah Ini bukan urusannya dan buat siapapun yang dekat dengannya ya emang masalah pribadi dan sarah tidak berhak untuk mengatur ngatur hidupnya.


Leo menarik tangan searah dengan kasar lalu menyuruhnya untuk keluar dari rumah bahkan ia memanggil satpam yang sengaja menjaga rumah tersebut menyuruh Sarah untuk keluar dari rumah ini karena tidak mau terjadi boomerang, satpam pun dengan cepat menarik Sarah untuk keluar dari rumahnya dengan paksa sesuai dengan anjuran Leo dan suruhan Leo.


Ia dengan cepat meminta ma'af kepada Tania karena sudah membuat benar dan salah paham. Tapi karena tidak mau ikut campur atas apa yang terjadi dan ia pun meminta untuk segera mengantarkannya pulang ke rumah kalau berminat tapi kalau misalkan tidak mau juga nggak masalah ia pun bisa menghubungi taksi online yang ada di aplikasi ponsel yang sengaja biar instal sewaktu-waktu kalau ada terjadi apa-apa.


"Iya udah kalau gitu saya ke kamar dulu ya buat ambil file-file yang saya bakalan kasih ke kamu!" Tania mengangguk dan melihat suasana rumah yang sangat enak dan juga adem banget ia bermimpi suatu saat kapan bisa memiliki rumah seperti ini bisa membahagiakan kedua orang tuanya dan juga adiknya.


Suara klakson pun terdengar nyaring banget ketika Leo menyuruh mobil yang memarkirkan di depan pagar yang masih menghalangi dia keluar dari rumah tersebut ternyata Sarah masih di sana tidak pergi juga.


"Hei lo kenapa sih ngalangin jalan banget sumpah deh?"


"Kamu ngapain sih malah ajakin dia ke rumah kamu yang mewah ini jelas-jelas dia tuh cuma karyawan biasa ngapain sih kamu masih ngarepin orang yang kayak begitu apa gara-gara kamu udah nggak mau lagi lagi cari perempuan yang jauh lebih layak dibeli pada dia?"


"Tolong lo pinggir mobil lo sekarang karena udah ngalangin jalan ngerti nggak sih?"


Tania dengan cepat turun dari mobil ia memilih untuk memesan taksi online saja yang sebelumnya Leo untuk masuk ke dalam mobil agar tetap ia mengantarkan pulang ke rumah.


Sarah dengan cepat meminggirkan mobilnya tersebut setelah Leo ingin menghubungi RT yang ada di tempat dia tinggal dia sangat kesal banget dengan sifat Leo yang seperti itu. "Emang bener-bener itu orang bikin onar aja ya udah kalau gitu kamu kasih tahu jalannya di mana saya bakal nganterin kamu sekarang juga!"


***


"Makasih banyak sudah anterin saya terima kasih banyak juga udah repot-repot tadi ngajakin ke rumah Pak,"


"Iya kalau gitu jangan lupa ya kerjain tugas tugas yang sudah ada di laptop itu!"


Tania mengangguk.


Leo sangat bersyukur sekali ketika Tania turun dari mobil mengucapkan terima kasih ternyata rumah yang didiami oleh Tania itu benar-benar rumah yang sangat sederhana. Dia bukan dari kalangan orang kaya tapi dia sangat bersyukur banget bahkan selama ini baru sadar kalau misalkan masih banyak orang-orang yang di luaran sana yang bersyukur dengan keadaan di bawahnya.