
Ia bercermin didepan cermin dengan begitu riasan simple yang membalur wajahnya karena kalau misalkan terlalu menor itu tidak diperbolehkan oleh guru yang ada di sekolah karena tujuan di sekolah adalah untuk belajar bukan untuk berdandan jadi riasan itu hanya sekedar tipis-tipis dan sangat simple banget untuk ke sekolah. Ia untuk turun ke bawah untuk sarapan. Ia melihat makanan sudah tertata rapi di atas meja saatnya untuk menyantap mama begitu repot sekali kalau misalkan setiap pagi karena suka menyediakan makan-makanan kepada anak-anaknya walaupun anaknya sudah besar-besar bisa ngambil sendiri dan bisa bikin sendiri tapi sebagai naluri seorang ibu tidak bisa untuk dicegah.
Ia sarapan terlebih dahulu di rumah dan tak sabar untuk berangkat ke sekolah. "Mah aku beneran gak sabar deh buat berangkat ke sekolah, gimana mah aku cantik gak?"
"Cantik kok, cantik." Sahut mama yang tak hentinya pangling melihat penampilan dari Giska yang cantik banget. Giska pun berpamitan kepada mama karena waktu sudah menunjukkan pukul sekitar jam 7 pagi. Ia masuk ke dalam mobil dan siap untuk diantar ke sekolah. Dan sama reaksinya seperti sarapan tadi di dalam mobil pun tak henti-hentinya ia senyum-senyum sendiri membayangkan kalau misalkan dipuji-puji teman-teman yang ada di sekolah dan sangat bahagia banget bisa berubah seperti sekarang dan ekspektasinya sungguh besar untuk perubahan di dalam dirinya dan ingin sekali untuk dihargai dari kalangan cewek-cewek atau kalangan cowok-cowok.
Giska pun berjalan seperti layaknya catwalk di depan pintu gerbang masuk ke dalam dan akan akan menjadi salah satu pusat perhatian mereka-mereka yang melihatnya. Pasang mata yang melihatnya begitu terpanas sekali dengan penampilan Giska hari ini. Benar-benar terlihat begitu cantik sekali bahkan Juan pun memperhatikan Giska seperti bukan Giska yang melintas di hadapannya Kevin dan Mario pun seakan-akan menyenggol Juan, kenapa Juan terlalu melihat secara berlebihan sekali. "Lo kenapa kok cantik banget sih gitu ya masuk ke dalam hati cuman lo gengsi aja buat ngomong?" Senggol Mario kepada Juan yang sama sekali tak digubris oleh Juan karena ucapan Mario menurutnya terlalu tak masuk akal dan membosankan.
"Apaan sih kenapa ngomongnya kayak gitu sih ya enggak lah?" Sahutnya yang menjawab kearah lain seolah-olah ia tidak menggubris ucapan dari Mario dan menepisnya seakan-akan ia emang tidak tertarik dengan penampilan kiska tapi di dalam hatinya memang tertarik karena bisa diakui Giska cantik hari ini.
Tania dan sekarang pun terkejut sekali dengan penampilan Giska hari ini kenapa bisa cantik ini yang berbanding terbalik dengan mereka berdua yang masih terlihat sangat cukup mereka memutar badan Giska karena tidak percaya dengan kecantikan Giska hari ini. "Ya ampun cantik banget sih kok bisa sih cantik ini sih jadi manusia lo perawatan di mana ya walaupun masih keliatan menor banget sih lo! Woy lo pakai lip tint atau pakai lipstik sih kok kayak merah itu bibirnya aneh banget deh?" Ucap Sekar yang tertawa dengan penampilan Giska hari ini karena seperti yang mereka tahu Giska ini adalah tipe orang yang cuek dengan penampilannya ya walaupun diantara kedua sahabatnya Giska lah orang yang paling putih. "Ya ampun cantik banget kayaknya udah nggak cocok deh masuk geng kita?" Candanya yang membuat Giska sedikit baper.
"Hahaha ngomong apaan sih kalian ya nggak lah gue kan tetap dan kalian masa gue harus berpindah ke lain hati sih?" Ia merangkul Sekar dan Tania dan tidak mau berubah karena ia sudah berubah menjadi cantik. Mereka paling sekali dengan penampilan dari Giska.
Suara bel pun berbunyi itu tandanya jam pelajaran akan siap dimulai.
***
Banyak sekali tiba-tiba cowok-cowok yang menghampiri Giska kelas biasanya satu pun tak ada apa lagi ngantri di kelas kenapa dan entah kenapa hari ini begitu banyak sekali cowok-cowok yang ngantri bahkan kayak sekedar menanyakan PR PR kepada Giska karena Giska ini merupakan salah satu siswi pintar juga di sekolah. "Eh gue boleh minta nomor HP lu nggak maaf banget ya selama ini gue ngatain lo cupu!"
Dia pun terdiam dengan ucapan dari Giska yang begitu menohok dan pedas sekali dia pun mundur dan memutuskan untuk kelas majulah salah satu diantara cowok lain yang juga mengantri di depan ia masuk kedalam dan menanyakan nomor HP Giska seperti cerita yang tadi juga modusnya. "Gis, lo cantik banget sih hari ini gue boleh minta nomor hp-nya nggak?"
"Hahaha malah kayak gitu sih ngomongnya?"
"Lo tau gak bunga mawar merah yang berduri, dia cantik namun dia bisa menjaga dirinya sendiri sama seperti lo walaupun lo terlihat cantik hari ini tapi lo bisa menjaga diri lo dengan apa yang lo punya!"
Belum sampai disini ia tetap gombal untuk yang kedua kalinya dan Giska mendengarkan dengan baik. "Lo tau nggak kenapa langit Itu gelap banget sekarang perasaan tadi indah banget untuk dipandang mata?"
"Ya karna dia sama masa depan kayak kita yang terus bareng-bareng terus hahaha."
"Tukang gombal banget sih jadi orang ini udah cewek yang keberapa nih?"
"Biasanya banyak banget cewek-cewek yang ngegombalin ucapan itu kayak apa sih banget!" Karna tak mau dituduh seperti itu ia pun tetap usaha untuk menggombali Giska untuk ketiga kalinya namun Giska menolaknya dikarenakan cowok gombal cuma omongannya doang tanpa ada pembuktian sama sekali.
"Ya, ya udah makasih banyak ya lo ngomong gombal kayak gini ke gue tapi sayangnya maaf gue enggak mudah terayu gitu aja!"
Giska merasa tak nyaman sekali oleh cowok-cowok yang seakan-akan mengejar-ngejar hanya karena kecantikannya Sekar dan Tania hanya menggeleng-gelengkan kepala karena terkejut sekali melihat Giska yang seakan-akan stress.